OBAT HERBAL

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq)
Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni (diuretic), menghilangkan panas dan lembab.
Bagian yg dipakai : seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).
Cara pemakaian : 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.
Resep obat yg lain :
1. Nephritis, edema (bengkak):
0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr, Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.
2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit (anyang-anyangan) : 0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis, masing-masing 30 gr., direbus.
Serangan nyeri akibat gout (asam urat tinggi) seringkali terjadi mendadak saat tidur, yang biasanya menyerang ibu jari kaki, tumit, dan lutut. Daerah di sekitar persendian memerah, bengkak, dan mengkilat.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari asam urat antara lain:
• Mengurangi pengkonsumsian jeroan, daging, kacang, kol, kembang kol, kangkung, bayam, rebung, es, daging kambing, emping/melinjo, kerang, dan lain-lain.
• Menghindari minuman beralkohol
• Memperbanyak minum air.

Gout adalah sejenis artritis yang disebabkan oleh pengendapan asam urat pada persendian. Asam urat merupakan hasil metabolisme yang mengalir melalui peredaran darah. Jika kadar asam urat terlalu tinngi atau terlalu sedikit yang dibuang melalui air kencing, akan terbentuk kristal-kristal kecil dan akan mengendap pada salah satu persendian hingga menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat, bengkak di sekitar persendian, dan terjadinya kelainan bentuk persendian.

Pengobatan (Pilih Salah satu ramuan di bawah ini):

Ramuan 1 :
200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 butir cenkeh, 1 butir biji pala, 1 ruas ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 10 butir merica, dan gula merah secukupnya direbus dengan 1 ½ liter air hingga tersisa ½ liter. Airnya diminum selagi hangat dan ubinya dapat dimakan. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 2 :
10 lembar daun salam direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 3 :
Takokak secukupnya dikonsumsi menurut selera, dan dilakukan secara teratur.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 4 :
Buah leunca secukupnya dikonsumsi.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 5 :
Rebus 1 sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum sekaligus hangat-hangat. Lakukan 2-3 kali sehari, tergantung pada beratnya penyakit.
Ramuan 6 :
Cuci bersih 100 lembar daun kumis kucing segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Ramuan diminum sekaligus dan dilakukan pada pagi hari.
Ramuan 7 :
Cuci bersih 30 gram herba tempuyung segar. Lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai hanya tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum setelah dingin.
Ramuan 8 :
Cuci bersih 30 gram herba suruhan segar. Tumbuk halus, lalu peras.
Pemakaian : Air perasan diminum sekaligus.
Ramuan 9 :
Belah 1 buah pare mentah segar, buang bijinya. Setelah itu, cuci bersih dan potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, satu kali sehari.
Ramuan 10 :
Cuci 5 lembar daun salam hingga bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga hanya tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari.
TANAMAN OBAT – ALANG-ALANG
Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor(Nees) C.E.Hubb

KLASIFIKASI :
Alang-alang disebut Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor(Nees) C.E.Hubb.,atau Imperata arundinacea Cyrillo atau Lagurus cylindricus L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Gramineae atau Poaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ìlalang, hilalang atau kambengan.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yangsudah diketahui, a.l :Manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid,coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkanpanas), diuretik, (peluruh kemih), hemostatik ( menghentikan pendarahan),menghilangkan haus, masuk meridian paru lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sejuk.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DANCARA PENGGUNAANYA
1. Muntahdarah. Akar segar 30 – 60 gram, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.
2. Mimisan. Akar segar dicuci bersih,ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100 cc, minum. Atau 30 gram akar segar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas,minum.
3. Airkemih berdarah. Rebus 100 gram akar segar dengan 2.000 cc air sampai tersisa 1.000 cc.
4. Kencingnanah. Akar segar 300 gr dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya. Dibagi 3 kali minum atau sebagai teh. Sepuluh hari untuk 1 cure.
5. Hepatitisakut menular. Akar ákering 60 gram digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Dibagi 2 kali minum. 10 hari untuk 1 cure.
6. Rasahaus pada penyakit campak. Rebus 30 grakar, minum sebagai teh.
7. Radang ginjal akut. Cucibersih 60- 120 gr akar segar, dipotong-potong seperlunya dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2 – 3 kali minum. Rebus 60 – 120 gram pegagan segar, minum secara rutin.

TANAMAN OBAT – ALPUKAT
Persea americana M.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
-Buah dan daun mengandung : Saponin alkaloida dan flavonoid.
-Buah juga mengandung tanin, daun juga mengandung polifenol, quersetin dan gula alkohol persiit.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : Daun: rasa pahit, kelat, peluruh kencing. Biji: anti radang, analgesik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun bersifat anti bakteri yaitu menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri : staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Escherichea sp dan Bacillus sp.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
1. Sariawan Sebuah isi (daging buah) alpukat yang sudah masak diberi 2sendok makan madu murni, diaduk merata lalu makan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
2. Kencing batu. Daun alpukat 4 lembar, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinag, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gleas air sampai tersisa 2 ¼gelas. Stelah dingin disaring, minum 3 kali ¾ gelas.
3. Darah tinggi, sakit kepala. Tiga lembar daun alpukat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Minum setelah dingin.
4. Kulit muka kering. Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker tersebut mengering.
5. Sakit gigi berlubang. Lubang pada gigi dimasuki biji alpukat.
6. Bengkak karena peradangan. Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
7. Kencing manis. Biji dipanggang diatas api, dipotong kecil-kecil, kemudian digodok dengan air sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
8. Teh daun alpukat. Untuk menghilangkan rasa sakit kepala, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (neuralgia) dan datang haid tidak teratur.
9. Nyeri syaraf dan nyeri lambung. Daun 3 – 6 lembar, diseduh atau direbus, minum.
10. Saluran napas membengkak, menstruasi tidak teratur. Daun 3-6 lembar diseduh atau rebus, minum.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai. Sudah dibuat obat paten.

TANAMAN OBAT – ANDONG
Cordyline fruticosa (Linn.) A. Cheval.

KLASIFIKASI :
Andong disebut Coryline fruticosa (Linn.) A Cheval, atauCordyline (L) Kunth termasuk dalam famili tumbuhan Liliaceae.Tanaman ini dikenal dengan nama daerah andong, hangjuang atau bakjuang.

