Prana adalah istilah sansekerta yang berarti energi vital atau daya hidup yang memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta termasuk kehidupan manusia.
Prana adalah universal. Di China disebut ‘Chi’, di Jepang ‘Ki’, di Yunani ‘Pneuma’, di Polynesia ‘Mana’, dan dalam bahasa Ibrani disebut dengan ‘Ruah’ yang kesemuanya mempunyai arti yang sama yaitu ‘Nafas Kehidupan’.
Energi Prana tersedia sangat berlimpah dimuka bumi ini, sumbe
CARA PENYEMBUHAN
Dalam halaman ini tersedia teknik Penyembuhan Prana untuk berbagai penyakit, terutama yang tidak ada dalam buku. Kebanyakan tekniknya diambil dari PHQandA. Perlu diperhatikan bahwa teknik-teknik penyembuhan yang tersedia di sini hanya dapat dipahami dan dilakukan oleh mereka yang sudah mengikuti Lokakarya Penyembuhan Prana tingkat Dasar, tingkat Lanjut dan tingkat Psikoterapi Prana, bahkan ada sebagian yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mengikuti Lokakarya Penyembuhan Prana dengan Kristal.
Kegemukan bisa disebabkan karena konsumsi kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Faktor genetika dan lingkungan bisa menimbulkan masalah bagi kebanyakan wanita muda yang kegemukan. Itu bisa menyebabkan rasa rendah diri dan gangguan dalam pergaulan.
Ada dua jenis pola makan abnormal penyumbang obesitas pada banyak orang, yaitu nafsu makan yang berlebihan dan kebiasaan makan di malam hari, mungkin itu dipicu oleh stress dan gangguan emosi.
Peningkatan jumlah atau ukuran sel lemak, keduanya menambah jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh. Orang yang kegemukan, terutama yang sejak kecil, mempunyai jumlah sel lemak lima kali lebih dibandingkan orang yang normal beratnya. Karena banyaknya sel lemak tidak bisa dikurangi. Berat badan bisa diturunkan hanya dengan mengurangi jumlah lemak dalam setiap sel.
Perawatan:
1. Lakukan penyapuan umum dengan lembayung listrik.
2. Bersihkan dan berikan energi ke solar-pleksus depan dan belakang, hati dan lambung dengan lembayung muda atau lembayung listrik. Sapu dan berikan energi ke hati dengan seksama untuk membersihkan racun tubuh.
3. Sapu dan berikan energi ke chakra pusar, usus besar dan usus halus dengan lembayung muda atau lembayung listrik.
4. Sapu dan berikan energi ke chakra tenggorokan dan tenggorokan sekunder dengan seksama dengan prana lembayung muda atau lembayung listrik. Sapu juga leher bagian depan, kiri dan kanan.
5. Sapu dan berikan energi ke chakra jantung depan dan belakang dengan lembayung listrik.
6. Sapu dan berikan energi ke chakra mahkota dengan lembayung listrik.
7. Sapu chakra dasar dan chakra pusar. Berikan energi merah muda keputih-putihan.
8. Bersihkan chakra limpa dengan seksama. (Catatan: Bila pasien depresi, chakra limpa dapat diberi energi putih. Ini hanya boleh dilakukan oleh seorang penyembuh yang sudah mahir dan berpengalaman).
9. Buatlah perisai chakra untuk chakra solar-pleksus depan dan belakang, chakra tenggorokan dan chakra minor tenggorokan sekunder, ajna dan mahkota.
10. Buatlah perisai aura.
11. Perawatan dilakukan dua hari sekali.
Catatan:
Ketika melakukan penyapuan dan pemberian energi, harus disertai dengan niat untuk membuang dan menghancurkan elemental negatif dan bentuk pikiran negatif yang terkait dengan nafsu makan yang berlebihan atau kecanduan makan. Juga bersihkan jaring pelindung dengan seksama dan tambal retakan dan lubang yang ada di jaring pelindung.
Lain-lain:
Rubah dietnya.
Olah raga.
Jangan makan terlalu malam atau makan cemilan menjelang tidur.
Minumlah paling tidak 6 sampai 8 gelas besar air putih setiap hari. Minumlah di antara waktu makan.
