PROGRAM SEN-HATMANANI

1. TAI CHI
2. CHI KUNG
3. AKSES ENERGI VITAL
4. MIND POWER
5. HATHA YOGA
6. TENAGA PRANA
7. BELA DIRI PRAKTIS
8. PENCAK SILAT
9. HYPNSIS
10. THOTHOK 18 TITIK AKUPUNKTUR

INSTRUCTURE / PENCIPTA : RM.A.A. KUNCARANINGRAT
ASSISTEN :ABAH ASEP

APA SEN-HATMANANI?

SANGGAR SENAM SEHAT DAN BUGAR
“PLUMERIA”
SEN-HATMANANI
BUMI SUKAWATI “SRAGEN”

SEN-HATMANANI

Adalah kepanjangan dari:
- SEN : Senam
- HATMANANI : Sehat bersama Nafas Murni

Yaitu suatu program Kesehatan dan Kebugaran yang memanfaatkan Olah, Fisik, Olah Jiwa Olah Pikir, Olah Nafas dan Relaksasi dan memanfaatkan Alam Bawah Sadar (Sub Consious Mind) untuk membentuk daya tahan tahan tubuh sehingga diharapkan didapatkan kesehatan yang menyeluruh dan optimal.

Disisi lain Sen-Hatmanani juga menanamkan sesuatu hal yang harus dihayati oleh semua anggota untuk menghilangkan sifat-sifat : Iri, Dengki, Dendam dan selalu Berpikiran Positif (Positif Thinking) Menanamkan rasa Ikhlas yang tinggi dalam hatinya untuk mendapatkan keseimbangan dalam mencapai kesehatan dan kebugaran jiwa dan raga.

Pose dan gerakan yag ada adalah memadukan antara gerak fisik dan nafas dengan ritme yang begitu lembut serta membentuk elastisitas tubuh secara menyeluruh, membentuk dan meregenerasi sel-sel saraf yang rusak, menguatkan otot sehingga pose dan gerakan di Sen-Hatmanani dapat dilakukan oleh semua kalangan baik untuk orang tua,dewasa dan anak-anak. Sen-Hatmanani murni memberdayakan semua potensi jiwa dan raga tanpa adanya mantra ataupun ritual, semuanya dilakukan dengan alami untuk mendapatkan energi kesehatan dari alam semesta.

Pada akhirnya seseorang yang mendalami Sen-Hatmanani akan mendapatkan kekuatan energi yang dapat untuk menyembuhkan dirinya sendiri maupun untuk orang lain juga tidak meutup kemungkinan seorang angota Sen-Hatmanani mampu memnfaatkan Energi alam untuk membangkitkan Tenaga Dalam/Energi vital dalam dirinya untuk keperluan bela diri. Namun perlu kami garis bawahi bahwa kami mengutamakan pemberdayaan kesehatan dan kebugaran secara optimal.

Apabila anda ingin mendapatkan Kesehatan menyeluruh dan optimal
BERGABUNGLAH BERSAMA SEN-HATMANANI
Pendiri :RM.A.A. KUNCARANINGRAT
E-mail : agoenxz.texaz@yahoo.com HP. 081227123377

HIPNOTIS

Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari ?

Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :

“Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut ! “

Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud.

Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.

Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.

Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.

***

Suatu rangkaian kata atau kalimat, agar benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya menerapkan beberapa “aturan” sebagai berikut ini :

Client Language Preference

Pergunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh Subyek, dalam hal ini adalah “bahasa ibu” dari Subyek, serta kosa kata & istilah yang dipahami oleh Subyek.

Pacing – Leading

Secara sederhana dalam kaidah hipnotis, Pacing berarti “fakta” dan Leading berarti “saran”. Kalimat-kalimat hipnotis adalah kalimat saran yang diselipkan diantara kalimat fakta.

Repetition

Lakukan pengulangan-pengulangan di kata dan kalimat penting, karena pengulangan akan lebih efektif dalam “menembus” pikiran bawah sadar.

***

Selanjutnya cara membawakan sugesti ini juga sangat berpengaruh terhadap efektifitas sugesti, yang dimaksud cara adalah penggunaan intonasi, jeda, dsb.

Secara umum tidak ada kaidah “salah” atau “benar” dalam membawakan suatu sugesti, akan tetapi yang lebih penting adalah sugesti tersebut dapat dibawakan secara alamiah, sesuai dengan gaya dasar dari Hypnotist. Meniru gaya seorang Hypnotist lain tidak dilarang, tetapi tidak disarankan jika ternyata hal ini merubah pola alamiah dari Hypnotist.

Tinggalkan sebuah Komentar
PROSES MASUKNYA INFORMASI KE BAWAH SADAR (HYPNOSIS)

Januari 8, 2010 pada 4:33 am (Uncategorized) · Sunting

April 1, 2008 · admin · Jump to comments

Oleh : Yan Nurindra

Dalam kehidupan riel, kita berhubungan dengan dunia luar melalui data yang terdiri dari (1). Visual (pandangan) (2). Audio (suara) (3). Kinestetik (rasa) (4). Gustatori (rasa pengecapan) (5). Olfaktori (bau). Secara sederhana Panca Indera adalah pintu masuk dari data ini memasuki diri kita.

Seluruh data tidak akan langsung masuk ke Pikiran Bawah Sadar, tetapi diproses terlebih dahulu oleh suatu perangkat yang berfungsi sebagai penyaring, yaitu Critical Area. Di beberapa literatur sering juga perangkat ini disebut sebagai RAS (Reticular Activating System). Walaupun sedikit berbeda, akan tetapi secara sederhana dapat dianggap memiliki fungsi yang sama. Berikutnya untuk mempermudah kita namakan saja perangkat ini sebagai Filter Pikiran Bawah Sadar.

Sesuai dengan fungsinya, maka Filter ini akan menyaring data yang masuk dari dunia luar, melalui mekanisme penyaringan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : fokus, minat, nilai etika & moral, dan keaktifan dari Pikiran Sadar.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang kita kagumi berbicara, misalkan seorang tokoh bisnis, maka kita akan menjadi sangat fokus, dimana pada saat fokus inilah Filter Pikiran Bawah Sadar akan lebih terbuka, sehingga seluruh informasi yang disampaikan akan cenderung lebih mudah memasuki diri kita, terlepas apakah informasi tersebut benar atau salah.

Contoh lainnya adalah saat kita mengendarai mobil dan menunggu giliran lampu merah, maka secara rileks mungkin mata kita memandang sekeliling. Pada saat inilah citra (image) seluruh benda yang kita pandang akan cenderung lebih mudah untuk memasuki Pikiran Bawah Sadar, termasuk papan iklan yang mungkin menawarkan berbagai produk.

Kondisi pada saat Filter Pikiran Bawah Sadar berkurang keaktifannya disebut juga sebagai keadaan Hipnosa, atau Hypnos. Dimana selanjutnya akan kita sadari bahwa keadaan Hipnosa merupakan keadaan alamiah kita sehari-hari, atau dengan kata lain kita sangat sering keluar dan masuk kondisi Hipnosa ini.

Dalam Formal Hypnosis (Genuine Hypnosis), keterampilan seorang Hypnotist adalah membuat Filter orang lain menjadi berkurang keaktifannya, sehingga sugesti akan lebih mudah memasuki Pikiran Bawah Sadar yang bersangkutan, atau dengan kata lain seorang Hypnotist trampil untuk membawa seseorang ke kondisi Hipnosa.

Teknik yang diterapkan oleh seorang Hypnotist dalam mempengaruhi Filter orang lain adalah melalui komunikasi yang sangat persuasif, b

HIPNOTIS

Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari ?

Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :

“Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut ! “

Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah bahwa Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud.

Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.

Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.

Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya Authoritarian dan gaya Permissive. Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.

***

Suatu rangkaian kata atau kalimat, agar benar-benar menghasilkan efek sugesti, maka sebaiknya menerapkan beberapa “aturan” sebagai berikut ini :

Client Language Preference

Pergunakan kata dan kalimat yang dipahami oleh Subyek, dalam hal ini adalah “bahasa ibu” dari Subyek, serta kosa kata & istilah yang dipahami oleh Subyek.

Pacing – Leading

Secara sederhana dalam kaidah hipnotis, Pacing berarti “fakta” dan Leading berarti “saran”. Kalimat-kalimat hipnotis adalah kalimat saran yang diselipkan diantara kalimat fakta.

Repetition

Lakukan pengulangan-pengulangan di kata dan kalimat penting, karena pengulangan akan lebih efektif dalam “menembus” pikiran bawah sadar.

***

Selanjutnya cara membawakan sugesti ini juga sangat berpengaruh terhadap efektifitas sugesti, yang dimaksud cara adalah penggunaan intonasi, jeda, dsb.

Secara umum tidak ada kaidah “salah” atau “benar” dalam membawakan suatu sugesti, akan tetapi yang lebih penting adalah sugesti tersebut dapat dibawakan secara alamiah, sesuai dengan gaya dasar dari Hypnotist. Meniru gaya seorang Hypnotist lain tidak dilarang, tetapi tidak disarankan jika ternyata hal ini merubah pola alamiah dari Hypnotist.

Tinggalkan sebuah Komentar
PROSES MASUKNYA INFORMASI KE BAWAH SADAR (HYPNOSIS)

Januari 8, 2010 pada 4:33 am (Uncategorized) · Sunting

April 1, 2008 · admin · Jump to comments

Oleh : Yan Nurindra

Dalam kehidupan riel, kita berhubungan dengan dunia luar melalui data yang terdiri dari (1). Visual (pandangan) (2). Audio (suara) (3). Kinestetik (rasa) (4). Gustatori (rasa pengecapan) (5). Olfaktori (bau). Secara sederhana Panca Indera adalah pintu masuk dari data ini memasuki diri kita.

Seluruh data tidak akan langsung masuk ke Pikiran Bawah Sadar, tetapi diproses terlebih dahulu oleh suatu perangkat yang berfungsi sebagai penyaring, yaitu Critical Area. Di beberapa literatur sering juga perangkat ini disebut sebagai RAS (Reticular Activating System). Walaupun sedikit berbeda, akan tetapi secara sederhana dapat dianggap memiliki fungsi yang sama. Berikutnya untuk mempermudah kita namakan saja perangkat ini sebagai Filter Pikiran Bawah Sadar.

Sesuai dengan fungsinya, maka Filter ini akan menyaring data yang masuk dari dunia luar, melalui mekanisme penyaringan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : fokus, minat, nilai etika & moral, dan keaktifan dari Pikiran Sadar.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang yang kita kagumi berbicara, misalkan seorang tokoh bisnis, maka kita akan menjadi sangat fokus, dimana pada saat fokus inilah Filter Pikiran Bawah Sadar akan lebih terbuka, sehingga seluruh informasi yang disampaikan akan cenderung lebih mudah memasuki diri kita, terlepas apakah informasi tersebut benar atau salah.

Contoh lainnya adalah saat kita mengendarai mobil dan menunggu giliran lampu merah, maka secara rileks mungkin mata kita memandang sekeliling. Pada saat inilah citra (image) seluruh benda yang kita pandang akan cenderung lebih mudah untuk memasuki Pikiran Bawah Sadar, termasuk papan iklan yang mungkin menawarkan berbagai produk.

Kondisi pada saat Filter Pikiran Bawah Sadar berkurang keaktifannya disebut juga sebagai keadaan Hipnosa, atau Hypnos. Dimana selanjutnya akan kita sadari bahwa keadaan Hipnosa merupakan keadaan alamiah kita sehari-hari, atau dengan kata lain kita sangat sering keluar dan masuk kondisi Hipnosa ini.

Dalam Formal Hypnosis (Genuine Hypnosis), keterampilan seorang Hypnotist adalah membuat Filter orang lain menjadi berkurang keaktifannya, sehingga sugesti akan lebih mudah memasuki Pikiran Bawah Sadar yang bersangkutan, atau dengan kata lain seorang Hypnotist trampil untuk membawa seseorang ke kondisi Hipnosa.

Teknik yang diterapkan oleh seorang Hypnotist dalam mempengaruhi Filter orang lain adalah melalui komunikasi yang sangat persuasif, b

Tinggalkan komentar »
Biografi saya
Posted in Tak Berkategori on 23 Juli 2010 by agung

Nama : AGUNG AGUS KUNCARA
ALAMAT : Perum Margo Asri Rt.02 Rw 09 Karangmalang Sragen
Pekerjaan : PNS
Kantor : BKD Kab Sragen
HP : 081229718363
Email : agoenxz.texaz@yahoo.com

Tinggalkan komentar »
TENTANG BLOK SAYA
Posted in Tak Berkategori on 21 Juli 2010 by agung

Blog saya berbicara masalah Kesehatan Alternatif yang berorientasi pada Pemberdayaan Instrumen Tubuh yang meliputi : Olah FisiK, Olah Jiwa, Olah Pikir dan Olah Nafas. Di sini saya memanfaatkan Senam Hatha Yoga dan Hypnoterapy untuk pemberdayaan kesehatan tersebut. Di dalam gerakan senam Yoga semua gerakan yang ada membentuk otot menjadi lentur dan memperbaiki tata syaraf yang rusak dan membentuk daya tahan tubuh, sedangkan Hypnotherapy berfungsi membebaskan penyakit yang disebabkan oleh faktor Psikys. Apabila ingin Sehat dan Bugar secara optimal bergabunglah bersama saya di “SEN-HATMANANI”

Email :agoenxz.texaz@yahoo.com
HP : 081229718363

HERBAL

TANAMAN OBAT – KEMUNING
Murraya paniculata (L.) Jack.

KLASIFIKASI : Kemuning disebut Murraya paniculata (L.) Jack Termasuk ke dalam famili tumbuhan Rutaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jenar, kamoneng, tajuman, kalajeni, kahabar, karizi, sukik, haumi, kayu gading, kamoni dan palopo.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
Daun : Mengandung cadinene,methyl anthranilate, bisabolene, betha-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicilate, s-quaiazulene, osthole peniculatin,coumurrayin.
Kulit : Mengandung mexotionin,5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
Bunga : Scopoletin.
Buah : Semi-alfa-carotenone.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat. Rasa pedas, pahit, hangat. Masuk meridian jantung, lever dan paru-paru. Pematirasa, penenang, anti-radang, menghilangkan bengkak, anti rematik, melancarkan peredaran darah, anti-tiroida.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bisul. Akar kering 30 gram dicuci bersih, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai menjadi 1 gelas, setelah dingin diminum.
2. Rematik, memar terpukul. Akar kering 15 – 30 gram dicuci bersih, kemudian digodok dengan arak dan air, minum.
3. Sakit gigi. Minyak dari kulit batang kemuning yang dibakar, dioleskan kedalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter gigi untuk ditambal.
4. Menguruskan badan. Segenggam penuh daun kemuning ditambah segenggam penuh daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan 1/2 jari kelingking temu giring, ditumbuk halus sambil ditambahkan 1 cangkir air, kemudian diperas dengan sepotong kain. Minum pagi-pagi sebelum makan.
5. Infeksi saluran kencing. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).
6. Datang haid tidak teratur. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).
TANAMAN OBAT – KETEPENG CINA
Cassia alata L.