SIFAT KIMIAWI :
Kandungan tanaman ini belum banyak diketahui, sehingga kegunaan tanaman ini diketahui berdasarkan pengalaman turun-temurun dan berdasarkan pengalaman empiris.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : menyejukkan darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak karena memar (anti swelling). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis ambar, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, akar, dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARAPENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb:
1. TBC Paru dengan batuk darah. Daun kering 15 – 30 gr, ataubunga kering 9 – 15 gr atau akar kering6 – 10 gr direbus dan diminum.
2. Ancaman aborsi, menstruasi yang banyak, air kemih berdarah dan wasir berdarah. Daun kering 15 –30 gr, atau bunga kering 9 – 15 gr, atau akar kering 6 – 10 gr direbus, diminum.
3. Nyeri lambung dan Ulu hati. Daun15 – 30 gr, atau bunga 9 – 15 gr atau akar 6 – 10 gr, direbus, diminum.
4. Air kemih berdarah, tidak menstrusi. Daun segar 60 – 100 gr atau akar 30 – 60 gr, rebus, minum.
5. Sengatan ikan Swanggi. Daun dipipis, dipanaskan dan diurapkan ke bagian yang luka.
6. Radang gusi. Kulit dikikis, diberi garam sedikit dan dioleskan pada tempat yang sakit.

TANAMAN OBAT – BAMBU TALI
Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.

KLASIFIKASI :
Bambu tali disebut Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr. termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah asparagus dan dengan nama asing Chritusdoorn.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a l : Saponin; aglycone, protosarsapogenin.
Senyawalain; Asparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy, methylfurfural, beta-sitosterol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat; rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Batuk, batuk darah TBC paru, sakit tenggorokkan.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu dua kali sampai sembuh.
2. Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembu.
3. Kencing manis.
Umbi kering 6 – 12gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
4. Susah buang air besar, demam disertai gaduh delisah.
Umbi kering 6 – 12 gr direbus dengan 1 ½ gelas air jadi satu gelas. Hangat-hangat minum. Bila perlu sehari dua kali sampai sembuh.
5. Kanker payudara: Carsinoma, fibroadenoma dan hyperplasia kelenjar payudara.
- Umbi 20 – 40 grdirebus, minum.
- Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.
6. Kanker limpa dan kanker darah, lymphosarcoma, leukemia
- Umbi 20 – 40 gr direbus, minum.
- Umbi tanpa kulit, ditim dengan arak kuning, minum 3 kali sehari.
TANAMAN OBAT – BELIMBING WULUH
Averrhoa bilimbi L.

KLASIFIKASI : Belimbing wuluh disebut Averrhoa bilimbi L.. yang termasuk kedalam famili Oxalidaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah limeng, selemeng, baliembieng, blimbing buloh, limbi, libi, tukurela, dan malibi. Nama asingnya bilimbi, cucumber tree, kamias.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:
- batang : saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format,peroksidase
- daun : Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat; rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit,memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing dan astringent.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Pegal linu. Segenggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cegkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke tempat yang sakit.
2. Gondongan. Sepuluh ranting mudabelimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersihlalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempatyang sakit. (kelenjar air liur).
3. Batuk pada anak. Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air satu cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.
4. Batuk. Bunga belimbing wuluh 25kuntum, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan,¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Saring, minum dengan madu. Sehari 3 kali ¾gelas.
5. Batuk rejan. 10 buah,cuci, tumbuk, remas dengan 2 sendok makan air garam, saring. Minum 2x sehari
6. Rematik. 1 ons daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh, 15 biji merica, cuci lalu giling halus. Tambahkan cuka secukupnya sampai adonan seperti bubur dan oleskan ke tempat yang sakit.
7. Sariawan. Bunga belimbing wuluh ¾genggam, cuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelahdingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali ¾ gelas.
8. Jerawat. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
9. Panu. Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan.
TANAMANOBAT – BELUNTAS
Pluchea indica (L.) Lees.

KLASIFIKASI :
Beluntas disebut Pluchea indica ( L) Lee, atau Baccharisindica L. termasuk ke dalam famili Compositae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah beluntas, luntas, baruntas atau lamutasa.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l : alkaloid danminyak atsiri.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Tumbuhan ini bersifat : rasanya getir, dengan bau yang khas (sengir). Daun berfungsi menambah nafsu makan (stomakik), dan membantu pencernaan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman segar atau dikeringkan dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Gangguan pencernaan pada anak-anak. Daun dicampurkan pada bubur saring. Atau dimasak dalam nasitim.
2. TBC kelenjar leher. Ekstrak batang dan daun beluntas, ekstrak gelatin dari kulit sapi, rumput laut (Laminariajaponica). Bahan-bahan ini ditim sampai lunak lalu dimakan.
3. Nyeri rematik. 15 gr akar beluntas, direbus, minum.
4. Menghilangkan bau badan. Makan sebagai lalapan.
5. Peluruhkeringat, menurunkan panas. Daun direbus atau diseduh sebagai teh, lalu diminum.

TANAMAN OBAT – BENGLE
Zingiber purpureum Roxb.

KLASIFIKASI : Bengle disebut Zingiber purpureum Roxb atau Zingibercassumunar Roxb. termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah mugle, bungle, kunyit bolai, panglai, bangalai, kukuniran dan unin pakei. Nama asingnya purple ginger.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Rimpang : minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati,tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ; bau khas aromatik, rasa agak pahit dan agak pedas. Penurun panas(anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge), anti-icteric (bagipenderita hepatitis).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
1. Demam, masuk angin. Rimpang segar 15 g dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Aduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
2. Perutmulas. Rimpangbengle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing 1/2 jari tangan dicuci dan diiris tipis-tipis. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin disaring lalu minum.
3. Sakit kepala karena demam. Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.
4. Sakitkuning. Rimpangbengle 1/2 jari dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.
5. Nyerisendi (rheumatism). Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan ke bagian sendi yang sakit
6. Mengecilkan perut setelah melahirkan. Rimpang secukupnya, cuci, parut, borehkan pada perut.
7. Cacingan. Rimpang bengle 3 jari, temu hitam 2 jari, 5 bijiketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/2 cangkirair masak, diaduk merata lalu diperas, saring, minum.
8. Radang selaput lendir mata. Rimpang bengle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.
9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh. Sepotong rimpang bengle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 kali minum. Pagi dan sore hari.
10. Lemah jantung. Rimpang diparut, tambahkan air masak, saring, minum, teratur setiap sore.
11. Gangguan syaraf. Rimpang duaibu jari, parut, tambahkan 1 gelas air masak, saring dan minum. Lakukan sehari dua kali pagi dan sore.

TANAMAN OBAT – BOROCO
Celosia argentea L.