Penanganan Demam Berdarah
PENANGANAN DEMAM BERDARAH DAN TIPUS
Informasi medis
Demam berdarah merupakan salah satu infeksi arbovirus yang paling umum muncul di daerah tropis dan subtropis diseluruh dunia. Infeksinya disebarkan oleh nyamuk, menyebabkan demam, pembengkakan dan perdarahan di simpul kelenjar getah bening. Juga menyebabkan rasa sakit yang sangat di otot dan persendian. Penyakit yang bisa berakibat fatal ini sering kali diderita oleh anak di bawah umur 10 tahun, dan infeksinya bisa kambuh lagi pada tahun berikutnya. Biasanya gejala awalnya ditandai dengan sakit kepala, rasa kantuk, dan demam. Muntah dan sakit leher juga merupakan pertanda adanya infeksi di otak dan syaraf tulang belakang. Gemetar, bingung dan sawan kadang timbul dengan sangat cepat. Kadang-kadang lengan dan tungkai bisa menjadi lemah. Tidak ada penanganan kusus untuk penyakit ini. Perawatannya secara umum adalah suportif. Seorang dokter mencoba mempertahankan fungsi jantung dan paru-parunya ketika infeksinya perlahan-lahan mereda.
Perawatan Prana
1. Lakukan penyapuan umum dengan hijau mkp.
2. Bersihkan solar plexus depan dan belakang, pusar dan daerah perut berselang seling dengan warna hijau mkpp dan lembayung mkp. Berikan energi Hijau mkpp, biru mkp dan lembayung mkp. Penekanan perawatan lebih pada penyapuan.
3. Sapu cakra limpa depan dan belakang dengan Hijau mkp. Beri energi hijau mkpp dan lembayung mkp. Pemberian energi pada limpa hanya boleh dilakukan oleh penyembuh prana yang berpengalaman.
4. Bersihkan cakra jantung depan dan belakang, beri energi lembayung mkp pada cakra jantung belakang.
5. Bersihkan paru-paru. Beri energi paru-paru bagian belakang dengan hijau mkp, oranye mkp dan lembayung mkp.
6. bersihkan cakra dasar, beri energi putih atau merah mkp. Jangan beri energi ke cakra dasar kalau pasien demam.
7. Bersihkan cakra minor lengan dan tungkai. beri energi merah mkp atau lembayung muda mkp. Bila pasien demam beri lembayung mkp, ini hanya boleh diberikan sekali dalam sehari.
8. Bersihkan cakra tenggorokan. Berikan energi hijau mkp, biru mkp kemudian lembayung mkp.
9. Bersihkan cakra mahkota, dahi, ajna dan belakang kepala. Beri lebih sedikit Hijau mkp dan lebih banyak lembayung mkp.
PHQandA: Ejakulasi Dini
Latar belakang medis:
Ejakulasi dini (ED), sebelumnya dikenal sebagai impotensi, itu digambarkan sebagai serangan kambuhan secara menetap dari osrgasme atau ejakulasi yang terjadi karena rangsangan seksual yang minimal sebelum, pada saat atau tidak lama setelah penetrasi dan sebelum orang itu mengharapkannya.
Sebagian besar pria dengan keluhan ini dapat menangguhkan orgasme selama masturbasi dalam jangka waktu yang cukup lama, dibandingkan ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Perkiraan pasangannya mengenai periode jangka waktu dari permulaan aktivitas seksual sampai ejakulasi, demikian juga pendapat mengenai apakah ED merupakan masalah, dapat berbeda-beda. Karena itu, diagnosa mengenai ED tidak tergantung pada apakah Anda mampu “memuaskan” pasangan Anda atau tidak, tetapi lebih pada persepsi Anda sendiri mengenai kesulitan yang disebabkan oleh ejakulasi dini.
Sama seperti gangguan seksual lainnya ED dapat diklasifikasikan sebagai gangguan seumur hidup (yang timbul untuk seluruh kehidupan dewasa orang itu) atau diperoleh (timbul setelah sebelumnya berfungsi secara normal dalam periode waktu tertentu). Ini bisa juga diklasifikasikan sebagai penyama-rataan (muncul pada semua pasangan, kegiatan seksual dan situasi) atau situasional (Terbatas pada pasangan tertentu, cara melakukan hubungan seksual, atau situasi).
Berikut ini adalah kriteria diagnostik untuk ED seperti yang disediakan oleh “The Diagnostic and Statistical Manual of mental Disorders, edisi ke 4 (DSM-IV, 1994).
1. Serangan kambuhan atau menetap dari ejakulasi dengan rangsangan seksual yang minimal sebelumnya, beberapa waktu setelah penetrasi dan sebelum orang itu mengharapkannya. Pemeriksaan klinis harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi, jangka waktu fase perangsangan seperti usia, baru atau lamakah pasangan atau situasinya, dan seringnya frekwensi kegiatan seksual dilakukan.
2. Gangguan yang menyebabkan kesulitan atau gangguan dalam hubungan antar manusia.
3. ED secara eksklusif tidak langsung berkaitan dengan efek gangguan psikologis maupun dari zat tertentu (misalnya obat terlarang atau obat-obatan medis) atau kondisi medisnya secara umum.
Referensi:
Asosiasi Psikiatris Amerika. Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi ke 4, Asosiasi Psikiatris Washingtan DC.
Institut Kesehatan Nasional, Institut Nasional untuk Kesehatan Mental.