KLASIFIKASI : Ketepeng cia disebut Cassiaalata L, termasuk ke dalam famili Leguminosae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun kupang,daun kurap, ketepeng badak, ki manila, saya mara atau kupang-kupang.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l : Rein aloe-emodina, rein aloe-emodina-diantron, rein,aloe-emodina, asam krisofanat dan tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebut bahwa tanaman ini memiliki sifat rasa pedas, hangat, insektisidal, menghilangkan gatal-gatal, pencahar, obat cacing, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi diperoleh dari penggunaan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Panu, kurap, eksema. Satu genggam daun ketepeng cina segar ditambah sedikit tawas (atau 1 sendok makan kapur sirih) dilumatkan, kemudian digosokkan kuat-kuat pada kulit yang sakit, 2 x sehari.
2. Sembelit. Daun muda segar 7 lembar ditambah 2 gelas air, didihkan sampai 1 gelas, minum sekaligus.
3. Sariawan. Daun 4 lembar dicuci bersih lalu dikunyah dengan garam secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit, kemudian airnya ditelan ampasnya dibuang.
4. Cacing kremi pada anak. Daun 7 lembar ditambah asam secukupnya (untuk menghilangkan bau) ditambah 2 sendok teh bubuk akar kelembak (Rheumofficinale Baill), direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, saring, sesudah hangat minum.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

TANAMAN OBAT – KI TAJAM / DANDANG GENDIS
Clinacanthus nutansLindau.

KLASIFIKASI :
Ki tajam disebut Clinacanthusnutans Lindau atau Clinacanthus burmanii termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ki tajam, dandang gendis atau gendis.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudahdiketahui antara lain :
- saponin
- polifenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
- mengefektifkan fungsi kelenjar tubuh,
- meningkatkan sirkulasi
- diuretik,
- anti demam.
- anti diare

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Susah kencing.
Daun segar 15 gram,direbus dengan air 1 gelas selama 15 menit, dinginkan kemudian disaring, minum sekaligus.
2. Kencing manis.
Daun segar 7 lembar (sakit ringan / gejala awal) atau 21 lembar (sakit berat ) direbus dengan air 2 gelas sampai tinggal satu gelas, dinginkan, minum dua kali sehari.
3. Disentri.
Daun segar segenggam direbus dengan 5 gelas air jadi 3 gelas, minum 3 x 1 gelas.

Catatan :
- Resep nomordua tidak tercatat dalam literatur tetapi biasa digunakan di Jawa.
- Efek abortivum tanaman ini belum diketahui oleh karena itu wanita hamil sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan stek. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

TANAMAN OBAT – KI TOLOD
Isotoma longiflora Presl.

KLASIFIKASI : Ki Tolod disebut Isotoma longiflora Presl.. atau Laurentia longiflora (L) Petern termasuk ke dalam famili tumbuhan Campanulaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerahki tolod, daun tolod, kendali, sangkobak, aantingan, kitombe, kuweung, ramo keuyeup, manikan, polo, bunga bintang. Nama asingnya Ster van Bethlehem, melksterretje, mort a cabri atau quebec. Dan nama simplisianya Tolod.
SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin dan isotomin.
EFEK FARMAKOLOGIS : Getahnya beracun, anti radang, anti neoplastik, anti inflamasi, analgesik dan hemostatik.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, bungadan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sakit gigi. Dua lembar daun dicuci bersih lalu ditumbuk halus, taruh pada lubang gigi yang sakit.
2. Asma, bronchitis, radang tenggorok. Tiga lembar daun dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan2 kali sehari, pagi dan sore.
3. Luka. Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tempelkan pada luka lalu dibalut dengan kain bersih. Ganti 2 – 3 kali sehari.
4. Obat kanker. Daun 3 lembar, berikut batangnya, direbus dengan 5 gelas air hingga menjadi 1 – 2 gelas dengan api kecil. Air rebusan diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari.
Catatan : Tanaman ini beracun. Untuk sekali minum tidak boleh lebih dari 3 lembar daun.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – KROKOT
Portulaca oleracea L.

KLASIFIKASI : Krokot disebut Portulacaoleracea L. atau PortulacaLaevis Wall termasuk ke dalam famili tumbuhan Portulacaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah gelang, re sereyan antara lain jalu-jalu kiki.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Kcl, KSO4, KNO3, Nicotinic acid, tanin, saponin, vit.A,B,C, l-noradrenalin, noradrenalin, dopamin, dopa.

EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa masam. Menurunkan panas (antipyretik), menghilangkan sakit (analgetik), peluruh kencing (diuretik), anti toksik, penenang(sedative), menurunkan gula darah, anti skorbut (karena kekurangan vitamin C), menguatkan jantung (cardiotonic), menghilangkan bengkak dan melancarkan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tumbuhan, segar atau yang telah dikeringkan. Cara mengeringkan; dicuci bersih, diuapkan lalu dijemur kemudian digiling menjadi bubuk untuk disimpan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Radang akut usus buntu.
a. Ambil herba segar segenggam, dicuci bersih lalu ditumbuk dan diperas sampai terkumpul 30 ml. Tambahkan gula putih secukupnya dan air matang yang sudah dingin sampai menjadi 100 ml, minum. Lakukan 3 kali sehari.
b. Krokot dan jombang (Taraxacum officinale) masing-masing 60 gr, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dibagi untuk 3 kali minum.
2. Luka digigit lipan. Herba segar setelah dicuci bersih, ditumbuk halus, lalu diperas. Airnya dipakai untuk mengoles luka bekas gigitan.
3. Borok, eksema, radang kulit. Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk halus, tambahkan sedikit garam. Dipakai untuk menurap bagian yang sakit.
4. Disentri. Herba segar 550 gram diuapkan selama 3 – 4 menit, lalu ditumbuk halus dan diperas, sampai terkumpul air perasannya kira-kira 150 cc. Minum sebanyak 50 cc, sehari 3 kali.
5. Sakitkuning, radang gusi. Krokot200 gram digodok, minum airnya
6. Demam. Krokot direbus sebentar tetapi tidak boleh terlalu matang, makan.
7. Gugup, gelisah. Herba segar dikukus sebentar lalu digiling halus, peras. Minum air perasannya.
8. Jantung berdebar. Tanaman krokot 4 batang dicuci lalu digiling, tambah 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok makan madu, diperas dan disaring lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
9. Bisul. Minum teh krokot setiaphari.
10. Kencing darah. Krokot 100 gram dan daun sendok 25 gram, digodok, minum.
11. Radang payudara.
12. Wasir berdarah.
13. Badan sakit dan pegal.
14. Gangguan sistem saluran kencing. Untuk 11 s/d 14 pemakaian untuk minum, Herba segar 9 – 13 gram digodok dan diminum, atau 60 – 120
gram bahan segar dilumatkan, lalu diperas dan airnya diminum.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai. Sudah dibuat obat paten.
TANAMAN OBAT – KUNYIT
Curcuma longa Linn.

KLASIFIKASI : Kunyit disebut Curcuma longa Linn. Atau C domestica Val. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kunyir, koneng temen, kunir, cahang, hunik, kunyik, atau kurlai. Nama asingnya tumeric. Nama simplisia rhizoma curcuma longae.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Azadirachtin, minyak gliserida, asam asetiloksifuranil-dekahidrotetrametil-oksosiklopentanatolfuran Asetat – keton; heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat, rasa pahit (kecuali daging buah manis), netral, anti diabetis, anti diare, anti piretik dan antibilious, merangsang / mengaktifkan kelenjar-kelenjar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Demam. Rimpang segar 20 gr dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ gelas air matang lalu diaduk merata, peras dengan sepotong kain. Air perasannya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
( Saran 3×1 kapsul per hari )
2. Dispepsia (perut kembung,nyeri, mual, tidak nafsu makan). Rimpang segar 50 g dibersihkan lalu diparut. Tambahkan 3 sendok air, aduk merata lalu dipeas dan disaring, dibagi untuk 3 kali minum.
3. Terlambat haid. Rimpang kunyit dan daun sri gading masing-masing 15 gr, biji pala dan kapulaga 10 g ketumbar, jinten hitam dan cengkeh masing-mssasing 5 g, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai tersisa 1 gelas. Setelah disaring, dibagi untuk tigal kali minum.
4. Eksim. Rimpang yang tua sebesar ibu jari, diparut. Tambahkan satu sendok teh air kapur sirih dan perasan 1 buah jeruk nipis, aduk sampai merata, oleskan pada bagian tubuh yang sakit.
5. Keputihan. Kunyit sebesar ibu jari yang cukup tua dikupas dan diparut. Tambahkan ¾ cangkir larutan air asam dan gula jawa, aduk merata. Peras dengan sepotong kain, minum. Lakukan tiap hari.
6. Radang rahim, radang usus buntu, hepatitis dan sakit kuning. Rimpang ½ jari, cuci, parut. Tambahkan 2 sendok makan air dan 1 sendok makan madu. Peras, saring, minum 3 kali sehari.
7. Gatal akibat cacar air. Ambil segenggam daun asam dan sepotong kunyit. Setelah dicuci, digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan ke bagian yang gatal.
8. Radang gusi. Tiga potong gambir dan ½ jarikunyit dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 2 gelas air, sampai tersisa satu gelas. Pakai untuk kumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.
9. Radang amandel. ½ jari kunyit dicuci, diparut, tambahkan 2 sendok makan air. Aduk sampai merata lalu diperas. Air perasannya ditambah 1 butir kuning telor ayam dan sedikit air kapur sirih. Adonan dikocok merata lalu diminum. Lakukan 1-2 kali sehari.
10. Tekanan darah tinggi. Rimpang ½ jari,diparut, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk, peras dan minum. Lakukan sehari dua sampai tiga kali.
TANAMAN OBAT – LANDEP
Barleriae prionitis L.

KLASIFIKASI :
Landep disebut Barleriae prionitis termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga landak dan jarong kemban.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
- glukosida dan sedikit damar,
- kalium dan silikat.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
Rasa pahit, bau agak lemah, anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rematik, encok.
Daun kering 2 – 5 gram direbus, minum seperti teh.
2. Kurap.
Akar ditumbuk dan ditempelkan untuk kurap.
3. Mencegah kerusakan.
Daun direbus untuk kumur.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan benih atau stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat terbuka atau sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – LANDEP
Barleriae prionitis L.

KLASIFIKASI :
Landep disebut Barleriae prionitis termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga landak dan jarong kemban.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
- glukosida dan sedikit damar,
- kalium dan silikat.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
Rasa pahit, bau agak lemah, anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rematik, encok.
Daun kering 2 – 5 gram direbus, minum seperti teh.
2. Kurap.
Akar ditumbuk dan ditempelkan untuk kurap.
3. Mencegah kerusakan.
Daun direbus untuk kumur.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan benih atau stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat terbuka atau sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – LENGLENGAN
Leucas lavandufolia Smith.

KLASIFIKASI : Lenglengan disebut Leucas lavandufolia Smith. atau L. linifolia Spreng. termasuk ke dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah paci-paci, daun setan atau plengan.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l. :
Daun : minyak atsiri.
Daun dan akar : saponin, flavonoida dan tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini bersifat; memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Penenang dan antiseptik.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sukar tidur. Daun segar 15 g dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan dibagi menjadi dua bagian.
2. Sukar tidur, rasa gelisah. Bantal kepala untuk tidur diisi dengan daun yang telah dikeringkan.
3. Epilepsi. Daun segar ¾ genggam,cuci,rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari x ½ gelas.
4. Kejang panas pada anak. Segenggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambah air garam aduk menjadi adonan seperti bubur, lalu gunakan untuk melumur badan anak yang sedang kejang.
5. Sakit kepala gelisah. Daun segar 1 genggam dicuci lalu dgiling halus,tambahkan 1 cangkir air bersih. Dipakai untuk me-ngompres kepala dengan handuk kecil yang dibasahi dengan ramuan tadi. Lakukan 3 kali sehari.
6. Batuk rejan. Satu batang tanaman berikut akarnya dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 x ½ gelas.
7. Difteri. Daun berikut bunga ½ genggam, daun jinten ⅓ genggam, asam trengguli 1 jari, 1 sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas airbersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, dipakai untuk berkumur dalam mulut dan tenggorokan selama 2 – 3 menit, lalu dibuang.
8. Cacing kremi. Daunsegar 3/4 genggam dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x ¾ gelas.
9. Jantung berdebar. Daun 3 genggam dicuci laludirebus dengan 15 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mandi berendam. Lakukan 2 kali sehari.
10. Luka, koreng, kudis. Satu batang tanaman segar dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Dipakai untuk mencuci luka, koreng atau kudis.
TANAMAN OBAT – LIDAH BUAYA
Aloe vera L.

KLASIFIKASI : Lidah buaya disebut Aloevera L atau Abarbadensis Mill.,Aloe vulgaris Lamk. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah letah buaya (Suda) atau ilat baya (Jawa).

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :
- Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin dan aloesin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; pahit, dingin. Berfungsi sebagai Anti radang, pencahar (laxative), parasitide. Herba ini masuk meridian hati dan pankreas. Memperbaiki pankreas.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Daun, bunga, akar dan pemakaian segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing manis (DM). 1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas. Minum 3 x ½ gelas sehabis makan.
2. Batuk rejan. Daun sekitar 15 – 18cm, direbus dan ditambah gula, minum.
3. Syphilis. Bunga lidah buaya ditambah daging, rebus, minum.
4. Cacingan, susah buang air kecil. Akar kering 15-30 gr, direbus, minum.
5. Luka terpukul, luka dalam (muntah darah). Bunga kering 10– 15 gr, direbus, minum.
6. Kencing darah. Daun lidah buaya 15 gr diperas, ditambah 30 gr gula, tambah air beras secukupnya, minum.
7. Wasir. Daun setengah, dibersihkan durinya, dicuci, parut. Tambah ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.
8. Sembelit. Daun separuh, cuci, buang kulit dan durinya. Isi dicincang, seduh dengan ½ cangkir air panas tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

Kontra Indikasi : Wanita hamil atau sedang haid, penderita gangguan sistem pencernaan dan penderita diare, dilarang makan obat ini.
Catatan : Bila akan dikombinasikan dengan obat lain maka bahan ini jangan direbus tetapi harus dibuat pil atau bubuk.
TANAMAN OBAT – MENIRAN
Phyllanthus urinaria Linn

KLASIFIKASI : Meniran disebut Phyllanthusurinaria Linn. untuk yang batangnya berwarna hijau kemerahan, atau Phyllanthus niruri untuk yang batangnya berwarna pucat. Termasuk dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Memeniran atau meniran merah.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : lignan (Filantin, hipofilantin, nirantin, lintetratin), flavonoid (quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutin, kaempferol-4, rhamnopynoside), alkaloid, triterpenoid, asam lemak (asam ricinoleat, asam linoleat, asam linolenat), vitamin C, kalium, damar, tanin, geraniin, phyllanthin dan hypophyllanthin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, anti hepatotoksik, anti bakteri terhadap Escherichiacoli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldosereductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak asam dan sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Seluruh tanaman yang kering dengan dianginkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nephritic edema. (Radang ginjal dengan protein dalam air seni.) Setengah genggam daun meniran ditambah tiga gelas air; rebus sampai tiga perempatnya, ditambah madu. Sehari 3 kali tiga-perempat gelas minum. (Saran 3x 2 kapsul perhari, minum banyak air)
2. Susah kencing. disertai sakit perut/pinggang. Tanaman segar 7 , rebus 2 gelas sampai 1 gelas. Sehari kali sepertiga gelas. (Saran 2x 1 kapsul per hari, minum banyakair)
3. Nyeri buang air kecil. Lima batang meniran berikut akarnya, direbus dalam 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, minum. (Saran 2×1 kapsul per hari, minum banyak air)
4. Batu ginjal. Satu sendok bubur daun kumis kucing ditambah tujuh batang meniran (+ akar) direbus dalam dua gelas air menjadi satu gelas. Sehari 3 kali sepertiga gelas. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
5. Disentri. Herba segar 30 – 60 gram direbus. (Saran 3x 2 kapsul per hari)
6. Hepatitis. Herba segar 30 – 60 gramdirebus. Minum sehari sekali. (Saran 3x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
7. Rabun senja. Herba segar 15 – 20 gram tambah hati ayam, tim.
8. Bisul di kelopak mata. Air rebusan meniran untuk cuci mata.
9. Rheumatik. Minum rebusan air meniran. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
10. Digit anjing gila. Herba 4-6gr, direbus, minum. Tempeli luka dengan tanaman digiling dicam¬pur nasi.
11. Sakit ayan. Daun meniran 3/4 genggam, direbus dengan air bersih 5 gelas, sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Minum 3 kali 3/4 gelas per hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
12. Kencing manis. (Saran 3×1 kapsul per hari)
CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dipindahkan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – MIMBA
Azadirachta indica Juss.