KLASIFIKASI : Boroco disebut Celosia argenta L. termasuk ke dalam famili Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bayam ekor belanda, bayam kucing dan kuntha.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini belum banyak diketahui.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti hipertensi, anti radang mata. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan biji, bunga atau seluruh tanaman, segar ataudikeringkan. Tanaman kering hasil penjemuran dapat disimpan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagainegara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1.Keratis. Bijiboroco 15 gr, hati ayam secukupnya direbus, dimakan.
2.Hipertensi. Biji boroco 30 gr, 1 gelas air, rebus menjadi ⅓ gelas, dibagi menjadi 2 kali minum.
3.Muntah darah. Bunga boroco segar 30 – 60 gr ditambah daging secukupnya, rebus menjadi sup secukupnya.
4.Sebagai obat luar. Bunga direbus, airnya untuk cuci mata (setelah disaring dengan kertas saring)
5.Keputihan. Bunga 60 gr ditambah 60 gr daging, direbus, minum air dan dagingnya.
6.Infeksi luar dan dalam mata. Biji 10 – 30 gr, direbus, minum.
7.Disentri. Tanaman 30 – 60 gr, direbus, minum
8.Infeksi saluran kencing. Tanaman 30 – 60 gr, direbus, minum.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanyamemiliki gejala rasa kering di tenggorokan. Bila penggunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Kontraindikasi untuk tekanan bola mata yang meninggi.

TANAMAN OBAT – BUNGA KENOP
Gomphrena globosa L.

Tumbuhan ini terdapat di seluruh Indonesia terutama di daerah yang beriklim basah sampai sedang. Biasa tumbuh di hala¬man rumah atau di ladang-ladang ditempat terbuka dengan penyinaran matahari yang cukup. Bisa tumbuh pada ketinggian 1 – 1.400 m diatas permukaan laut.

Tumbuhan ini sampai di Indonesia berasal dari Amerika dan Asia. Berupa perdu yang batangnya hijau kemerahan, berkayu lunak, berambut dan bercabang-cabang tinggi sampai dengan 60 cm. Daun bertang-kai,letak berhadapan, bentuk bundar telur sungsang sampai memanjang; panjang 5 – 10cm, lebar 2 – 5 cm. Ujung meruncing warna hijau di bagian atas dan halus di bagian bawah, warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol seperti bola, berwarna merah tua keunguan, ada yang berwarna putih. Bijinya banyak, kecil-kecil panjang.

KLASIFIKASI : Bunga Kenop disebut Gomphrena globosa L,termasuk ke dalamfamili átumbuhan Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kembang puter, adas-adasan dan kembang gundul.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang khas yang sudah diketahui yaitu Gomphresin I, II, III, V,VI.dan amaranthin. Terdapat juga kandungan minyak atsiri, flavon, atau saponin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti batuk dan peluruh dahak, anti asthmatik, anti radangmata. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan netral.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN: Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan : Bunga atau seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman turun-temurun dari berbagai negaradan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Asthmabronchial. Bunga 10 kuntum direbus, ditambah arak kuning, minum secara rutin 3 kali sehari.
2. Buang air kecil tidak lancar. Bunga 3 – 10 gram direbus, minum.
3. Panas pada anak (karena gangguan liver). Bunga segar 7 – 14 kuntum, direbus, minum.
4. Dysentry. Bunga segar 10 kuntum ditambah arak kuning, rebus, minum
5. Bronchistischronis. Sudah dibuat obat suntik, disuntikan pada titik akupuntur. Sepersepuluh penderita timbul rasa kering di tenggorokan setelah mendapat suntikan,tetapi hanya sementara.
6. Menambah nafsu makan. Rebus 20 grherba segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanya memiliki gejala rasa kering ditenggorokan. Bila peng¬gunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada kontra indikasi yang spesifik.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dalam waktu 3 – 4 minggu hasil semaian dapat dipindahkan ke lubang tanam yang sudah disediakan. Cara lain dapat pula dilakukan dengan stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – BUNGA MATAHARI
Helianthus annuus L.

KLASIFIKASI : Bunga matahari disebut Helianthus annuus L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Compositae (Asteraceae). Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga panca matoari, kembang srengenge, tampong are atau purbanegara.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :
Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C, oleanolic acid, echinocystic acid.
Biji : Betha-sitosterol,prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam100 gram minyak biji.
Bunga : lemak total 100, lemak jenuh 9,8 ,lemak tak jenuh: oleat 11,7 dan linoleat72,9. Tanpa kolesterol.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifat rasa lembut dan netral.
Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah, mengurangi rasanyeri (analgetik). Biji berkhasiat anti disentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym dll), merangsang pengeluaran campak. Daun berkhasiat anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar berkhasiat anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengerluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri waktu buang airkemih.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. BUNGA : (Tekanan darah tinggi, Nyeri sakit kepala, Pusing, Sakit gigi, Nyeri menstruasi, Nyeri Lambung, radang payudara, rheumatik dan sulit melahirkan).
a.Sakit kepala: bunga 25 – 30 gr tambah 1 butir telur ayam (tidak dipecah), tambah 3 gelasair, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.
b. Radang payudara (Mastitis) : Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering digonseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/ tepung. Setiap kali minum 10 -15 gr, dicampur arak putih + gula + air hangat, 3 kali sehari, minum pertama kali harus keluar berkeringat (tidur pakai selimut).
c. Rheumatik : Kepala bunga digodok sampai jadi kanji, tempelkan ke tempat yang sakit.
2. Biji : (Tidak nafsu makan, lesu, disentri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan pada campak, sakit kepala).
a. Disentri : Biji 30 gram diseduh, kemudian di tim selama 1 jam. Setelah dingkat ditambahkan gula batu secukupnya, minum.
3. Akar : (Infeksi saluran kencing, radang salurannapas (bronchitis), batuk rejan (pertusis) dan keputihan (leucorrhoe).
a. Kesulitan buang air besar dan kecil : Akar segar 15 – 30 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan,saring, minum 2kali 1gelas.
4. Daun : malaria
5. Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum) : Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria) dan air kemih berlemak (chyluria).
Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcicoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat mencegah dan mengobati tumorsaluran cerna (Tractus digestivus).
6.Kencing batu (TB21). Tumbuhan bunga matahari lengkap (akar, batang, daun dan bunga) ditambah adas pulawaras, direbus bersama-sama dengan 1 liter air sampai mendidih. Diminum satu kali sehari sampai habis.

Catatan : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga.

TANAMAN OBAT – CABE JAWA
Piper retrofractum Vahl.