KLASIFIKASI : Mimba disebut Azadirachta indica Juss. Termasuk dalam famili tumbuhan Meliaceae. Tanaman ini dengan nama daerah imbo, alembha, memphauh, intaran, margo sier, neem tree, nimba.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antaralain : Azadirachtin, minyak gliserida, asam (asetiloksifuranil, dekahidrotetrametil, oksosiklopentanatolfuran, Asetat, keton (heksahidro, hidroksitetrametil, fenantenon (nimbol)).

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa pahit (kecuali daging buah manis), netral, anti diabetis, anti diare, anti piretik (penurun panas) dan anti bilious, merangsang / mengaktifkan kelenjar-kelenjar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, biji, kulit kayu dan kayu.

UJI KLINIK/PRA KLINIK
1. Uji klinik terhadap penderita scabies (penyakit kulit). Sebanyak 814 penderita diberi campuran antara mimba dan kunyit Curcuma longa menunjukkan kesembuhan 97%. Dan tidak ada efek racun dalam pengamatan.(P.5)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing manis. Tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring dan minum, (3-4 gelas/ hari). Diulang menurut kebutuhan. (Saran 3×1 kapsul per hari)
2. Disentri, diare. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Dinginkan, saring dan minum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
3. Malaria. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagisore. Diulang menurut kebutuhan.
4. Masuk angin. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
5. Eksim, gudig. Cuci dengan air rebusan daun mimba.
6. Sindap, ketombe. Keramas dengan air rebusan daun mimba.
7. Hepatitis, Gagal lever. Kulit batang atau kulit akar,direbus, minum atau, tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, sore. Diulang menurut kebutuhan. ( Saran 3×1 kapsul per hari )
8. Kanker lever. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, sore. Diulang menurut kebutuhan. ( Saran kapsul 3×1 kapsul per hari )
9. Jerawat. Tujuh lembar daun direbusdengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas, minum 3×1 gelas perhari. ( Saran 3×1 kapsul per hari )
PERINGATAN : Wanita hamil dilarang minum obat ini. Resep no: 9 berdasarkan pengal
TANAMAN OBAT – MURBEI
Morus alba L.

KLASIFIKASI :
Murbei disebut Morusalba L atau Morus indica L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Moraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah murbei, kerto atau kitau.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
Secara umum tumbuhan ini mengandung : alkaloida, flavonoida dan polifenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
rasa dingin, diuretik, anti demam dan anti hipertensi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Peluruhair seni.
Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.
2. Demam.
Daun segar 50 gram direbus dengan 3,5 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.
3. Malaria.
Daun segar 50 gram direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.
4. Tekanan darah tinggi.
Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.

TANAMAN OBAT – NANAS KERANG
Rheo discolor (L.Her.) Hance.

Nanas kerang dapat tumbuh mencapai tinggi 60 cm. Daun berdaging, bagian bawah ungu, bunga putih, tanaman tegak menaik. Banyak dipakai sebagai tanaman hias. Dibudidayakan di Jawa.

KLASIFIKASI : Nanas Kerang disebut Rheo discolor (L.Her.) Hance atau Rhoeo spathacea Swartz termasuk ke dalam famili tumbuhan Commelinaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama Oyster Plant.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini belum banyak diketahui.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa manis, sejuk, anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare dan membersihkan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun dan bunga dalam keadaan segar atau kering.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman inidapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bronchitis, batuk rejan, batuk berdahak, flu dan disentri.
Bunga 20 – 30 kuntum, direbus, minum.
2. TBC kelenjar, mimisan. Daun15 – 30gram, rebus, minum.
3. Acutebronchitis, muntah darah.
Daun segar 10 helai atau 20 – 30 kuntum bunga ditambah gula batu,ditim.
4. Berak darah (melena). Daun segar 10 – 15 helai atau 20 -50 kuntum bunga kering ditambah gula enau, direbus, dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan anakan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.

TANAMAN OBAT – PACING
Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith.

KLASIFIKASI : Pacing disebut Costusspeciosus (Koenig) atau Costus loureiri Horan termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tabar-tabar, setawar, tepung tawar, lingkuwas atau muri-muri.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one, 5alfa-stimast-9(11)-en3beta, 24-hydroxytriacontan-26-one dan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Kandungan kimia tersebut diatas adalah bahan baku obat kontrasepsi (anti hamil)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifatmasam, pedas, sejuk, sedikit toxic (beracun). Peluruh air kemih (diuretik), anti toxic, menghilangkan gatal(anti pruritus), peluruh keringat (anti piretik).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan rimpang. Setelah dicuci bersih,dipotong tipis-tipis, kukus, keringkan. Umbi mentah : beracun. Selain itu digunakan juga batangnya.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nephriticedema, air kemih sedikit.Pacing 30 gr, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
2. Mencegah kehamilan. Rimpang kering 10 gr ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
3. Digigit ular. Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
4. Bengkak karena penyakit ginjal akut. Pacing 15 gram direbus, minum.
5. Eczema, gatal-gatal. Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
6. Radang mata. Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian diperas dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3 – 4 kali per hari sebanyak 2 tetes.
7. Mencucidan memperbaiki pertumbuhan rambut. Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur,satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
8. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema). Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
9. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing.
Rimpang kering 3 – 10 gram digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang pakai.

Efeksamping : rimpang mentah beracun, kelebihan dosis akan menimbulkan gejala muntah, mencret dan pusing. Bila terjadi gangguan tersebut di atas, dianjurkan untuk mengunyah 6 gr kayu manis (glycyrrhiza uralensis) dan telan sarinya.

TANAMANOBAT – PATIKAN KEBO
Euphorbia hirta L.

KLASIFIKASI : Patikan kebo disebut Euphorbia hirta L. atau E. capitata Wall. termasuk ke dalamfamili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun biji kacang, gelang susu, nangkaan,patikan jawa, kak-sekakan dan sosononga.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :- Myricyl alkohol,taraxerol, friedlin, betha amyrin, beta sitosterol, beta eufol, euforbol,triterpenoid eufol, tirukalol, eufosterol, hentriacontane, flavonoid, tanin,elagic acid (bunga)..

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki rasa agak pahit dan asam, sejuk, sedikittoxic (beracun). Anti inflamasi, peluruhair seni dan menghilangkan gatal (antipruritic).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA:
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagaiberikut :
1. Disentri. Patikan kebo 15 – 24 gram ditambah gula pasir (bila berdarah) atau gula enau (bila berlendir), tambah air secukupnya, ditim, minum.
2. Melancarkan kencing. Tanaman segar 30- 60 gram, tambah air secukupnya, rebus, minum 2 x sehari
3. Abses paru, bronchitis kronis. Satu genggam tanaman, dilumatkan, tambah air, kemudiandiperas jadi 1/2 mangkuk, minum.
4. Abses payudara. Patikan kebo segar 60 gram ditambah 120 gram tahu putih, di tim, makan.
5. Thypus abdominalis. Herba segar 30 – 150 gram direbus dengan air secukupnya, 3 kali sehari.
6. Tinea pedis, eksim. Herba segar 90 gr ditambah 1/2 liter alkohol 70 %, direndam 3-5 hari, untuk cuci.
7. Radang ginjal ( Pyelitis, nephritis ). Tanaman kering 6-9gram atau segar 30 – 60 gram, rebus, minum.
8. Radang tenggorok. (TB88). Daun secukupnya, disedu dengan air panas, pakai untuk kumur-kumur.
9. Asma. 1 genggam daun patikan kebo kering, direbus dengan 2 – 3 gelas air mendidih, disaring dandiminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.
10. Radang kelenjar susu atau payudara bengkak. Satu genggam daun patikan kebo dan 2 sendok kedelai direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Catatan : Efek samping : jika terdapat gejala keracunan yaitu mencret, maka pengobatannya yaitu 9 gram kayu manis (Glycyrrizha uralensis) +12 gram Lonicera macrantha DC ditambah 1/2 mangkuk air putih, direbus menjadi 1 mangkuk, minum.

TANAMAN OBAT – PEGAGAN
Centella asiatica

KLASIFIKASI : Pegagan disebut Centella asiatica (L.) Urban, atau Hydrocotyleasiatica termasuk kedalam famili tumbuhan Umbelliferae atau Apiaceae. Nama daerahnya; rumput kaki kuda, antanan gede, panegowang, tikusan, pagaga, piduh, kori-kori, gagan-gagan atau kisu-kisu. Nama di luarnegeri: Gotu kola, takip-kohot, Brahma Buti, Indian Hydrocotyle/ Indian Pennywort.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : Manis,sejuk. Anti infeksi, Anti racun, Penurun panas, Peluruh air seni ( Diuretikum), Anti lepra, Anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit. Anti lepradan anti sifilis berasal daritriterpenoida; asiaticoside dan vellarine. Daun sebagai astringensia dan tonikum. Pegagan dikenal untuk revitalisasi sel tubuh dan untukkesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA :
1. Infeksi batu sal. kencing/kencing keruh. Rebus 30g segar dgn air berasbilasan II. (Kapsul 3×2 kapsul per hr)
2. Susah kencing. Lumatkan 30 gpegagan segar, tempel di pusar. (Saran 3×1 kapsul per hari)
3. Pembengkakan hati. Rebus240 – 600 g pegagan segar, minum rutin. (Saran 3×3 kapsul per hari)
4. Campak. Rebus 60 – 120 g pegagan segar, minum secara rutin. (Saran3x2 kapsul hari)
5. Bisul. Pegagan segar 30 – 60 gram, direbus, minum. Pegagan segar lumatkan, tempel.
6. Mata merah, bengkak. Pegagan, dilumatkan, diperas,airnya disaring. Teteskan ke mata, 3-4 x sehari.
7. Batuk darah, muntah darah, mimisan. Rebus 60 – 90 g segar, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
8. Batuk kering. Segenggam segar dilumatkan , peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya, minum
9. Demam, Radang amandel, Sakit tenggorok, Bronchitis. Segenggam penuh pegagan segar ditumbuk, tambah sedikt air dan garam,saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.
10. Darah tinggi. Daun 20 lbr pegagan direbus 3gelas jadi 2 1/4, minum 3 kali 1/4 gelas. (Saran 3×2 kapsul/hr)
11. Wasir. Rebus 4 – 5 pohon pegagan, 2gelas, 5 menit. Minum. (Saran 3×2 kapsul hari)
12. Keracunan gelsemium elegans, arsenic. Rebus 15 – 30 gram pegagan segar, minum.
13. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan. Rebus 15-30 g segar, minum (Saran 3×1 kapsul per hari)
14. Lepra. Rebus 15-30 g pegagan segar, minum. Tumbuk 30 gram daun ditambah jinten hitam 25 gr, dan cuka jawa 1 sdm dan tempelkan ke tempat sakit.
15. Panas. Rebus segenggam pegagan bersama 3 butir adas, sepotong kulit batang pulosari, sesiung biji bawang merah, dan tiga cangkir air sampai menjadi satu cangkir, saring, minum.
16. Batuk asma. Tumbuk 1 geng.peg.+ 7 daun randu, + air 1 cangkir + gula batu, saring, minum tiap pagi. Tumbuk pegagan, patikankebo, kencur, + secangkir air, saring, + gula batu, aduk, minum tiap pagi.
17. Sakit kepala. Segenggam daun pegagan rebus + 1/4 sendok jinten + segelas air jadi 1/2, saring, minum.
18. Typhus. Segenggam pegagan, 1/2 genggam daun jintan dan 5 batang tapak liman. Semua dikukus untuk diambil airnya. Minum bersama satu sendok madu.
19. Busung. Segenggam pegagan, 3batang alang-alang, satu potong kulitkamboja. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Minum 3 kali sehari satu cangkir.
20. Keracunan jengkol. Daun 10 – 15 lembar pegagan, direbus dengan 3 gelas air tinggal separuhnya, minum.
21. Ayan. Satu sendok serbuk daun pegagan + gula aren, disedu, saring, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
22. Revitalisasi sel (luka, luka bakar, borok kulit, pencegahan keloid, bekas luka hipertropi). (Saran 3×1 kapsul/hari)
23. Kesuburan wanita/wajah berseri. 10 gr direbus dengan 3 gelas air tinggal satu gelas minum airnya.
24. Cuci darah. Daun pegagan 30gr, daun katu 15 gr, temulawak 100 gr, k

TANAMAN OBAT – PEPAYA
Carica papaya L.

KLASIFIKASI : Pepaya disebut Carica papaya L. termasuk ke dalam famili Caricaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pisang patuka, kates, pisang mantela, atau tapaya.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Daun : Enzym papain, alkaloid karpaina, pseudo-karpaina, glikosid, karposid, sakarosa, dekstrosa, levulosa. Alkaloid karpaina mempunyai efek seperti digitalis.
Buah : ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase.
Biji : Papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, siklotransferase.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa pahit, pedas, sejuk, beracun. Masuk meridian liver, lambung dan kandung kencing (vesica urinaria).
Akar: Peluruh kencing, obat cacing, penguat lambung, perangsang kulit.
Biji : Obat cacing, peluruh haid.
Buah matang : Memacuenzym pencernaan, peluruh empedu, menguatkan lambung, anti scorbut.
Buah mengkal :P encahar ringan (laxative), peluruh kencing (diuretikum), melancarkan ASI,abortivum.
Daun: Menambah nafsu makan, peluruh haid.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kena racun singkong. Buah pepaya muda satutelapak tangan diparut, tambah ½ cangkir air matang dan garam sedikit, peras, saring. Minum 1 hari sekali.
2. Malaria. Daun pepaya secukupnya digiling halus, tambah air masak ¾ cangkir, saring, ditambah garam sedikit. Minum sehari 3 x
3. Cacing kremi. Akar pepaya 2 jari, bawang putih 3 butir, gula enau 2 jari, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Disaring, minum 2 kali sehari, ¾ gelas.
4. Kurang nafsu makan. Daun agak muda dicuci lalu ditumbuk halus, tambah ¾ cangkir air masak dan satu sendok makan madu. Peras, saring, minum. Lakukan 2 – 3 kali.
5. Radang ginjal, batu ginjal dan sakit kandung kemih. Akar pepaya 3 jari dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 4½ gelas minum air bersih, sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring dan diminum dengan madu seperlunya, 3 kali ¾ gelas.
6. Digigit ular berbisa. Akar pepaya 5 jari dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya seperti bubur, dipakai untuk menurap bekas gigitan ular lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
7. Sembelit, sakit maag. Buah pepaya masak pohon, kupas, cuci dengan air masak yang diberi garam sedikit, dipotong-potong lalu dimakan. Sehari dua kali sehabis makan.
8. Melancarkan Asi. Daun diremas, dilayukan diatas api. Hangat-hangat diletakkan diatas payudara.
9. Kaki gajah. Daun secukupnya digodok, untuk merendam kaki yang membesar.
10. Koreng kulit, kutil, menghaluskan kulit. Air juice pepaya mengkal diusapkan ke tempat kelainan.
11. Luka Bakar. Getah pepaya muda diusapkan ke luka bakar, menghilangkan sakit dan mencegah lepuh.

TANAMAN OBAT – PURING
Codiaeum variegatum (L.) Bl.

KLASIFIKASI : Puring disebut Codiaeum variegatum(L.) Bl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tarimas, pudieng, karoton,katomas atau susurite. Sedangkan nama asing untuk tumbuhan ini Croton atau Garden croton.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kandungan kimianya belum banyak diketahui kecuali getahnya mengandung tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa pahit, dingin, beracun. Melancarkan peredaran darah, peluruh keringat dan pencahar ringan. Akar dan kulit batang mempunyai rasa pedas, yang berkurang bila digodok bersama dengan scutellaria.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, ranting muda, akar dan kulit batang.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Perut mulas.
Akar puring sepanjang satu jari ditambah 3 lembar daun sesuru (Euphorbia nerifolia L.) ditumbuk sampai halus, tambahkan air secukupnya lalu disaring dan diminum. Setelah minum ramuan ini akan sedikit diare karena berkhasiat pencahar, tapi sakit perutnya menghilang.
2.Sakit perut pada anak-anak.
Daun puring berwarna kuning yang masih mudadan segar, secukupnya dilumatkan sampai halus, tambahkan sedikit air bersih sampai menjadi bahan seperti bubur. Balurkan pada perut anak.
3. Sifilis. Satu batang puring seutuhnya dicuci bersih lalu digodok dengan 5 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum. Diminum dengan air gula seperlunya.
4. Sukar berkeringat, eksema. Rebus daun secukupnya, minum.
5. Cacingan, nafsu makan berkurang. Rebus ranting muda secukupnya, minum.
6. Sembelit, kejang lambung, kehilangan selera, penyakit saluran kencing pada anak-anak. Rebus akar dan kulit batang secukupnya, minum.

OBAT HERBAL

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq)
Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni (diuretic), menghilangkan panas dan lembab.
Bagian yg dipakai : seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).
Cara pemakaian : 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.
Resep obat yg lain :
1. Nephritis, edema (bengkak):
0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr, Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.
2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangan) : 0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis, masing-masing 30 gr., direbus.
Serangan nyeri akibat gout (asam urat tinggi) seringkali terjadi mendadak saat tidur, yang biasanya menyerang ibu jari kaki, tumit, dan lutut. Daerah di sekitar persendian memerah, bengkak, dan mengkilat.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari asam urat antara lain:
• Mengurangi pengkonsumsian jeroan, daging, kacang, kol, kembang kol, kangkung, bayam, rebung, es, daging kambing, emping/melinjo, kerang, dan lain-lain.
• Menghindari minuman beralkohol
• Memperbanyak minum air.

Gout adalah sejenis artritis yang disebabkan oleh pengendapan asam urat pada persendian. Asam urat merupakan hasil metabolisme yang mengalir melalui peredaran darah. Jika kadar asam urat terlalu tinngi atau terlalu sedikit yang dibuang melalui air kencing, akan terbentuk kristal-kristal kecil dan akan mengendap pada salah satu persendian hingga menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat, bengkak di sekitar persendian, dan terjadinya kelainan bentuk persendian.

Pengobatan (Pilih Salah satu ramuan di bawah ini):

Ramuan 1 :
200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 butir cenkeh, 1 butir biji pala, 1 ruas ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 10 butir merica, dan gula merah secukupnya direbus dengan 1 ½ liter air hingga tersisa ½ liter. Airnya diminum selagi hangat dan ubinya dapat dimakan. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 2 :
10 lembar daun salam direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 3 :
Takokak secukupnya dikonsumsi menurut selera, dan dilakukan secara teratur.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 4 :
Buah leunca secukupnya dikonsumsi.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 5 :
Rebus 1 sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum sekaligus hangat-hangat. Lakukan 2-3 kali sehari, tergantung pada beratnya penyakit.
Ramuan 6 :
Cuci bersih 100 lembar daun kumis kucing segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Ramuan diminum sekaligus dan dilakukan pada pagi hari.
Ramuan 7 :
Cuci bersih 30 gram herba tempuyung segar. Lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai hanya tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum setelah dingin.
Ramuan 8 :
Cuci bersih 30 gram herba suruhan segar. Tumbuk halus, lalu peras.
Pemakaian : Air perasan diminum sekaligus.
Ramuan 9 :
Belah 1 buah pare mentah segar, buang bijinya. Setelah itu, cuci bersih dan potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, satu kali sehari.
Ramuan 10 :
Cuci 5 lembar daun salam hingga bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga hanya tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari.
TANAMAN OBAT – ALANG-ALANG
Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor(Nees) C.E.Hubb

KLASIFIKASI :
Alang-alang disebut Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor(Nees) C.E.Hubb.,atau Imperata arundinacea Cyrillo atau Lagurus cylindricus L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Gramineae atau Poaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ìlalang, hilalang atau kambengan.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yangsudah diketahui, a.l :Manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid,coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkanpanas), diuretik, (peluruh kemih), hemostatik ( menghentikan pendarahan),menghilangkan haus, masuk meridian paru lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sejuk.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DANCARA PENGGUNAANYA
1. Muntahdarah. Akar segar 30 – 60 gram, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.
2. Mimisan. Akar segar dicuci bersih,ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100 cc, minum. Atau 30 gram akar segar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas,minum.
3. Airkemih berdarah. Rebus 100 gram akar segar dengan 2.000 cc air sampai tersisa 1.000 cc.
4. Kencingnanah. Akar segar 300 gr dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya. Dibagi 3 kali minum atau sebagai teh. Sepuluh hari untuk 1 cure.
5. Hepatitisakut menular. Akar ákering 60 gram digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Dibagi 2 kali minum. 10 hari untuk 1 cure.
6. Rasahaus pada penyakit campak. Rebus 30 grakar, minum sebagai teh.
7. Radang ginjal akut. Cucibersih 60- 120 gr akar segar, dipotong-potong seperlunya dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2 – 3 kali minum. Rebus 60 – 120 gram pegagan segar, minum secara rutin.

TANAMAN OBAT – ALPUKAT
Persea americana M.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
-Buah dan daun mengandung : Saponin alkaloida dan flavonoid.
-Buah juga mengandung tanin, daun juga mengandung polifenol, quersetin dan gula alkohol persiit.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : Daun: rasa pahit, kelat, peluruh kencing. Biji: anti radang, analgesik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun bersifat anti bakteri yaitu menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri : staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Escherichea sp dan Bacillus sp.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
1. Sariawan Sebuah isi (daging buah) alpukat yang sudah masak diberi 2sendok makan madu murni, diaduk merata lalu makan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
2. Kencing batu. Daun alpukat 4 lembar, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinag, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gleas air sampai tersisa 2 ¼gelas. Stelah dingin disaring, minum 3 kali ¾ gelas.
3. Darah tinggi, sakit kepala. Tiga lembar daun alpukat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Minum setelah dingin.
4. Kulit muka kering. Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker tersebut mengering.
5. Sakit gigi berlubang. Lubang pada gigi dimasuki biji alpukat.
6. Bengkak karena peradangan. Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
7. Kencing manis. Biji dipanggang diatas api, dipotong kecil-kecil, kemudian digodok dengan air sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
8. Teh daun alpukat. Untuk menghilangkan rasa sakit kepala, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (neuralgia) dan datang haid tidak teratur.
9. Nyeri syaraf dan nyeri lambung. Daun 3 – 6 lembar, diseduh atau direbus, minum.
10. Saluran napas membengkak, menstruasi tidak teratur. Daun 3-6 lembar diseduh atau rebus, minum.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai. Sudah dibuat obat paten.

TANAMAN OBAT – ANDONG
Cordyline fruticosa (Linn.) A. Cheval.

KLASIFIKASI :
Andong disebut Coryline fruticosa (Linn.) A Cheval, atauCordyline (L) Kunth termasuk dalam famili tumbuhan Liliaceae.Tanaman ini dikenal dengan nama daerah andong, hangjuang atau bakjuang.

SIFAT KIMIAWI :
Kandungan tanaman ini belum banyak diketahui, sehingga kegunaan tanaman ini diketahui berdasarkan pengalaman turun-temurun dan berdasarkan pengalaman empiris.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak karena memar (anti swelling). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis ambar, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, akar, dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARAPENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb:
1. TBC Paru dengan batuk darah. Daun kering 15 – 30 gr, ataubunga kering 9 – 15 gr atau akar kering6 – 10 gr direbus dan diminum.
2. Ancaman aborsi, menstruasi yang banyak, air kemih berdarah dan wasir berdarah. Daun kering 15 –30 gr, atau bunga kering 9 – 15 gr, atau akar kering 6 – 10 gr direbus, diminum.
3. Nyeri lambung dan Ulu hati. Daun15 – 30 gr, atau bunga 9 – 15 gr atau akar 6 – 10 gr, direbus, diminum.
4. Air kemih berdarah, tidak menstrusi. Daun segar 60 – 100 gr atau akar 30 – 60 gr, rebus, minum.
5. Sengatan ikan Swanggi. Daun dipipis, dipanaskan dan diurapkan ke bagian yang luka.
6. Radang gusi. Kulit dikikis, diberi garam sedikit dan dioleskan pada tempat yang sakit.

TANAMAN OBAT – BAMBU TALI
Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.

KLASIFIKASI :
Bambu tali disebut Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr. termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah asparagus dan dengan nama asing Chritusdoorn.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a l : Saponin; aglycone, protosarsapogenin.
Senyawalain; Asparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy, methylfurfural, beta-sitosterol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat; rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Batuk, batuk darah TBC paru, sakit tenggorokkan.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu dua kali sampai sembuh.
2. Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembu.
3. Kencing manis.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
4. Susah buang air besar, demam disertai gaduh delisah.
Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
5. Kanker payudara: Carsinoma, fibroadenoma dan hyperplasia kelenjar payudara.
- Umbi 20 – 40 grdirebus, minum.
- Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.
6. Kanker limpa dan kanker darah, lymphosarcoma, leukemia
- Umbi 20 – 40 gr direbus, minum.
- Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.
TANAMAN OBAT – BELIMBING WULUH
Averrhoa bilimbi L.

KLASIFIKASI : Belimbing wuluh disebut Averrhoa bilimbi L.. yang termasuk kedalam famili Oxalidaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah limeng, selemeng, baliembieng, blimbing buloh, limbi, libi, tukurela, dan malibi. Nama asingnya bilimbi, cucumber tree, kamias.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:
- batang : saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format,peroksidase
- daun : Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat; rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit,memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing dan astringent.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Pegal linu. Segenggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cegkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke tempat yang sakit.
2. Gondongan. Sepuluh ranting mudabelimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersihlalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempatyang sakit. (kelenjar air liur).
3. Batuk pada anak. Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air satu cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.
4. Batuk. Bunga belimbing wuluh 25kuntum, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan,¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Saring, minum dengan madu. Sehari 3 kali ¾gelas.
5. Batuk rejan. 10 buah,cuci, tumbuk, remas dengan 2 sendok makan air garam, saring. Minum 2x sehari
6. Rematik. 1 ons daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh, 15 biji merica, cuci lalu giling halus. Tambahkan cuka secukupnya sampai adonan seperti bubur dan oleskan ke tempat yang sakit.
7. Sariawan. Bunga belimbing wuluh ¾genggam, cuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelahdingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali ¾ gelas.
8. Jerawat. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
9. Panu. Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan.
TANAMANOBAT – BELUNTAS
Pluchea indica (L.) Lees.

KLASIFIKASI :
Beluntas disebut Pluchea indica ( L) Lee, atau Baccharisindica L. termasuk ke dalam famili Compositae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah beluntas, luntas, baruntas atau lamutasa.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l : alkaloid danminyak atsiri.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : rasanya getir, dengan bau yang khas (sengir). Daun berfungsi menambah nafsu makan (stomakik), dan membantu pencernaan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman segar atau dikeringkan dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Gangguan pencernaan pada anak-anak. Daun dicampurkan pada bubur saring. Atau dimasak dalam nasitim.
2. TBC kelenjar leher. Ekstrak batang dan daun beluntas, ekstrak gelatin dari kulit sapi, rumput laut (Laminariajaponica). Bahan-bahan ini ditim sampai lunak lalu dimakan.
3. Nyeri rematik. 15 gr akar beluntas, direbus, minum.
4. Menghilangkan bau badan. Makan sebagai lalapan.
5. Peluruhkeringat, menurunkan panas. Daun direbus atau diseduh sebagai teh, lalu diminum.

TANAMAN OBAT – BENGLE
Zingiber purpureum Roxb.

KLASIFIKASI : Bengle disebut Zingiber purpureum Roxb atau Zingibercassumunar Roxb. termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah mugle, bungle, kunyit bolai, panglai, bangalai, kukuniran dan unin pakei. Nama asingnya purple ginger.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Rimpang : minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati,tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; bau khas aromatik, rasa agak pahit dan agak pedas. Penurun panas(anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge), anti-icteric (bagipenderita hepatitis).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
1. Demam, masuk angin. Rimpang segar 15 g dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Aduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
2. Perutmulas. Rimpangbengle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing 1/2 jari tangan dicuci dan diiris tipis-tipis. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin disaring lalu minum.
3. Sakit kepala karena demam. Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.
4. Sakitkuning. Rimpangbengle 1/2 jari dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
5. Nyerisendi (rheumatism). Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan ke bagian sendi yang sakit
6. Mengecilkan perut setelah melahirkan. Rimpang secukupnya, cuci, parut, borehkan pada perut.
7. Cacingan. Rimpang bengle 3 jari, temu hitam 2 jari, 5 bijiketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/2 cangkirair masak, diaduk merata lalu diperas, saring, minum.
8. Radang selaput lendir mata. Rimpang bengle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.
9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh. Sepotong rimpang bengle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 kali minum. Pagi dan sore hari.
10. Lemah jantung. Rimpang diparut, tambahkan air masak, saring, minum, teratur setiap sore.
11. Gangguan syaraf. Rimpang duaibu jari, parut, tambahkan 1 gelas air masak, saring dan minum. Lakukan sehari dua kali pagi dan sore.