KLASIFIKASI : Cabe jawa disebut Piper retrofractum atauPiper longum L atau Piper sarmentosum atau Chavia officinarum Miq, atau Chavia retrofracta Miq. termasuk dalam famili tumbuhan Piperaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah lada panjang, cabean, cabe areuy, cabe sula, cabi jamo, cabe onggu, cabe solah dan cabai.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Buah : Zat pedas piperine, Minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene,1-quebrachitol. Akar dan batang mengandung mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, ridentin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: rasadingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman yang dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan. Segar : daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rasalemah (neurashenia) Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun ambiloto ¾ genggam, gula enau 3 jari. Dicuci dan dipotong-potong seperlunya, di rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 ¼gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3x ¾ gelas.
2. Masuk angin. Cabe jawa 3 btir, daunpoko (Mentha arvensis javanica Bl) ¼ genggam, adun kesumba keling (Bixaorellana L) ¼genggam, gulaenau 3 jari, dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Sehari 3 x ¾ gelas.
3. Obatkuat. Membersihkan rahim sehabis melahirkan. Akar kering 3 gr ditumbuk halus, seduh dengan air panas, minum. Sehari sekali.
4. Pencernaan terganggu, batuk, bronchitis, ayan, demam sehabis melahirkan, penguat lambung, paru dan jantung, tekanan darah rendah, hidung berlendir. Buah mentah 6 gr yang kering ditumbuk halus, ditambah madu secukupnya.
5. Obat kumur. Daun 3 lembar ditumbuk, diseduh dengan 1 gelas air panas, untuk kumur-kumur.
6. Pereda kejang perut. Daun3 lembar ditumpuk, diseduh dengan 1 gelas air, minum.
7. Obaturus-urus untuk penderita penyakit hati. Lempuyang ditumbuk, lalu diperas dan di minum dengan paling banyak3 buah cabe jawa.
TANAMAN OBAT – CAKAR AYAM
Selaginella doederleinii Hieron

Tumbuhan ini termasuk divisi Pteridophyta yaitu paku-pakuan. Banyak tumbuh padatebing-tebing, jurang dan tempat-tempat teduh berhawa dingin, diketinggian < 750m dpl. Batang tegak, tinggi 15 – 35cm, akar keluar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 – 5 mm lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai ke percabangannya yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

KLASIFIKASI : Cakar ayam disebut Selaginella doederleinii Hieron, termasuk ke dalam famili tumbuhan Selaginellaceae. Tanaman ini diken¬al dengan nama daerah rumput solo atau cemara kipas gunung.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini yang sudah diketahui antara lain :
Saponin, Phytosterol dan Alkaloid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: antipiretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (antineoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem). Pembersih darah, stomakikum. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasamanis dan sifat hangat.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negaradan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb :
1. Kanker (Kankerrahim, Kanker nasopharynx, Kanker paru, Chorioepithelioma, Choriocarcinoma) Tanaman 60 gram direbus selama 3 – 4 jam dengan api kecil, minum setelah dingin. Atau 18 tablet decancerlin (= 60 gram tanaman) diminum sehari 3 x 6tablet. (Saran 3×3 kapsul per hari, minum banyak air)
2. Infeksi saluran nafas (Batuk, radang paru,radang amandel (tonsilitis), serak, bronchitis) Tanaman lengkap 30 gram, direbus, minum. (Saran 3×3 kapsul per hari, minum banyak air)
3. Jari tangan bengkak. Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
4. Tulang patah ( juga fraktur dan rematik). Tanaman 15 – 30 gram kering direbus, minum. Untukobat luardilumatkan danditempelkan ketempat yang patah, bila patahnya tertutup dan posisi tulang baik.
5. Hepatitis, cholecytitis, cirrhosis (pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akutsaluran kencing. Rebus tanaman kering 15 – 30 gram selama 3 – 4 jam, minum. (Saran3x2 kapsul
TANAMAN OBAT – CERME
Phyllanthus acidus (L) Skeels.

KLASIFIKASI : Cerme disebut Phyllanthus acidus(L) Skeels atau Cicca disticha L atau Phyllanthus distichus Muell. Arg. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah cerme, ceremoi, camin-camin, careme ataucaremin.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
- kulitbatang, kayu dandaun : tanin, flavonoida, saponin dan polifenol.
- kayu : alkaloida.
- akar : tanin, asam galussaponin (lupeol)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; anti inflamasi, antiradang dan mencegah muntah. Biji dan akar merupakan ‘purgans’ yang kuat.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar dan daun serta daun muda.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Urus-urus. Daun sebanyak sekitar 3 gram, dicuci,dikeringkan, tumbuk halus, seduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Dinginkan, minum sekaligus dengan ampasnya.
2. Mual. Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
3. Asma. Beberapa akar kering (1 gr)digiling halus, seduh dengan air panas, minum. Hati-hati karena akar beracun.
4. Sariawan. Beberapa daun muda dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
5. Bubulen. Beberapa akar segar ditumbuk, tempelkan ke tempat yang sakit.
6. Kegemukan. Minum teh dari daun cerme yang dikeringkan. Penggunaan harus secara terbatas dan hati-hati karena ada efek samping.

TANAMAN OBAT – CINCAU RAMBAT
Cyclea barbata.

KLASIFIKASI : Cincau pohon disebut Cycleabarbata. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Menispermaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah camcauh, juju, tarawalu dan kepleng.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
- Karbohidrat yang menyerap air,
- Zat lemak dan alkaloid siklein, kardioplegikum, tentradine dan dimetil tenradine.
- Polifenol, saponoid dan flavonoida

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasamanis, dingin. Anti demam, anti racun. Menurunkan tekanan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan : rimpang dan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Tekanan darah tinggi. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
2. Demam. Rimpang diiris halus kemudian direbus dengan air, perasannya diminum berkhasiat sebagai obatdemam. Atau akar cincau secukupnya, disedu dengan air panas dan disaring, minum biasa.
3. Gangguan perut,nyeri perut. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
4. Keracunan makanan udang. Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar dan diminum bersama gula jawa.
5. Radang lambung, typhus, penyakit usus. Daun segar 50 gram dicucilalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan 4 gelas air matang, kemudian diremas-remas, diperas dan disaring. Diamkan sampai mengental dan tambahkan 5 sendok kecil gula, diminum sehari tiga kali pagi, siang dan malam.
TANAMAN OBAT – CIPLUKAN
Physallis peruviana L,

KLASIFIKASI : Ciplukan disebut Physallis peruviana L., atauPhysallis angulata Linn.atau Physallis minina Linn. termasuk ke dalam famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah keceplokan, nyornyoran atau cecenet / cecendet.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui, a l : chlorogenikacid,- C27H44O-H2O,- asam sitrun dan fisalin, flavonoid, saponin, polifenol.Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dangula, biji ; elaidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah. Uji praklinis, Ciplukan mengandung physalin F dan physalin D. Dari hasil pengujianternyata physalin F berkhasiat sebagai anti hepatoma terbesar, sedangkanberikutnya adalah khasiat sebagai anti Hela. Physalin F juga mempunyai efekanti tumor in vivo terhadap mencit penderita leukimia dengan p388 lymphocyticleukimia, sedangkan physalin D tidak terlalu aktif baik secara in vivo maupunin vitro,
ChiangHC et al,(1992)(P.6)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sbb :
1. Influenza. Tanaman 9 – 15 gram direbus,minum. Penetral racun untuk influenza, 3 pohon dipotong 5 cm, rebus di dalam 4 gelas air, sisakan 2 gelas, saring, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
2. Sakit tenggorok. Tanaman9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
3. Batukrejan (pertusis). Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
4. Bronchitis. Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
5. Gondongan (parotitis). Tanaman 9 – 15 gr direbus,minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
6. Pembengkakan buah pelir (Orchitis). Tanaman 9-15 g rebus,minum. (Saran3x2 kapsul per hr)
7. Bisul. Daun ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus, diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.
8. Borok. Daun ciplukan 1/3 genggam dicuci, digiling halus, ditambah air kapur sirih secukupnya untuk menurap borok. Diganti 2 x sehari.
9. Kencing manis (diabetes mellitus). Tanaman direbus dengan 3 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum.
10. Sakit paru-paru. Tanaman ciplukan lengkap direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, saring, minum airnya 3 kali sehari 1 cangkir.
11. Ayan. Buah ciplukan 8 – 10 butir dimakan setiap hari.
12. Pembengkakan prostat (pengalaman). Tanaman 9-15g rebus,minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