TANAMAN OBAT – BOROCO
Celosia argentea L.

KLASIFIKASI : Boroco disebut Celosia argenta L. termasuk ke dalam famili Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bayam ekor belanda, bayam kucing dan kuntha.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini belum banyak diketahui.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti hipertensi, anti radang mata. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan biji, bunga atau seluruh tanaman, segar ataudikeringkan. Tanaman kering hasil penjemuran dapat disimpan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagainegara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1.Keratis. Bijiboroco 15 gr, hati ayam secukupnya direbus, dimakan.
2.Hipertensi. Biji boroco 30 gr, 1 gelas air, rebus menjadi ⅓ gelas, dibagi menjadi 2 kali minum.
3.Muntah darah. Bunga boroco segar 30 – 60 gr ditambah daging secukupnya, rebus menjadi sup secukupnya.
4.Sebagai obat luar. Bunga direbus, airnya untuk cuci mata (setelah disaring dengan kertas saring)
5.Keputihan. Bunga 60 gr ditambah 60 gr daging, direbus, minum air dan dagingnya.
6.Infeksi luar dan dalam mata. Biji 10 – 30 gr, direbus, minum.
7.Disentri. Tanaman 30 – 60 gr, direbus, minum
8.Infeksi saluran kencing. Tanaman 30 – 60 gr, direbus, minum.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanyamemiliki gejala rasa kering di tenggorokan. Bila penggunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Kontraindikasi untuk tekanan bola mata yang meninggi.

TANAMAN OBAT – BUNGA KENOP
Gomphrena globosa L.

Tumbuhan ini terdapat di seluruh Indonesia terutama di daerah yang beriklim basah sampai sedang. Biasa tumbuh di hala¬man rumah atau di ladang-ladang ditempat terbuka dengan penyinaran matahari yang cukup. Bisa tumbuh pada ketinggian 1 – 1.400 m diatas permukaan laut.

Tumbuhan ini sampai di Indonesia berasal dari Amerika dan Asia. Berupa perdu yang batangnya hijau kemerahan, berkayu lunak, berambut dan bercabang-cabang tinggi sampai dengan 60 cm. Daun bertang-kai,letak berhadapan, bentuk bundar telur sungsang sampai memanjang; panjang 5 – 10cm, lebar 2 – 5 cm. Ujung meruncing warna hijau di bagian atas dan halus di bagian bawah, warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol seperti bola, berwarna merah tua keunguan, ada yang berwarna putih. Bijinya banyak, kecil-kecil panjang.

KLASIFIKASI : Bunga Kenop disebut Gomphrena globosa L,termasuk ke dalamfamili átumbuhan Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kembang puter, adas-adasan dan kembang gundul.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang khas yang sudah diketahui yaitu Gomphresin I, II, III, V,VI.dan amaranthin. Terdapat juga kandungan minyak atsiri, flavon, atau saponin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti batuk dan peluruh dahak, anti asthmatik, anti radangmata. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan netral.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan : Bunga atau seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman turun-temurun dari berbagai negaradan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Asthmabronchial. Bunga 10 kuntum direbus, ditambah arak kuning, minum secara rutin 3 kali sehari.
2. Buang air kecil tidak lancar. Bunga 3 – 10 gram direbus, minum.
3. Panas pada anak (karena gangguan liver). Bunga segar 7 – 14 kuntum, direbus, minum.
4. Dysentry. Bunga segar 10 kuntum ditambah arak kuning, rebus, minum
5. Bronchistischronis. Sudah dibuat obat suntik, disuntikan pada titik akupuntur. Sepersepuluh penderita timbul rasa kering di tenggorokan setelah mendapat suntikan,tetapi hanya sementara.
6. Menambah nafsu makan. Rebus 20 grherba segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanya memiliki gejala rasa kering ditenggorokan. Bila peng¬gunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada kontra indikasi yang spesifik.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dalam waktu 3 – 4 minggu hasil semaian dapat dipindahkan ke lubang tanam yang sudah disediakan. Cara lain dapat pula dilakukan dengan stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – BUNGA MATAHARI
Helianthus annuus L.

KLASIFIKASI : Bunga matahari disebut Helianthus annuus L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Compositae (Asteraceae). Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga panca matoari, kembang srengenge, tampong are atau purbanegara.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :
Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C, oleanolic acid, echinocystic acid.
Biji : Betha-sitosterol,prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam100 gram minyak biji.
Bunga : lemak total 100, lemak jenuh 9,8 ,lemak tak jenuh: oleat 11,7 dan linoleat72,9. Tanpa kolesterol.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifat rasa lembut dan netral.
Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah, mengurangi rasanyeri (analgetik). Biji berkhasiat anti disentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym dll), merangsang pengeluaran campak. Daun berkhasiat anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar berkhasiat anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengerluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri waktu buang airkemih.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. BUNGA : (Tekanan darah tinggi, Nyeri sakit kepala, Pusing, Sakit gigi, Nyeri menstruasi, Nyeri Lambung, radang payudara, rheumatik dan sulit melahirkan).
a.Sakit kepala: bunga 25 – 30 gr tambah 1 butir telur ayam (tidak dipecah), tambah 3 gelasair, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.
b. Radang payudara (Mastitis) : Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digonseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/ tepung. Setiap kali minum 10 -15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat, 3 kali sehari, minum pertama kali harus keluar berkeringat (tidur pakai selimut).
c. Rheumatik : Kepala bunga digodok sampai jadi kanji, tempelkan ke tempat yang sakit.
2. Biji : (Tidak nafsu makan, lesu, disentri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan pada campak, sakit kepala).
a. Disentri : Biji 30 gram diseduh, kemudian di tim selama 1 jam. Setelah dingkat ditambahkan gula batu secukupnya, minum.
3. Akar : (Infeksi saluran kencing, radang salurannapas (bronchitis), batuk rejan (pertusis) dan keputihan (leucorrhoe).
a. Kesulitan buang air besar dan kecil : Akar segar 15 – 30 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan,saring, minum 2kali 1gelas.
4. Daun : malaria
5. Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum) : Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan air kemih berlemak (chyluria).
Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcicoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat mencegah dan mengobati tumorsaluran cerna (Tractus digestivus).
6.Kencing batu (TB21). Tumbuhan bunga matahari lengkap (akar, batang, daun dan bunga) ditambah adas pulawaras, direbus bersama-sama dengan 1 liter air sampai mendidih. Diminum satu kali sehari sampai habis.

Catatan : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga.

TANAMAN OBAT – CABE JAWA
Piper retrofractum Vahl.

KLASIFIKASI : Cabe jawa disebut Piper retrofractum atauPiper longum L atau Piper sarmentosum atau Chavia officinarum Miq, atau Chavia retrofracta Miq. termasuk dalam famili tumbuhan Piperaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah lada panjang, cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabe onggu, cabe solah dan cabai.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Buah : Zat pedas piperine, Minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene,1-quebrachitol. Akar dan batang mengandung mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, ridentin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: rasadingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman yang dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan. Segar : daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rasalemah (neurashenia) Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun ambiloto ¾ genggam, gula enau 3 jari. Dicuci dan dipotong-potong seperlunya, di rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 ¼gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3x ¾ gelas.
2. Masuk angin. Cabe jawa 3 btir, daunpoko (Mentha arvensis javanica Bl) ¼ genggam, adun kesumba keling (Bixaorellana L) ¼genggam, gulaenau 3 jari, dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Sehari 3 x ¾ gelas.
3. Obatkuat. Membersihkan rahim sehabis melahirkan. Akar kering 3 gr ditumbuk halus, seduh dengan air panas, minum. Sehari sekali.
4. Pencernaan terganggu, batuk, bronchitis, ayan, demam sehabis melahirkan, penguat lambung, paru dan jantung, tekanan darah rendah, hidung berlendir. Buah mentah 6 gr yang kering ditumbuk halus, ditambah madu secukupnya.
5. Obat kumur. Daun 3 lembar ditumbuk, diseduh dengan 1 gelas air panas, untuk kumur-kumur.
6. Pereda kejang perut. Daun3 lembar ditumpuk, diseduh dengan 1 gelas air, minum.
7. Obaturus-urus untuk penderita penyakit hati. Lempuyang ditumbuk, lalu diperas dan di minum dengan paling banyak3 buah cabe jawa.
TANAMAN OBAT – CAKAR AYAM
Selaginella doederleinii Hieron

Tumbuhan ini termasuk divisi Pteridophyta yaitu paku-pakuan. Banyak tumbuh padatebing-tebing, jurang dan tempat-tempat teduh berhawa dingin, diketinggian < 750m dpl. Batang tegak, tinggi 15 – 35cm, akar keluar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 – 5 mm lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai ke percabangannya yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

KLASIFIKASI : Cakar ayam disebut Selaginella doederleinii Hieron, termasuk ke dalam famili tumbuhan Selaginellaceae. Tanaman ini diken¬al dengan nama daerah rumput solo atau cemara kipas gunung.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini yang sudah diketahui antara lain :
Saponin, Phytosterol dan Alkaloid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: antipiretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (antineoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem). Pembersih darah, stomakikum. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasamanis dan sifat hangat.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negaradan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb :
1. Kanker (Kankerrahim, Kanker nasopharynx, Kanker paru, Chorioepithelioma, Choriocarcinoma) Tanaman 60 gram direbus selama 3 – 4 jam dengan api kecil, minum setelah dingin. Atau 18 tablet decancerlin (= 60 gram tanaman) diminum sehari 3 x 6tablet. (Saran 3×3 kapsul per hari, minum banyak air)
2. Infeksi saluran nafas (Batuk, radang paru,radang amandel (tonsilitis), serak, bronchitis) Tanaman lengkap 30 gram, direbus, minum. (Saran 3×3 kapsul per hari, minum banyak air)
3. Jari tangan bengkak. Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
4. Tulang patah ( juga fraktur dan rematik). Tanaman 15 – 30 gram kering direbus, minum. Untukobat luardilumatkan danditempelkan ketempat yang patah, bila patahnya tertutup dan posisi tulang baik.
5. Hepatitis, cholecytitis, cirrhosis (pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akutsaluran kencing. Rebus tanaman kering 15 – 30 gram selama 3 – 4 jam, minum. (Saran3x2 kapsul
TANAMAN OBAT – CERME
Phyllanthus acidus (L) Skeels.

KLASIFIKASI : Cerme disebut Phyllanthus acidus(L) Skeels atau Cicca disticha L atau Phyllanthus distichus Muell. Arg. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah cerme, ceremoi, camin-camin, careme ataucaremin.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
- kulitbatang, kayu dandaun : tanin, flavonoida, saponin dan polifenol.
- kayu : alkaloida.
- akar : tanin, asam galussaponin (lupeol)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; anti inflamasi, antiradang dan mencegah muntah. Biji dan akar merupakan ‘purgans’ yang kuat.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar dan daun serta daun muda.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Urus-urus. Daun sebanyak sekitar 3 gram, dicuci,dikeringkan, tumbuk halus, seduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Dinginkan, minum sekaligus dengan ampasnya.
2. Mual. Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
3. Asma. Beberapa akar kering (1 gr)digiling halus, seduh dengan air panas, minum. Hati-hati karena akar beracun.
4. Sariawan. Beberapa daun muda dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
5. Bubulen. Beberapa akar segar ditumbuk, tempelkan ke tempat yang sakit.
6. Kegemukan. Minum teh dari daun cerme yang dikeringkan. Penggunaan harus secara terbatas dan hati-hati karena ada efek samping.

TANAMAN OBAT – CINCAU RAMBAT
Cyclea barbata.

KLASIFIKASI : Cincau pohon disebut Cycleabarbata. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Menispermaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah camcauh, juju, tarawalu dan kepleng.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
- Karbohidrat yang menyerap air,
- Zat lemak dan alkaloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tenradine.
- Polifenol, saponoid dan flavonoida

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasamanis, dingin. Anti demam, anti racun. Menurunkan tekanan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan : rimpang dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Tekanan darah tinggi. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
2. Demam. Rimpang diiris halus kemudian direbus dengan air, perasannya diminum berkhasiat sebagai obatdemam. Atau akar cincau secukupnya, disedu dengan air panas dan disaring, minum biasa.
3. Gangguan perut,nyeri perut. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
4. Keracunan makanan udang. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
5. Radang lambung, typhus, penyakit usus. Daun segar 50 gram dicucilalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan 4 gelas air matang, kemudian diremas-remas, diperas dan disaring. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum sehari tiga kali pagi, siang dan malam.
TANAMAN OBAT – CIPLUKAN
Physallis peruviana L,

KLASIFIKASI : Ciplukan disebut Physallis peruviana L., atauPhysallis angulata Linn.atau Physallis minina Linn. termasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah keceplokan, nyornyoran atau cecenet / cecendet.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a l : chlorogenikacid,- C27H44O-H2O,- asam sitrun dan fisalin, flavonoid, saponin, polifenol.Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dangula, biji ; elaidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah. Uji praklinis, Ciplukan mengandung physalin F dan physalin D. Dari hasil pengujianternyata physalin F berkhasiat sebagai anti hepatoma terbesar, sedangkanberikutnya adalah khasiat sebagai anti Hela. Physalin F juga mempunyai efekanti tumor in vivo terhadap mencit penderita leukimia dengan p388 lymphocyticleukimia, sedangkan physalin D tidak terlalu aktif baik secara in vivo maupunin vitro,
ChiangHC et al,(1992)(P.6)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb :
1. Influenza. Tanaman 9 – 15 gram direbus,minum. Penetral racun untuk influenza, 3 pohon dipotong 5 cm, rebus di dalam 4 gelas air, sisakan 2 gelas, saring, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
2. Sakit tenggorok. Tanaman9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
3. Batukrejan (pertusis). Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
4. Bronchitis. Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
5. Gondongan (parotitis). Tanaman 9 – 15 gr direbus,minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
6. Pembengkakan buah pelir (Orchitis). Tanaman 9-15 g rebus,minum. (Saran3x2 kapsul per hr)
7. Bisul. Daun ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus, diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.
8. Borok. Daun ciplukan 1/3 genggam dicuci, digiling halus, ditambah air kapur sirih secukupnya untuk menurap borok. Diganti 2 x sehari.
9. Kencing manis (diabetes mellitus). Tanaman direbus dengan 3 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum.
10. Sakit paru-paru. Tanaman ciplukan lengkap direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, saring, minum airnya 3 kali sehari 1 cangkir.
11. Ayan. Buah ciplukan 8 – 10 butir dimakan setiap hari.
12. Pembengkakan prostat (pengalaman). Tanaman 9-15g rebus,minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

TANAMAN OBAT – DAUN JINTEN Coleus amboinicus Lour.
TANAMAN OBAT – DAUN JINTEN
Coleus amboinicus Lour.

KLASIFIKASI : Daun jinten disebut Coleus amboinicus Lour. atau Coleus aromaticus Benth. Termasuk dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bangun-bangun, daun hati-hati, tramun, acerang, mahja nereng dan iwak.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Daun : Kalium, minyak atsiri 2% yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresoldan fenol.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: rasa getir, berbau harum, dan membuat tebal di lidah, carminatif, laktagoga, menghilangkan sakit, penurun panas, dan antisptik, aphrodisiak, penyegar, penambah semangat.
Efek zat aktif :
Barbatusin (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Barbatusol (daun); menghilangkan rasa lelah dan letih,
Coleol (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Forskolin (umbi/ akar); merangsang ereksi, tonikum jantung aktivator enzim adenilat-siklase,
Phytosterol (seluruh tanaman),
steroid. Dalam farmakologi Cina tumbuhan ini memiliki rasa agak pedas dan agak masam.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sariawan. Lima lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun yang sudah bersih lalu dikunyah perlahan-ahan, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
2. Demam. Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur lalu diperas dan disaring. Airnya diminum dan ampasnya dipakai untuk menggosok badan.
3. Asma dan batuk. Daun segar 10 lembar cuci bersih dan bilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur lalu diperas dan disaring. Air perasannya ditambah minyak wijen, minum.
4. Batuk rejan. Biji jinten ¾ sendok teh digiling halus, lalu diseduh dengan ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Diminum selagi hangat 2 kali sehari.
5. Sakit kepala. Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan, tempelkan di kepala dan pelipis.
6. Rematik. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya dan diremas sampai merata. Bubur daun tersebut digunakan untuk melumas dan menggosok bagian yang sakit.
7. Ayan. Daun jinten 30 lembar,ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar, meniran 8 sirip,gula enau 3 jari. Cuci danpotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x ¾ gelas.
8. Perut kembung. Daun 5 lembar, cuci tumbuk halus, seduh dengan ¾ cangkir air panas. Saring, minum
9. Memperbanyak asi. Daun jinten dimasak dengan sop ayam. Makan seluruhnya.
10. Aphrodisiak. Seluruh tanaman direbus bersama bahan lain.

TANAMAN OBAT – DAUN SENDOK

Section Tanaman Obat – Gallery Tanaman Obat
Kamis, 28 Agustus 2008 12:15

TANAMAN OBAT – DAUN SENDOK
Plantago mayor

KLASIFIKASI : Daun sendok dikenal dengan nama Plantago mayor., tetapi juga disebut Plantago asiatika L. atau Plantagodepressa Willd. Termasuk kedalam famili tumbuhan Plantaginaceae. Nama daerahnya Ki urat, kuping menjangan, otot-ototan, ceuliuncal, meloh kiloh, sangkabuah, sangkubah, suri pandak dan torongoat.

SIFAT KIMIAWI : Seluruh herba; Kandungan kimia a.l: Seluruh herba : plantagin,aucubin, ursolic acid,bethasitosterol,hentria-contane dan plantaglucide yang terdiri dari methyl d-galacturonate, D-3galactose, L-arabinose dan L-rhammose. Vitamin B1, C, A dan kalium. Rhinantin,turunan dari naphazolin sebagaiandrenergik agent, menghilangkan nyeri urat.
Biji : planterolic acid,plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, galacturonic acid dan rhammose), protein adenine, choline, catalpol, dan asamlemak; palmitic acid, succinic acid, stearic acid, arachidic acid, linolenicacid dan lenoleic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti inflamasi (anti radang), peluruh airseni (diuretic), karena unsur K, peluruh dahak (mucolytic), menghentikan batuk (antitusiv), antiseptik karena glikosid aukubin, aphrodisiak memperbaiki penglihatan pada penderita kencing manis, hepatoprotektor, menormalkan aktivitas hati. Mempunyai Rasa manis dan sifat dingin.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
1. Gangguan saluran air kemih. 6 ons herba segar, digodok 3 liter jadi 1,5 liter,dibagi 3 kali minum, atau herba segar ditumbuk, diperas jadi 1/2 mangkuk. Tambah madu 1 sendok, minum, tambah keji beling (Desmodiumgangeticum), direbus, airnya sebagai obat batu ginjal atau kandung kemih. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
2. Airkemih berdarah. Minum semangkok air tumbukanherba segar sebelum makan. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
3. Keputihan. Akar 10 g. dilumatkan,ditambah air cucian beras saring, minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
4. Disentripanas. Semangkok air tumbukan herba segar + madu 2 sendok, di tim sebentar, minum hangat. Atau Biji digiling halus, larutkan dalam anggur, sebagai tonikum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
5. Disentribasiler. Minum 60 – 120 ml/hari godokan daun sendok, selama 10 hari. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
6. Diare. Daun segar 30 gram digodok,minum sehari 2 kali. (Saran 3 x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
7. Gangguan pencernakan anak-anak. Biji disangrai dan dibuat bubuk untuk dimakan. Umur4-12 bulan; @ 0,5 gram; 1-2 tahun; @1gram,3-4 kali/hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
8. Mimisan. Daun segar dilumatkan, seduh dengan air panas, minum setelah dingin.
9. Batuk sesak, batuk darah. Herbasegar 60 g. + sedikit air, 15 g. madu atau 30 g. gula batu, di tim. Minum hangat-hangat. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
10. Radang saluran napas (bronchitis). Herba segar 30 g.digodok, minum, 1-2 minggu. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
11. Kencing manis, kencing batu. Daun0,5 genggam, digodok, air 3 gelas jadi 2 1/4gelas. Disaring, minum denganmadu. Sehari 3 kali 3/4 gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
12. Sakitkuning (Acute icteric hepatitis). Daun 60 g digodok,minum. Nafsu makan timbul dalam 5 s/d 7hari, warna kuning (jaundice) menghilang dalam 14 hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
13. Luka berdarah, gigitan serangga, gigitan ular. Lukadikompres dengan air perasan daun sendok.
14. Bisul. Turapkan segenggam daun yang dilumatkan dan diremas dengan sirih.
15. Obat kuat laki-laki. 3 sendok teh biji daun sendok digiling, + 3 sendok madu, minum. (Saran3 x 2 kaps/hr)
16. Radang selaput mata. Tanaman segar direbus 15 menit, airnya diteteskan pada radang selaput mata.
17. Nyeriurat/otot. Daun lima lembar dilumatkan, gosokkan. Atau akarnya dimasak dengan minyak kelapa dihasilkan minyak untuk mengobati salah urat.
18. Kudis. Daun sendok segar 5 lbr, daun sambiloto 7 lbr, digodok, air 2 gelas jadi 1 gelas, saring, minum.
19. Batu empedu. Tanaman daun sendok ( + akar) ditambah keji beling lima kali lipat, direbus, minum.

TANAMAN OBAT – DAUN WUNGU
Graptophyllum pictum (L.) Griff.

KLASIFIKASI : Daun wungu disebut Graptophyllumpictum (L..) Griff, atau Graptophyllum hortense Nees. termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pudin, puding, puding perada, handeleum, demung atau daun putri.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : Daun : alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, fenol, polifenol, saponin, tanin, lendir. Batang : kalsium, kalium, Na, Mg, oksalat, asam format, lemak, minyak atsiri.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: Peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan dengan jalan menghambat absorpsiair di dalam lumen usus (mild laxative), pelembut kulit kaki (emolien).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, kulit batang dan bunga.

PENYAKITYANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Wasir.
a. Daun segar 10 g, rebus dengan 2 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum, sampai sembuh.
b. Daun wungu segar 10 g, daun sendok segar 15 g, cuci, rebus dengan 3 gelas air jadi 2 gelas. Saring minum siang hari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
c. Daun wungu dan pegagan atau rumput mutiara (untuk pendarahan) segar masing-masing segenggam, 3 tanaman tempu yang seutuhnya, bawang merah dan adas masing-masing 3 butir, pulosari dan rimpang kunyit masing-masing 1/2 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, minum banyakair)
2. Bengkak terpukul. Kulit batang secukupnya ditumbuk halus. Letakkan diatas bagian tubuh yang bengkak lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
3. Bisul payudara. Daun segar dicuci bersih lalu oleskan santan kelapa, kemudian layukan diatas api. Hangat-hangat letakkan diatas payudara yang sakit
4. Melancarkan haid. Bunga kering 1 genggam diseduh dengan lima gelas air panas. Minum sebagai teh menjelang haid.
5. Sembelit. Daun segar 7 lembar, rebus dengan 2 gelas air bersih jadi 1 gelas. Saring, minum. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, minum banyak air. )
6. Sakit telinga. Daun bersih ditumbuk dan diperas, air perasannya untuk tetes telinga.

ANAMAN OBAT – DUWET
Eugenia cumini

KLASIFIKASI : Duwet disebut Eugenia cumini atau Syzgium cumini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jamblang, dalas, dhuwak atau juwet.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
- Buah : zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus dan glicosida.
- Biji : tanin, asam galat, glukosida phytomelin, alfa-phytosterolyang bersifat anticholesteremik.
- Kulit : Zat samak.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : Rasa manis, netral, astringent, anticholesteremik, antimalline, anti-diabeticum.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, biji dan kulit.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagaiberikut :
1. Ngompol. 7 butir biji juwet digiling sampai halus, lalu direbus dengan 2 cangkir airbersama gula jawa, sampai airnya tinggal separonya. Minum setiap hari 1 cangkir sekitar jam 5 sore, sampai sembuh.
2. Mencret karena masuk angin,udara dingin dll. Kulit dahan sekitar 1 jari kering, direbus dengan 2 gelas air mendidih jadi 1 gelas.Saring, minum.
3. Diabetes (kencing manis). Biji 15 butir ditumbuk halus, rebus dengan 2 gelas air sampai jadi satu gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan minum untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar dan tidak lesu lagi. Atau, kulit pohon jamblang 250 gr (basah), dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air jadi 2 gelas. Saring, minum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari.
TANAMAN OBAT – GENDOLA
Basella rubra Linn.

KLASIFIKASI : Gendola disebut Basella rubra Linn. atau Basellaalba Linn atau Basellacordifolia Lamk.termasuk ke dalam famili Basellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah lembayung, uci-uci, ganjerot atau tatabuwe.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Daun : Glucan C, carotene, organic acid, mucopolysacharida seperti L-arabinose, D-galaktose, L-rhamnose, aldonic acid,saponin, vitamin A, B dan C.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: antitoxin, anti piretik yaitu menurunkan panas, mengeluarkan orgenisme penyebabsakit dari darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Radang usus buntu. Seluruh tanaman gendola sebanyak 60 –70 gr dicuci bersih, potong-potong, direbus dengan air secukupnya sampai bahan terendamseluruhnya, sampai tersisa setengah, dinginkan dan minum.
2. Influenza. Daun segar 15 gr dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan sedikit garam dan diaduk sampai larut, minum.
3. Sembelit. Daun segar dimasak, makan.
4. Kencing bernanah (radangkandung kencing), anyang-anyangen. Daun segar 70 grdicuci bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah dingin minum seperti air teh.
5. Berak darah. Tanaman gendola 25 gr, 35 grkapulogo dan seekor ayam betina tua yang telah dibuang kepala, kaki dan jeroannya, dimasak dengan air secukupnya.
6. Dada terasa panas dan sesak. Gendola segar 70gr direbus dengan air secukupnya sampai kental. Campur dengan arak, minum.
7. Campak (measles), cacar air, putting susu, pecah-pecah. Bunga 15-30 gr, direbus,minum.
8. Pegal linu, rematik. Akar 15 – 30 gr, direbus, minum.
9. Radang selaput mata (conjugtivitis). Buah 15 – 30 gr direbus, minum.
TANAMAN OBAT – ILER
Coleus scutellarioides (L.) Benth.

KLASIFIKASI : Iler dikenal dengan nama Coleus scutellarioides (L.) Benth.,tetapi juga disebutColeus atropurpureus Benth. termasuk kedalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah si gresing, miana, jawer kotok, saru-saru atau majana.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Batang dan daun : Minyak atsiri, tanin, lemak, phyosterol, calcium oxalate, pectic substances.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : penambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, obat cacing. peluruh haid. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak pahit dan baunya harum.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Wasir. Daun segar 25 gram dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, tambahkan 5 gram gula merah, diaduk sampai merata lalu didinginkan dan disaring. Minum sekaligus.
2. Bisul, abses, borok. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tambahkan sedikit air bersih sampai jadi adonan, dipakai untuk menutup bisul, abses atau borok lalu dibalut. Diganti 2 – 3 kali sehari.
3. Radang telinga. Daun segar 15 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 3 sendok makan air matang. Aduk sampai merata lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Air perasannya dipakai untuk menetes telinga yang sakit. Lalukan 4 – 6 kali sehari, setiap kali 2 – 3 tetes.
4. Terlambat haid. Daun iler 6 lembar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
5. Cacing gelang. Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air minum dan satu sendok makan madu, diperas dan disarng. Minum sehari 2 – 3 kali.
6. Keputihan. Daun segar 7 – 10 lembar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin disaring lalu minum dengan madu seperlunya. Sehari 3 x ½ gelas.
7. Gangguan pencernakan. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digodok dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x ½ gelas.
8. Mulas/sakit perut. Daun segar 6 lembar dicuci bersih dan dibilas dengan air masak. Kunyah dengan garam seperlunya sampai halus, lalu ditelan dan minum air hangat secukupnya. Lakukan 2 – 3 kali sehari.

TANAMAN OBAT – JALI
Coix lachryma – jobi L.

KLASIFIKASI : Jali disebut Coixlachryma – jobi L. atau Coix.agrestis Lour termasuk ke dalam famili tumbuhan Poaceae (Gramineae). Tanaman ini dikenal dengan nama daerah singkorubatu, hanjeli, kemangge, bukehang atau kaselore.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudahdiketahui, a.l:
- Biji : Protein, lemak,karbohidrat, vitamin B1.
- Biji : Asam amino,coixol, coixenolide, coicin
- Daun : alkaloid.
- Akar : Coixol, asampalmitate, asam stearat, stigmasterol, betha dan gama-sitosterol, potassium chlorida, glucosa, asam amino, tajin, phytin dan vitamin B1.