TANAMAN OBAT – DAUN JINTEN Coleus amboinicus Lour.
TANAMAN OBAT – DAUN JINTEN
Coleus amboinicus Lour.

KLASIFIKASI : Daun jinten disebut Coleus amboinicus Lour. atau Coleus aromaticus Benth. Termasuk dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bangun-bangun, daun hati-hati, tramun, acerang, mahja nereng dan iwak.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Daun : Kalium, minyak atsiri 2% yang mengandung karvakrol, isoprofil-o-kresoldan fenol.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: rasa getir, berbau harum, dan membuat tebal di lidah, carminatif, laktagoga, menghilangkan sakit, penurun panas, dan antisptik, aphrodisiak, penyegar, penambah semangat.
Efek zat aktif :
Barbatusin (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Barbatusol (daun); menghilangkan rasa lelah dan letih,
Coleol (seluruh tanaman); merangsang semangat,
Forskolin (umbi/ akar); merangsang ereksi, tonikum jantung aktivator enzim adenilat-siklase,
Phytosterol (seluruh tanaman),
steroid. Dalam farmakologi Cina tumbuhan ini memiliki rasa agak pedas dan agak masam.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sariawan. Lima lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun yang sudah bersih lalu dikunyah perlahan-ahan, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
2. Demam. Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur lalu diperas dan disaring. Airnya diminum dan ampasnya dipakai untuk menggosok badan.
3. Asma dan batuk. Daun segar 10 lembar cuci bersih dan bilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur lalu diperas dan disaring. Air perasannya ditambah minyak wijen, minum.
4. Batuk rejan. Biji jinten ¾ sendok teh digiling halus, lalu diseduh dengan ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Diminum selagi hangat 2 kali sehari.
5. Sakit kepala. Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan, tempelkan di kepala dan pelipis.
6. Rematik. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya dan diremas sampai merata. Bubur daun tersebut digunakan untuk melumas dan menggosok bagian yang sakit.
7. Ayan. Daun jinten 30 lembar,ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar, meniran 8 sirip,gula enau 3 jari. Cuci danpotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x ¾ gelas.
8. Perut kembung. Daun 5 lembar, cuci tumbuk halus, seduh dengan ¾ cangkir air panas. Saring, minum
9. Memperbanyak asi. Daun jinten dimasak dengan sop ayam. Makan seluruhnya.
10. Aphrodisiak. Seluruh tanaman direbus bersama bahan lain.

TANAMAN OBAT – DAUN SENDOK

Section Tanaman Obat – Gallery Tanaman Obat
Kamis, 28 Agustus 2008 12:15

TANAMAN OBAT – DAUN SENDOK
Plantago mayor

KLASIFIKASI : Daun sendok dikenal dengan nama Plantago mayor., tetapi juga disebut Plantago asiatika L. atau Plantagodepressa Willd. Termasuk kedalam famili tumbuhan Plantaginaceae. Nama daerahnya Ki urat, kuping menjangan, otot-ototan, ceuliuncal, meloh kiloh, sangkabuah, sangkubah, suri pandak dan torongoat.

SIFAT KIMIAWI : Seluruh herba; Kandungan kimia a.l: Seluruh herba : plantagin,aucubin, ursolic acid,bethasitosterol,hentria-contane dan plantaglucide yang terdiri dari methyl d-galacturonate, D-3galactose, L-arabinose dan L-rhammose. Vitamin B1, C, A dan kalium. Rhinantin,turunan dari naphazolin sebagaiandrenergik agent, menghilangkan nyeri urat.
Biji : planterolic acid,plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, galacturonic acid dan rhammose), protein adenine, choline, catalpol, dan asamlemak; palmitic acid, succinic acid, stearic acid, arachidic acid, linolenicacid dan lenoleic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti inflamasi (anti radang), peluruh airseni (diuretic), karena unsur K, peluruh dahak (mucolytic), menghentikan batuk (antitusiv), antiseptik karena glikosid aukubin, aphrodisiak memperbaiki penglihatan pada penderita kencing manis, hepatoprotektor, menormalkan aktivitas hati. Mempunyai Rasa manis dan sifat dingin.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
1. Gangguan saluran air kemih. 6 ons herba segar, digodok 3 liter jadi 1,5 liter,dibagi 3 kali minum, atau herba segar ditumbuk, diperas jadi 1/2 mangkuk. Tambah madu 1 sendok, minum, tambah keji beling (Desmodiumgangeticum), direbus, airnya sebagai obat batu ginjal atau kandung kemih. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
2. Airkemih berdarah. Minum semangkok air tumbukanherba segar sebelum makan. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
3. Keputihan. Akar 10 g. dilumatkan,ditambah air cucian beras saring, minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
4. Disentripanas. Semangkok air tumbukan herba segar + madu 2 sendok, di tim sebentar, minum hangat. Atau Biji digiling halus, larutkan dalam anggur, sebagai tonikum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
5. Disentribasiler. Minum 60 – 120 ml/hari godokan daun sendok, selama 10 hari. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
6. Diare. Daun segar 30 gram digodok,minum sehari 2 kali. (Saran 3 x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
7. Gangguan pencernakan anak-anak. Biji disangrai dan dibuat bubuk untuk dimakan. Umur4-12 bulan; @ 0,5 gram; 1-2 tahun; @1gram,3-4 kali/hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
8. Mimisan. Daun segar dilumatkan, seduh dengan air panas, minum setelah dingin.
9. Batuk sesak, batuk darah. Herbasegar 60 g. + sedikit air, 15 g. madu atau 30 g. gula batu, di tim. Minum hangat-hangat. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
10. Radang saluran napas (bronchitis). Herba segar 30 g.digodok, minum, 1-2 minggu. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)
11. Kencing manis, kencing batu. Daun0,5 genggam, digodok, air 3 gelas jadi 2 1/4gelas. Disaring, minum denganmadu. Sehari 3 kali 3/4 gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
12. Sakitkuning (Acute icteric hepatitis). Daun 60 g digodok,minum. Nafsu makan timbul dalam 5 s/d 7hari, warna kuning (jaundice) menghilang dalam 14 hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)
13. Luka berdarah, gigitan serangga, gigitan ular. Lukadikompres dengan air perasan daun sendok.
14. Bisul. Turapkan segenggam daun yang dilumatkan dan diremas dengan sirih.
15. Obat kuat laki-laki. 3 sendok teh biji daun sendok digiling, + 3 sendok madu, minum. (Saran3 x 2 kaps/hr)
16. Radang selaput mata. Tanaman segar direbus 15 menit, airnya diteteskan pada radang selaput mata.
17. Nyeriurat/otot. Daun lima lembar dilumatkan, gosokkan. Atau akarnya dimasak dengan minyak kelapa dihasilkan minyak untuk mengobati salah urat.
18. Kudis. Daun sendok segar 5 lbr, daun sambiloto 7 lbr, digodok, air 2 gelas jadi 1 gelas, saring, minum.
19. Batu empedu. Tanaman daun sendok ( + akar) ditambah keji beling lima kali lipat, direbus, minum.

TANAMAN OBAT – DAUN WUNGU
Graptophyllum pictum (L.) Griff.

KLASIFIKASI : Daun wungu disebut Graptophyllumpictum (L..) Griff, atau Graptophyllum hortense Nees. termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pudin, puding, puding perada, handeleum, demung atau daun putri.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : Daun : alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, fenol, polifenol, saponin, tanin, lendir. Batang : kalsium, kalium, Na, Mg, oksalat, asam format, lemak, minyak atsiri.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: Peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan dengan jalan menghambat absorpsiair di dalam lumen usus (mild laxative), pelembut kulit kaki (emolien).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, kulit batang dan bunga.

PENYAKITYANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Wasir.
a. Daun segar 10 g, rebus dengan 2 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum, sampai sembuh.
b. Daun wungu segar 10 g, daun sendok segar 15 g, cuci, rebus dengan 3 gelas air jadi 2 gelas. Saring minum siang hari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
c. Daun wungu dan pegagan atau rumput mutiara (untuk pendarahan) segar masing-masing segenggam, 3 tanaman tempu yang seutuhnya, bawang merah dan adas masing-masing 3 butir, pulosari dan rimpang kunyit masing-masing 1/2 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, minum banyakair)
2. Bengkak terpukul. Kulit batang secukupnya ditumbuk halus. Letakkan diatas bagian tubuh yang bengkak lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
3. Bisul payudara. Daun segar dicuci bersih lalu oleskan santan kelapa, kemudian layukan diatas api. Hangat-hangat letakkan diatas payudara yang sakit
4. Melancarkan haid. Bunga kering 1 genggam diseduh dengan lima gelas air panas. Minum sebagai teh menjelang haid.
5. Sembelit. Daun segar 7 lembar, rebus dengan 2 gelas air bersih jadi 1 gelas. Saring, minum. (Saran 3 x 1 kapsul per hari, minum banyak air. )
6. Sakit telinga. Daun bersih ditumbuk dan diperas, air perasannya untuk tetes telinga.

ANAMAN OBAT – DUWET
Eugenia cumini

KLASIFIKASI : Duwet disebut Eugenia cumini atau Syzgium cumini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jamblang, dalas, dhuwak atau juwet.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
- Buah : zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus dan glicosida.
- Biji : tanin, asam galat, glukosida phytomelin, alfa-phytosterolyang bersifat anticholesteremik.
- Kulit : Zat samak.

EFEK FARMAKOLOGIS:
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : Rasa manis, netral, astringent, anticholesteremik, antimalline, anti-diabeticum.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, biji dan kulit.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagaiberikut :
1. Ngompol. 7 butir biji juwet digiling sampai halus, lalu direbus dengan 2 cangkir airbersama gula jawa, sampai airnya tinggal separonya. Minum setiap hari 1 cangkir sekitar jam 5 sore, sampai sembuh.
2. Mencret karena masuk angin,udara dingin dll. Kulit dahan sekitar 1 jari kering, direbus dengan 2 gelas air mendidih jadi 1 gelas.Saring, minum.
3. Diabetes (kencing manis). Biji 15 butir ditumbuk halus, rebus dengan 2 gelas air sampai jadi satu gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan minum untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar dan tidak lesu lagi. Atau, kulit pohon jamblang 250 gr (basah), dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air jadi 2 gelas. Saring, minum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari.
TANAMAN OBAT – GENDOLA
Basella rubra Linn.

KLASIFIKASI : Gendola disebut Basella rubra Linn. atau Basellaalba Linn atau Basellacordifolia Lamk.termasuk ke dalam famili Basellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah lembayung, uci-uci, ganjerot atau tatabuwe.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Daun : Glucan C, carotene, organic acid, mucopolysacharida seperti L-arabinose, D-galaktose, L-rhamnose, aldonic acid,saponin, vitamin A, B dan C.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: antitoxin, anti piretik yaitu menurunkan panas, mengeluarkan orgenisme penyebabsakit dari darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Radang usus buntu. Seluruh tanaman gendola sebanyak 60 –70 gr dicuci bersih, potong-potong, direbus dengan air secukupnya sampai bahan terendamseluruhnya, sampai tersisa setengah, dinginkan dan minum.
2. Influenza. Daun segar 15 gr dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan sedikit garam dan diaduk sampai larut, minum.
3. Sembelit. Daun segar dimasak, makan.
4. Kencing bernanah (radangkandung kencing), anyang-anyangen. Daun segar 70 grdicuci bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah dingin minum seperti air teh.
5. Berak darah. Tanaman gendola 25 gr, 35 grkapulogo dan seekor ayam betina tua yang telah dibuang kepala, kaki dan jeroannya, dimasak dengan air secukupnya.
6. Dada terasa panas dan sesak. Gendola segar 70gr direbus dengan air secukupnya sampai kental. Campur dengan arak, minum.
7. Campak (measles), cacar air, putting susu, pecah-pecah. Bunga 15-30 gr, direbus,minum.
8. Pegal linu, rematik. Akar 15 – 30 gr, direbus, minum.
9. Radang selaput mata (conjugtivitis). Buah 15 – 30 gr direbus, minum.
TANAMAN OBAT – ILER
Coleus scutellarioides (L.) Benth.