EFEK FARMAKOLOGIS : Manis, tawar dan sedikit dingin, masuk meridian limpa. Menguatkan limpa, peluruh kencing (diuretik), anti radang (anti inflamasi), mematikan serangga (insectisisdal), anti toxic.
Biji : Manis, tawar, sedikit dingin, masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Memperkuat limpa dan paru. Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), bersifat sitostatika, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah, anti toxic, dan menyembuhkan bisul. Mengganggu sel kanker pada tingkat metafase. Meningkatkan fungsi cortex adrenal. Meningkatkan imunitas seluler dan fungsi humoral.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapatmenyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Infeksi dan batu saluran kencing, kencing sedikit, kencing bernanah. Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
2. Bengkak (edema), biri-biri, tidak datang haid, keputihan (leuchorhea). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
3. Sakit kuning (jaundice), cacingan (ascariasis). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
4. Absesparu. Biji 15-60 gr (kering), rebus 6 gls air jadi 2 gls, dinginkan, saring, minum 2 kali 1gelas.
5. Sakit usus buntu. Akar kering 15 – 30gr, rebus, 4 gls air jadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
6. Radang usus (enteritis) kronis.Akar kering 15 – 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
7. Rheumatism seperti sakit otot (mialgia), sakit tulang (ostalgia), sakit sendi (arthralgia). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
8. Keputihan (Leucorrhea). Akar kering 15 – 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
9. Tumor saluran pencernakan seperti kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim (cervix), chorionic epithelioma. Biji 15 – 60 gram (kering), digodok 6 gelas air jadi 2 gelas, dinginkan dan saring, minum 2 kali 1 gelas.
10. Kutil (warts), eksema. Biji kering 15-60gr., rebus 6 gls air jadi 2 gls. Minum 2 kali 1 gelas.
11. Radang paru, demam, batuk sesak. Akar 10 – 15 gram, digodok lalu dipakai untuk menyeduh madu secukupnya, minum. Sehari3 kali.
Catatan: Wanita hamil dilarang pakai.

TANAMAN OBAT – JARAK PAGAR
Jatropha curcas L.

KLASIFIKASI : Jarak pagar disebut Jatrophacurcas L atau Castiglionia lobata Ruiz et Pav, termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerahjarak costa, jarak wolanda, bindalo, atau balacai hisa.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kayadengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:
N-1-trikontanol, alpha-amirin, kampesterol, stigmast-5-ene-3beta, 7 alpha-diol, stigmaterol, beta-sitosterol, iso-viteksin, 7-keto-beta sitosterol dan HCN.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: rasapahit, astringens, sejuk, beracun. Melancarkan darah (stagnant blood dispeling), menghilangkan bengkak(anti swelling), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan gatal (anti pruritic).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini dari penggunaan daun segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bengkak terpukul, terkilir,luka berdarah. Daun segar dicuci bersih, kemudian diremukkan, tempel ke bagian yang sakit.
2. Gatal-gatal, eksema, jamur pada kaki, kerion (penyakit bagian kulit yang berambut). Daun segar dipanaskan diatas api sampai menjadi lemas, kemudian diremas untuk pemakaian setempat.
3. Lepra. Daun dilumatkan sampai menjadi bubur, tempelkan ke bagian sakit dan dibalut.
4. Borok yang tidak sembuh-sembuh (chroniculcer). Minyak dari buah dicampur dengan vaselin, dipakai sebagai saleb.
5. Penyubur rambut. Kulit kepala dibasahi dengan minyak jarak pagar, sambil dipijat-pijat, lakukan seminggu sekali.
6. Rematik. Daun segar 10lembar dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan air hangat secukupnya untuk melumur dan menggosok bagian yang sakit. Sehari dilakukan 2 kali.
TANAMAN OBAT – JARONG
Achyranthes aspera L.

KLASIFIKASI : Calincing disebut Achyranthes aspera L, atau Centrostachys aspera Standl atau Cyathula geniculata Lour termasuk kedalam famili tumbuhan Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang atau dodinga.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini yang sudah diketahui yaitu ;akirantin, glukosa, galaktosa, reilosa, ramnosa, alakaloid. Biji mengandung hentria kontan, sapogenin. Akar; betain, ecdysterone, triterpenoid saponin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : Melancarkan peredaran darah, Peluruh haid, Memperkuat hati dan ginjal, memperkuat otot urat dan tulang, anti inflamasi, anti racun, Peluruh air seni, hemostatik dan mempermudah persalinan. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak pahit dan sifat sejuk.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA :
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai daerah dan negara, tanaman ini bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Demam, panas, malaria, entritis.
2. Radang amandel, radang paru.
3. Radang sendi/ Ostheoporosis.
4. Nyeri menstruasi, mempermudah persalinan .
5. Muntah darah, kencing darah (hematuria). Untuk penyakit-penyakit diatas rebus 9 – 15 gram tanaman kering atau 30 – 60gram segar, minum.
6. Gondongan. Rebus akar jarong, minum, akar dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit.
7. Kencing batu dan infeksi ginjal. Rebus seluruh tumbuhan 18 – 30 gram (segar) atau 12 – 24 gram (kering), minum sebelum makan, sehari satu kali.
8. Bisulbesar di ketiak (Carbuncle). Tanaman segar 60 gram (seluruhnya) ditambah air dan arak secukupnya, tim, minum. Ampasnya dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
Catatan: Wanita hamil dilarang minum obat ini.
TANAMAN OBAT – KEJI BELING
Strobilanthes crispus Bl.

KLASIFIKASI : Keji beling disebut Strobilanthes crispusBl. Atau Sericocalyxcrispus (L) Bremek termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun picah beling, enyohkelo, ngokilo, sedangkan nama asingnya Fenugreek.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Kalium dengan kadar tinggi. Asam silikat,Natrium, Kalsium dan beberapa senyawaan lain.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tanaman ini bersifat peluruh kencing (diuretik) dan pencahar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing kurang lancar. Daun segar 25 gram dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.
2. Batu kandung kencing. Segenggam daun keji beling dan 4 tongkol jagung mudadicuci, lalu direbus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore hari, masing-masing ½ gelas.
3. Batu kandung empedu. Daun keji beling segar 5 lembar, daun ungu segar 7 lembar, dicuci bersih lalau direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum seperti teh.
4. Batu ginjal.
a. Daun keji beling 50 gram, meniran segar 7 batang, daun ungu 7 lembar, dicuci lalu direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 3 kali ⅔ gelas per hari.
b. Daun keji beling dengan daun tempuyung yang segar masing-masing 5 lembar, tongkol jagung sebanyak enam buah, dicuci lalu direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.
5. Sembelit. Ambil ½ genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
6. Wasir. Daun segar20 – 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
7. Kencing manis. Daun segar 20 – 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
Catatan : Sudah dibuat obat paten yaitu Batugin elixir, Nephrolit capsul, Capsul keji beling.

TANAMAN OBAT – KELADI TIKUS
Typhoniumflagelliforme (Lodd) BL.

KLASIFIKASI : Tanaman Keladi Tikus disebut typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl. atau Typhoniumdivaricum (L .) Decne termasuk ke dalam famili tumbuhan Araceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bira kecil , daun panta susu , kalamayong, ileus, ki babi, trenggiling mentik, nama asingnya rodenttuber.

SIFAT KIMIA : Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Hasil penelitian menunjukan : Membunuh / menghambat pertumbumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi, bersifat anti virusdan anti bakteri.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Koreng. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.
2. Frambusia. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat yang sakit .
3. Kanker. payudara, paru-paru, usus besar, rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu dan pankreas. Tanaman lengkap 3 batang ( 50 gram ) direndam setengah jam, dicuci, ditumbuk halus, peras dengan kain, tambahkan setengah sendok madu, campur, minum. Lakukan 3 kali sehari. Air perasan harus segera diminum, tidak boleh disimpan.
4. Menetralisir racun narkoba : Umbi sebesar ujung jari dicuci bersih dengan air matang, dikeprek dan ditelan. Lakukan beberapa kali sehari. (Cara penggunaan ini berdasarkan informasi lisan dari seorang pemakai).

Catatan:
1. Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini .
2. Tanaman ditumbuk bukan diblender.
3. Jika tangan menjadi gatal, cuci dengan air gula .
4. Waktu menumbuk, hati –hati jangan kena mata .
5. Air sari keladi tikus harus diminum segar, tidak boleh disimpan .
6. Tanaman keladi tikus mudah busuk jika basah, jadi harus disimpan di kulkas. Cara ini menyimpan 3 tanaman digulung dengan kertas , masukan plastik, simpan di kulkas.
7. Minum keladi tikus waktu perut kosong, sekurang – kurang nya sejam sebelum makan .
8. Sesudah operasi tidak boleh langsung mikeladi tikus, tunggu 2 minggu.
9. Dua hari pertama minum akan mual, sedikit diare, kotoran jadi hitam dan lesu.
10. Kadang – kadang pasien muntah atau atau kurangi dosisnya mual sesudah lama minum keladi tikus, hentikan dulu sampai gejala hilang dan minum lagi, atau kurangi dosisnya.
TANAMAN OBAT – KELOR
Moringa oeifera Lamk.

KLASIFIKASI : Kelor disebut Moringaoleifera Lamk atau M. pterygosperma Gaertn. Termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Marongghi, celor, kawona, motong, barunggai.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Biji : Minyak “behen”. Kulit akar: Minyak terbang.
Senyawa lain: myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1, B2 dan C.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: Rasaagak pahit, netral, anti inflamasi, antipiretik, antiskorbut dan tidak beracun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi dari penggunaan akar, daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Beri-beri, udim. Akar kelor, akar pepaya tambah kulit lawang atau cengkeh, digiling, tambah air, peras, saring, minum.
2. Kurap ‘herpes’, luka bernanah. Daun ditumbuk dengan kapur, balurkan pada kurap.
3. Abortivum. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
4. Sariawan. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
5. Rematik, nyeri dan pegal linu. Akar kelor direbus, saring, minum airnya, atau 2-3 gagang daun kelor dan ½ sendok makan kapur sirih ditumbuk halus dan balurkan ke bagian yang sakit.
6. Histeri. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
7. Epilepsi. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
8. Sulit buang air kecil. Akar kelor ditambah daun,direbus, saring, minum airnya.
9. Badanlemah, nafsu makan berkurang. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
10.Sakit kuning. Daun kelor 3 – 7 tangkai,1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Minum secara rutin sampai sembuh.
11. Rabun ayan. Tiga tangkai dauin kelor ditumbuk halus, seduh dengan 1 cangkir air masak dan disaring, campurkan dengan madu dan aduk sampai merata. Minum sebelum tidur.
12. Biduren, alergi. Daun kelor 3 gagang, bawang merah 1 siung dan adas pulasari, direbus dengan 3 gelas air mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Minum sehari 2 kali pagi dan sore.

TANAMAN OBAT – KEMANGI
Ocinum bassilicum ferina citratum.

KLASIFIKASI : Kemangi disebut Ocinumbassilum ferina citratum atau Ocinum cannum Termasuk ke dalam famili Ocinaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kemangi satu jenis dengan lampes, kemangi hutan, selasih, kemangi kebo

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Minyak atsiri: Osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, amorfena, burnesena, kadinena, kopaena, kubebena, pinena, ter pinena, santalena, sitral, dan kariofilena.
Senyawa lain : Anetol, apigenin, asam askorbat, asam kafeat, eskuletin,eriodiktiol, eskulin, estragol, faenesol, histidin, magnesium, rutin, tanin, ß-carotene, ß-sitosterol. dll.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat: rasa agak manis, dingin, harum, dan menyegarkan, menghilangkan bau badan, dan bau mulut.
Efek zat aktif : 1,8 sineol (seluruh tanaman), anestesi, membantu mengatasi ejakulasi dini, anti kholinesterase, perangsang aktifitas syarafpusat, melebarkan pembuluh darah kapiler (merangsang ereksi), penguat hepar.
Anethol (seluruh tanaman); merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI.
Apigenin (seluruhtanaman); melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkansirkulasi, menekan syaraf pusat, ralaksasi otot polos.
Arginine (daun), memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik.
Asam aspartat (daun); merangsang syaraf, analeptik.
Boron (seluruh tanaman); merangsang keluarnya hormon androgen dan hormon estrogen serta mencegah pengeroposan tulang.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bau badan dan bau keringat. Daun, biji dan akar kemangi ditumbuk halus, diseduh denganair panas, disaring, tambah gula aren, minum pagi dan malam hari.
2. Bau mulut, badan lesu. Lalap daun kemangi.
3. Panas dalam, sariawan. Daun segar atau kering, secukupnya direbus, minum.
4. Peluruh gas perut, peluruh haid dan peluruh Asi. Daun secukupnya segar atau kering direbus, minum.
5. Ejakulasi prematur. Minum rebusan kemangi atau makan kemangi secukupnya.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman menghendaki tempat yang sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – KEMBANG PUKUL EMPAT
Mirabilis jalapa L.

KLASIFIKASI : Kembang pukul empat disebut Mirabilisjalapa L atau Jalapacongesta Moench., atau Nyctago hortensis Bot., termasuk ke dalam famili tumbuhan Nyctaginaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kembang pagi sore, bunga waktu kecil, kederat dan bunga-bunga parengki.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l:
Akar : Betaxantins.
Buah : Zat tepung, lemak, (4,3%), zat lemak, (24,4%), zat asam minyak (46,9%).

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: anti radang, peluruh air seni, memperlancar sirkulasi, menghilangkan hambatan aliran darah. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat tidak berbau, manis, rasa netral, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologis didapat dari penggunaan akar, daun dan buah.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Acutearthritis. Akar segar direbus, minum. Bila badan panas ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi.
2. Bisul. Sepuluh lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempel pada bisul dan sekelilingnya lalu dibalut.
3. Radang amandel. Akar 9 – 5 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
4. Infeksi saluran kencing/prostatitis. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
5. Kencing manis (DM). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
6. Keputihan (Leucorrhea) Erosi mulut rahim (cervical erosian). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
7. Radang sendi yang akut. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
Catatan : Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini.

Master Sen

Master Sen

Asistens Insstructure

Sejarah Terciptanya Sen-Hatmanani

SEJARAH TERCIPTANYA
SEN-HATMANANI

Tahun 1999 merupakan satu awal munculnya terciptanya /ide untuk mendirikan dan menciptakan bentuk terapi kebugaran/kesehatan yang mengkolaborasikan gerakan dari berbagai macam-macam disiplin ilmu kesehatanalternatifdari berbagai belahan dunia.

Ini merupakan suatu proses yang sangat panjang yang berawal dari sebuah hobi dan
inisiatif untuk sehat secara mandiri .Hal ini saya pelajari berbagai macam disiplin bentuk
ilmu kesehataan seperti (Hata yoga,Hipno terapi,Chi kung,Taichi,Prana,Meditasi,EFT,NLP dsb)dari tahun 1984-1989 saya mengenal jenis-jenis terapi untuk sehat,dari semua ilmu tersebut saya merasakan manfaatnya.

Dari semua itu saya berusaha untuk mengklaborasikan berbagai tehnik disiplin ilmu tersebut.Di atas menjadi satu kesatuan dengan berfokus pada beberapa hal yaitu pada olah fakir,olah tubuh/fisik,olah jiwa dan olah nafas.(Mino,Body,Soul Breadh and Meditation)jadi dengan program yang multi komplek tubuh ini diolah secara maksimaluntuk menghasilkan kesehatan secara menyeluruh dan optimal.

Kemudian setelah terbentuk senam,baru pada tahun 2000,menemukan nama dari senam tersebut dengan nama SEN – HATMANANI di yogyakarta,oleh bapak Wisnu Tomo yogyakarta sebagai penasehat spiritual saya.

Kita ketahui manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang maha esa yang paling sempurna segalanya sudah ada pada setiap diri manusia yang terdiri dari instrument-instrumen seperti otak ,jantung,hati,dsb.