KLASIFIKASI : Iler dikenal dengan nama Coleus scutellarioides (L.) Benth.,tetapi juga disebutColeus atropurpureus Benth. termasuk kedalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah si gresing, miana, jawer kotok, saru-saru atau majana.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Batang dan daun : Minyak atsiri, tanin, lemak, phyosterol, calcium oxalate, pectic substances.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : penambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, obat cacing. peluruh haid. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak pahit dan baunya harum.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Wasir. Daun segar 25 gram dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, tambahkan 5 gram gula merah, diaduk sampai merata lalu didinginkan dan disaring. Minum sekaligus.
2. Bisul, abses, borok. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tambahkan sedikit air bersih sampai jadi adonan, dipakai untuk menutup bisul, abses atau borok lalu dibalut. Diganti 2 – 3 kali sehari.
3. Radang telinga. Daun segar 15 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 3 sendok makan air matang. Aduk sampai merata lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Air perasannya dipakai untuk menetes telinga yang sakit. Lalukan 4 – 6 kali sehari, setiap kali 2 – 3 tetes.
4. Terlambat haid. Daun iler 6 lembar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
5. Cacing gelang. Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air minum dan satu sendok makan madu, diperas dan disarng. Minum sehari 2 – 3 kali.
6. Keputihan. Daun segar 7 – 10 lembar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin disaring lalu minum dengan madu seperlunya. Sehari 3 x ½ gelas.
7. Gangguan pencernakan. Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digodok dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x ½ gelas.
8. Mulas/sakit perut. Daun segar 6 lembar dicuci bersih dan dibilas dengan air masak. Kunyah dengan garam seperlunya sampai halus, lalu ditelan dan minum air hangat secukupnya. Lakukan 2 – 3 kali sehari.

TANAMAN OBAT – JALI
Coix lachryma – jobi L.

KLASIFIKASI : Jali disebut Coixlachryma – jobi L. atau Coix.agrestis Lour termasuk ke dalam famili tumbuhan Poaceae (Gramineae). Tanaman ini dikenal dengan nama daerah singkorubatu, hanjeli, kemangge, bukehang atau kaselore.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudahdiketahui, a.l:
- Biji : Protein, lemak,karbohidrat, vitamin B1.
- Biji : Asam amino,coixol, coixenolide, coicin
- Daun : alkaloid.
- Akar : Coixol, asampalmitate, asam stearat, stigmasterol, betha dan gama-sitosterol, potassium chlorida, glucosa, asam amino, tajin, phytin dan vitamin B1.

EFEK FARMAKOLOGIS : Manis, tawar dan sedikit dingin, masuk meridian limpa. Menguatkan limpa, peluruh kencing (diuretik), anti radang (anti inflamasi), mematikan serangga (insectisisdal), anti toxic.
Biji : Manis, tawar, sedikit dingin, masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Memperkuat limpa dan paru. Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), bersifat sitostatika, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah, anti toxic, dan menyembuhkan bisul. Mengganggu sel kanker pada tingkat metafase. Meningkatkan fungsi cortex adrenal. Meningkatkan imunitas seluler dan fungsi humoral.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapatmenyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Infeksi dan batu saluran kencing, kencing sedikit, kencing bernanah. Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
2. Bengkak (edema), biri-biri, tidak datang haid, keputihan (leuchorhea). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
3. Sakit kuning (jaundice), cacingan (ascariasis). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
4. Absesparu. Biji 15-60 gr (kering), rebus 6 gls air jadi 2 gls, dinginkan, saring, minum 2 kali 1gelas.
5. Sakit usus buntu. Akar kering 15 – 30gr, rebus, 4 gls air jadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
6. Radang usus (enteritis) kronis.Akar kering 15 – 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
7. Rheumatism seperti sakit otot (mialgia), sakit tulang (ostalgia), sakit sendi (arthralgia). Akar kering 15 – 30 gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
8. Keputihan (Leucorrhea). Akar kering 15 – 30gram direbus, 4 gelas air sampai menjadi2 gelas, dinginkan, minum 2 kali 1 gelas.
9. Tumor saluran pencernakan seperti kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim (cervix), chorionic epithelioma. Biji 15 – 60 gram (kering), digodok 6 gelas air jadi 2 gelas, dinginkan dan saring, minum 2 kali 1 gelas.
10. Kutil (warts), eksema. Biji kering 15-60gr., rebus 6 gls air jadi 2 gls. Minum 2 kali 1 gelas.
11. Radang paru, demam, batuk sesak. Akar 10 – 15 gram, digodok lalu dipakai untuk menyeduh madu secukupnya, minum. Sehari3 kali.
Catatan: Wanita hamil dilarang pakai.

TANAMAN OBAT – JARAK PAGAR
Jatropha curcas L.

KLASIFIKASI : Jarak pagar disebut Jatrophacurcas L atau Castiglionia lobata Ruiz et Pav, termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerahjarak costa, jarak wolanda, bindalo, atau balacai hisa.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kayadengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:
N-1-trikontanol, alpha-amirin, kampesterol, stigmast-5-ene-3beta, 7 alpha-diol, stigmaterol, beta-sitosterol, iso-viteksin, 7-keto-beta sitosterol dan HCN.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: rasapahit, astringens, sejuk, beracun. Melancarkan darah (stagnant blood dispeling), menghilangkan bengkak(anti swelling), menghentikan pendarahan (hemostatik), menghilangkan gatal (anti pruritic).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini dari penggunaan daun segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bengkak terpukul, terkilir,luka berdarah. Daun segar dicuci bersih, kemudian diremukkan, tempel ke bagian yang sakit.
2. Gatal-gatal, eksema, jamur pada kaki, kerion (penyakit bagian kulit yang berambut). Daun segar dipanaskan diatas api sampai menjadi lemas, kemudian diremas untuk pemakaian setempat.
3. Lepra. Daun dilumatkan sampai menjadi bubur, tempelkan ke bagian sakit dan dibalut.
4. Borok yang tidak sembuh-sembuh (chroniculcer). Minyak dari buah dicampur dengan vaselin, dipakai sebagai saleb.
5. Penyubur rambut. Kulit kepala dibasahi dengan minyak jarak pagar, sambil dipijat-pijat, lakukan seminggu sekali.
6. Rematik. Daun segar 10lembar dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan air hangat secukupnya untuk melumur dan menggosok bagian yang sakit. Sehari dilakukan 2 kali.
TANAMAN OBAT – JARONG
Achyranthes aspera L.