Apabila elemen /instrument tersebut kita berdayakan dan kita kelola dengan baik dan benar bias di pergunakan dalam berbagai hal seperti akses energi alam,memprogram pikiran jiwa dsb untuk kesehatan diri kita.

Jadi program yang ada pada SEN-HATMANANI yaitu tehnik senam untuk memberdayakan /mengolah potensi yang ada pada manusia yang sudah di berikan oleh tuhan, untuk dapat menghasilkan kesehatan yang menyeluruh dan maksimal tanpa meningalkan unsure medis.

Ada beberapa hal/elemen yang harus di lakukan di SEN-HATMANANI untuk memperoleh kesehatan yang menyeluruh dan maksimal antara lain:

1. Harus berfikir positif(positif tingking)
2. Hati yang positif (positif feling)
3. Berusah berlatih untuk lkhlas,sabar,tidak membenci,iri,dan dengki.

Ketiga elemen tersebut bila bias menerapkan maka terciptalah kesehatan jiwa dan raga secara utuh.
Perlu di ketahui bersamabahwa SEN-HATMANANI bukan merupakan suatu aliran beragama atau kepercayaan disekte,tetapi merupakan wadah pemberdayaan kesehatan yang berbesik alamiah dengan memanfaatkan energi alami yang sudah di berikan tuhan kepada kita/di dalam tubuh kita untuk di perdayakan.

SEN-HATMANANI
Untuk mencapai kesehatan jiwa dan raga secara maksima.ada beberapa elemen yang di olah di SEN-HATMANANI ,elemen tersebut antara lain:
1. Elemen tubuh fisik
2. Tubuh vital (prana/energi/chi)
3. Tubuh mertal
4. Tubuh psykis
5. Tubuh spiritual

1.ELEMEN TUBUH FISIK
• Yaitu berfokus pada fisik kehidupan dan kemampuan untuk kebutuhan hidup.
• Berhubungan dengan elemen tanah.
• Apabil kita perdayakan kita akan menjadi sehat dan nyaman.

2.ELEMEN TUBUH FITAL
• Berfokus pada seksualitas,emosi,vitalitas
• Berhubungan dengan elemen ait
• Apabila kita olah /perdayakan,kita dapat mengontrol emosi.

3.TUBUH MENTAL
• Berfokus pada emosi dan pemikiran
• Berhubungan dengan elemen api
• Bagian ini mengatur ego dan kepribadian kita,bertanggung jawab rasa aman dan kemampuan untuk mendesak orang lain.
• Ketika elemen ini dilatih /diberdayakan akan membantu meningkatkan hubungan interpersonal dan kepribadian.

4.TUBUH PESIKIS
• Berhubungan dengan tingkat emosi dan spiritualitas
• Berhubungan dengan unsur udara
• Apabila dilatih/di berdayakan akanmemberikan kemampuan untuk mencintai tanpa syarat(tidak benci,iri dan dengki)terhadap orang lain.

5.TUBUH SPIRITUAL
• Berhubungan dengan tingkatan tertinggi kebijaksanaan dan kesadaran murni yang di kuasai oleh(bitsu,pendeta,sufi,kyai)
• Berhubungan dengan eter /ruang ,menuju kearah kebenaran yang hakiki
• Apabila di berdayakan akan menaruh kebebasan,karena telah menjadi diri
• sendiriyang sebenarnya(mengenal diri sendiri)
• Tingkatan spiritualitas tertinggi dalam kehidupan manusia/ilmu sejati

Dari kelima elemen tersebut dapat kita latih dengan memanfaatkan 7 cakra yang ada dalam tubuh kita.

Tujuan menciptakan SEN-HATMANANI adalah untuk menyeimbangkan jiwa raga untuk membentuk kepribadian manusia yang sabariklas dan bijaksana dan akan selalu ingat penciptanya.

Pesan;
• Jangam bertanya dan berfikir darimana ilmu itu berasal,
• Tapi berfikirlah bermanfaatkah ilmu tersebut untuk menunjang kehidupan secara positif .

Motto;
• Derma,ikhlas,sabar dan bijaksana
• Kebahagiyaan akan berpancar secara alami apabila manusia bias menata hati.
• Jangan mudah pikiran dipengaruhi dalam hidup initapi pengaruhilah pikiran untuk mengalahkan hidup ini.

By Editing Ag.Tri Wibowo
2010

Prana

Prana adalah istilah sansekerta yang berarti energi vital atau daya hidup yang memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta termasuk kehidupan manusia.
Prana adalah universal. Di China disebut ‘Chi’, di Jepang ‘Ki’, di Yunani ‘Pneuma’, di Polynesia ‘Mana’, dan dalam bahasa Ibrani disebut dengan ‘Ruah’ yang kesemuanya mempunyai arti yang sama yaitu ‘Nafas Kehidupan’.
Energi Prana tersedia sangat berlimpah dimuka bumi ini, sumbe

CARA PENYEMBUHAN
Dalam halaman ini tersedia teknik Penyembuhan Prana untuk berbagai penyakit, terutama yang tidak ada dalam buku. Kebanyakan tekniknya diambil dari PHQandA. Perlu diperhatikan bahwa teknik-teknik penyembuhan yang tersedia di sini hanya dapat dipahami dan dilakukan oleh mereka yang sudah mengikuti Lokakarya Penyembuhan Prana tingkat Dasar, tingkat Lanjut dan tingkat Psikoterapi Prana, bahkan ada sebagian yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mengikuti Lokakarya Penyembuhan Prana dengan Kristal.
Kegemukan bisa disebabkan karena konsumsi kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Faktor genetika dan lingkungan bisa menimbulkan masalah bagi kebanyakan wanita muda yang kegemukan. Itu bisa menyebabkan rasa rendah diri dan gangguan dalam pergaulan.
Ada dua jenis pola makan abnormal penyumbang obesitas pada banyak orang, yaitu nafsu makan yang berlebihan dan kebiasaan makan di malam hari, mungkin itu dipicu oleh stress dan gangguan emosi.
Peningkatan jumlah atau ukuran sel lemak, keduanya menambah jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh. Orang yang kegemukan, terutama yang sejak kecil, mempunyai jumlah sel lemak lima kali lebih dibandingkan orang yang normal beratnya. Karena banyaknya sel lemak tidak bisa dikurangi. Berat badan bisa diturunkan hanya dengan mengurangi jumlah lemak dalam setiap sel.
Perawatan:
1. Lakukan penyapuan umum dengan lembayung listrik.
2. Bersihkan dan berikan energi ke solar-pleksus depan dan belakang, hati dan lambung dengan lembayung muda atau lembayung listrik. Sapu dan berikan energi ke hati dengan seksama untuk membersihkan racun tubuh.
3. Sapu dan berikan energi ke chakra pusar, usus besar dan usus halus dengan lembayung muda atau lembayung listrik.
4. Sapu dan berikan energi ke chakra tenggorokan dan tenggorokan sekunder dengan seksama dengan prana lembayung muda atau lembayung listrik. Sapu juga leher bagian depan, kiri dan kanan.
5. Sapu dan berikan energi ke chakra jantung depan dan belakang dengan lembayung listrik.
6. Sapu dan berikan energi ke chakra mahkota dengan lembayung listrik.
7. Sapu chakra dasar dan chakra pusar. Berikan energi merah muda keputih-putihan.
8. Bersihkan chakra limpa dengan seksama. (Catatan: Bila pasien depresi, chakra limpa dapat diberi energi putih. Ini hanya boleh dilakukan oleh seorang penyembuh yang sudah mahir dan berpengalaman).
9. Buatlah perisai chakra untuk chakra solar-pleksus depan dan belakang, chakra tenggorokan dan chakra minor tenggorokan sekunder, ajna dan mahkota.
10. Buatlah perisai aura.
11. Perawatan dilakukan dua hari sekali.
Catatan:
Ketika melakukan penyapuan dan pemberian energi, harus disertai dengan niat untuk membuang dan menghancurkan elemental negatif dan bentuk pikiran negatif yang terkait dengan nafsu makan yang berlebihan atau kecanduan makan. Juga bersihkan jaring pelindung dengan seksama dan tambal retakan dan lubang yang ada di jaring pelindung.

Lain-lain:
 Rubah dietnya.
 Olah raga.
 Jangan makan terlalu malam atau makan cemilan menjelang tidur.
 Minumlah paling tidak 6 sampai 8 gelas besar air putih setiap hari. Minumlah di antara waktu makan.

Penanganan Demam Berdarah
PENANGANAN DEMAM BERDARAH DAN TIPUS
Informasi medis
Demam berdarah merupakan salah satu infeksi arbovirus yang paling umum muncul di daerah tropis dan subtropis diseluruh dunia. Infeksinya disebarkan oleh nyamuk, menyebabkan demam, pembengkakan dan perdarahan di simpul kelenjar getah bening. Juga menyebabkan rasa sakit yang sangat di otot dan persendian. Penyakit yang bisa berakibat fatal ini sering kali diderita oleh anak di bawah umur 10 tahun, dan infeksinya bisa kambuh lagi pada tahun berikutnya. Biasanya gejala awalnya ditandai dengan sakit kepala, rasa kantuk, dan demam. Muntah dan sakit leher juga merupakan pertanda adanya infeksi di otak dan syaraf tulang belakang. Gemetar, bingung dan sawan kadang timbul dengan sangat cepat. Kadang-kadang lengan dan tungkai bisa menjadi lemah. Tidak ada penanganan kusus untuk penyakit ini. Perawatannya secara umum adalah suportif. Seorang dokter mencoba mempertahankan fungsi jantung dan paru-parunya ketika infeksinya perlahan-lahan mereda.
Perawatan Prana
1. Lakukan penyapuan umum dengan hijau mkp.
2. Bersihkan solar plexus depan dan belakang, pusar dan daerah perut berselang seling dengan warna hijau mkpp dan lembayung mkp. Berikan energi Hijau mkpp, biru mkp dan lembayung mkp. Penekanan perawatan lebih pada penyapuan.
3. Sapu cakra limpa depan dan belakang dengan Hijau mkp. Beri energi hijau mkpp dan lembayung mkp. Pemberian energi pada limpa hanya boleh dilakukan oleh penyembuh prana yang berpengalaman.
4. Bersihkan cakra jantung depan dan belakang, beri energi lembayung mkp pada cakra jantung belakang.
5. Bersihkan paru-paru. Beri energi paru-paru bagian belakang dengan hijau mkp, oranye mkp dan lembayung mkp.
6. bersihkan cakra dasar, beri energi putih atau merah mkp. Jangan beri energi ke cakra dasar kalau pasien demam.
7. Bersihkan cakra minor lengan dan tungkai. beri energi merah mkp atau lembayung muda mkp. Bila pasien demam beri lembayung mkp, ini hanya boleh diberikan sekali dalam sehari.
8. Bersihkan cakra tenggorokan. Berikan energi hijau mkp, biru mkp kemudian lembayung mkp.
9. Bersihkan cakra mahkota, dahi, ajna dan belakang kepala. Beri lebih sedikit Hijau mkp dan lebih banyak lembayung mkp.
PHQandA: Ejakulasi Dini
Latar belakang medis:
Ejakulasi dini (ED), sebelumnya dikenal sebagai impotensi, itu digambarkan sebagai serangan kambuhan secara menetap dari osrgasme atau ejakulasi yang terjadi karena rangsangan seksual yang minimal sebelum, pada saat atau tidak lama setelah penetrasi dan sebelum orang itu mengharapkannya.
Sebagian besar pria dengan keluhan ini dapat menangguhkan orgasme selama masturbasi dalam jangka waktu yang cukup lama, dibandingkan ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Perkiraan pasangannya mengenai periode jangka waktu dari permulaan aktivitas seksual sampai ejakulasi, demikian juga pendapat mengenai apakah ED merupakan masalah, dapat berbeda-beda. Karena itu, diagnosa mengenai ED tidak tergantung pada apakah Anda mampu “memuaskan” pasangan Anda atau tidak, tetapi lebih pada persepsi Anda sendiri mengenai kesulitan yang disebabkan oleh ejakulasi dini.
Sama seperti gangguan seksual lainnya ED dapat diklasifikasikan sebagai gangguan seumur hidup (yang timbul untuk seluruh kehidupan dewasa orang itu) atau diperoleh (timbul setelah sebelumnya berfungsi secara normal dalam periode waktu tertentu). Ini bisa juga diklasifikasikan sebagai penyama-rataan (muncul pada semua pasangan, kegiatan seksual dan situasi) atau situasional (Terbatas pada pasangan tertentu, cara melakukan hubungan seksual, atau situasi).
Berikut ini adalah kriteria diagnostik untuk ED seperti yang disediakan oleh “The Diagnostic and Statistical Manual of mental Disorders, edisi ke 4 (DSM-IV, 1994).
1. Serangan kambuhan atau menetap dari ejakulasi dengan rangsangan seksual yang minimal sebelumnya, beberapa waktu setelah penetrasi dan sebelum orang itu mengharapkannya. Pemeriksaan klinis harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi, jangka waktu fase perangsangan seperti usia, baru atau lamakah pasangan atau situasinya, dan seringnya frekwensi kegiatan seksual dilakukan.
2. Gangguan yang menyebabkan kesulitan atau gangguan dalam hubungan antar manusia.
3. ED secara eksklusif tidak langsung berkaitan dengan efek gangguan psikologis maupun dari zat tertentu (misalnya obat terlarang atau obat-obatan medis) atau kondisi medisnya secara umum.
Referensi:
Asosiasi Psikiatris Amerika. Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi ke 4, Asosiasi Psikiatris Washingtan DC.
Institut Kesehatan Nasional, Institut Nasional untuk Kesehatan Mental.

tenaga prana

PERAWATAN PRANA:
1. Berdoa. Kemudian telusuri, sebelum, selama dan setelah perawatan.
2. Lakukan penyapuan umum.
3. Penyapuan setempat pada cakra dasar, seks dan pusar.
4. Berikan energi cakra dasar, seks dan pusar dengan merah muda keputih-putihan. Kalau pasien punya riwayat penyakit kelamin, gunakan warna putih.
5. Bersihkan dan beri energi pada cakra solar-pleksus, ajna dan mahkota menggunakan ungu muda atau ungu listrik. Ketika membersihkan cakra-cakra ini, penyembuh harus meniatkan untuk membuang energi stress atau energi negatif dari cakra-cakra tersebut.
6. Hambat cakra solar-pleksus yang terlampau aktif dengan energi biru muda keputih-putihan.
7. Bersihkan dan beri energi cakra jantung melalui cakra jantung belakan dengan ungu muda atau ungu listrik.
8. Ulang perawatan 3 kali dalam seminggu.

JUMLAH CAKRA

1. CAKRA MAHKOTA
2. CAKRA AJNA3.
3. CAKRA TENGGOROK
4. CAKRA JANTUNG
5. CAKRA SOLAR PLEKSUS
6. CAKRA SEX
7. CAKRA DASAR

CARA MEMBANGKITKAN CAKARA :
Yaitu dengan melakukan meditasi cakra atau pernafasan cakra

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.