KLASIFIKASI : Calincing disebut Achyranthes aspera L, atau Centrostachys aspera Standl atau Cyathula geniculata Lour termasuk kedalam famili tumbuhan Amaranthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang atau dodinga.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini yang sudah diketahui yaitu ;akirantin, glukosa, galaktosa, reilosa, ramnosa, alakaloid. Biji mengandung hentria kontan, sapogenin. Akar; betain, ecdysterone, triterpenoid saponin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : Melancarkan peredaran darah, Peluruh haid, Memperkuat hati dan ginjal, memperkuat otot urat dan tulang, anti inflamasi, anti racun, Peluruh air seni, hemostatik dan mempermudah persalinan. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak pahit dan sifat sejuk.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA :
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai daerah dan negara, tanaman ini bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Demam, panas, malaria, entritis.
2. Radang amandel, radang paru.
3. Radang sendi/ Ostheoporosis.
4. Nyeri menstruasi, mempermudah persalinan .
5. Muntah darah, kencing darah (hematuria). Untuk penyakit-penyakit diatas rebus 9 – 15 gram tanaman kering atau 30 – 60gram segar, minum.
6. Gondongan. Rebus akar jarong, minum, akar dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit.
7. Kencing batu dan infeksi ginjal. Rebus seluruh tumbuhan 18 – 30 gram (segar) atau 12 – 24 gram (kering), minum sebelum makan, sehari satu kali.
8. Bisulbesar di ketiak (Carbuncle). Tanaman segar 60 gram (seluruhnya) ditambah air dan arak secukupnya, tim, minum. Ampasnya dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.
Catatan: Wanita hamil dilarang minum obat ini.
TANAMAN OBAT – KEJI BELING
Strobilanthes crispus Bl.

KLASIFIKASI : Keji beling disebut Strobilanthes crispusBl. Atau Sericocalyxcrispus (L) Bremek termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun picah beling, enyohkelo, ngokilo, sedangkan nama asingnya Fenugreek.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Kalium dengan kadar tinggi. Asam silikat,Natrium, Kalsium dan beberapa senyawaan lain.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tanaman ini bersifat peluruh kencing (diuretik) dan pencahar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing kurang lancar. Daun segar 25 gram dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.
2. Batu kandung kencing. Segenggam daun keji beling dan 4 tongkol jagung mudadicuci, lalu direbus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore hari, masing-masing ½ gelas.
3. Batu kandung empedu. Daun keji beling segar 5 lembar, daun ungu segar 7 lembar, dicuci bersih lalau direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum seperti teh.
4. Batu ginjal.
a. Daun keji beling 50 gram, meniran segar 7 batang, daun ungu 7 lembar, dicuci lalu direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 3 kali ⅔ gelas per hari.
b. Daun keji beling dengan daun tempuyung yang segar masing-masing 5 lembar, tongkol jagung sebanyak enam buah, dicuci lalu direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.
5. Sembelit. Ambil ½ genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
6. Wasir. Daun segar20 – 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
7. Kencing manis. Daun segar 20 – 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.
Catatan : Sudah dibuat obat paten yaitu Batugin elixir, Nephrolit capsul, Capsul keji beling.

TANAMAN OBAT – KELADI TIKUS
Typhoniumflagelliforme (Lodd) BL.

KLASIFIKASI : Tanaman Keladi Tikus disebut typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl. atau Typhoniumdivaricum (L .) Decne termasuk ke dalam famili tumbuhan Araceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bira kecil , daun panta susu , kalamayong, ileus, ki babi, trenggiling mentik, nama asingnya rodenttuber.

SIFAT KIMIA : Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Hasil penelitian menunjukan : Membunuh / menghambat pertumbumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi, bersifat anti virusdan anti bakteri.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Koreng. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.
2. Frambusia. Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat yang sakit .
3. Kanker. payudara, paru-paru, usus besar, rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu dan pankreas. Tanaman lengkap 3 batang ( 50 gram ) direndam setengah jam, dicuci, ditumbuk halus, peras dengan kain, tambahkan setengah sendok madu, campur, minum. Lakukan 3 kali sehari. Air perasan harus segera diminum, tidak boleh disimpan.
4. Menetralisir racun narkoba : Umbi sebesar ujung jari dicuci bersih dengan air matang, dikeprek dan ditelan. Lakukan beberapa kali sehari. (Cara penggunaan ini berdasarkan informasi lisan dari seorang pemakai).

Catatan:
1. Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini .
2. Tanaman ditumbuk bukan diblender.
3. Jika tangan menjadi gatal, cuci dengan air gula .
4. Waktu menumbuk, hati –hati jangan kena mata .
5. Air sari keladi tikus harus diminum segar, tidak boleh disimpan .
6. Tanaman keladi tikus mudah busuk jika basah, jadi harus disimpan di kulkas. Cara ini menyimpan 3 tanaman digulung dengan kertas , masukan plastik, simpan di kulkas.
7. Minum keladi tikus waktu perut kosong, sekurang – kurang nya sejam sebelum makan .
8. Sesudah operasi tidak boleh langsung mikeladi tikus, tunggu 2 minggu.
9. Dua hari pertama minum akan mual, sedikit diare, kotoran jadi hitam dan lesu.
10. Kadang – kadang pasien muntah atau atau kurangi dosisnya mual sesudah lama minum keladi tikus, hentikan dulu sampai gejala hilang dan minum lagi, atau kurangi dosisnya.
TANAMAN OBAT – KELOR
Moringa oeifera Lamk.

KLASIFIKASI : Kelor disebut Moringaoleifera Lamk atau M. pterygosperma Gaertn. Termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Marongghi, celor, kawona, motong, barunggai.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Biji : Minyak “behen”. Kulit akar: Minyak terbang.
Senyawa lain: myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, vitamin A, B1, B2 dan C.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat: Rasaagak pahit, netral, anti inflamasi, antipiretik, antiskorbut dan tidak beracun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi dari penggunaan akar, daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Beri-beri, udim. Akar kelor, akar pepaya tambah kulit lawang atau cengkeh, digiling, tambah air, peras, saring, minum.
2. Kurap ‘herpes’, luka bernanah. Daun ditumbuk dengan kapur, balurkan pada kurap.
3. Abortivum. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
4. Sariawan. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
5. Rematik, nyeri dan pegal linu. Akar kelor direbus, saring, minum airnya, atau 2-3 gagang daun kelor dan ½ sendok makan kapur sirih ditumbuk halus dan balurkan ke bagian yang sakit.
6. Histeri. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
7. Epilepsi. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
8. Sulit buang air kecil. Akar kelor ditambah daun,direbus, saring, minum airnya.
9. Badanlemah, nafsu makan berkurang. Akar kelor direbus, saring, minum airnya.
10.Sakit kuning. Daun kelor 3 – 7 tangkai,1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Minum secara rutin sampai sembuh.
11. Rabun ayan. Tiga tangkai dauin kelor ditumbuk halus, seduh dengan 1 cangkir air masak dan disaring, campurkan dengan madu dan aduk sampai merata. Minum sebelum tidur.
12. Biduren, alergi. Daun kelor 3 gagang, bawang merah 1 siung dan adas pulasari, direbus dengan 3 gelas air mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Minum sehari 2 kali pagi dan sore.

TANAMAN OBAT – KEMANGI
Ocinum bassilicum ferina citratum.

KLASIFIKASI : Kemangi disebut Ocinumbassilum ferina citratum atau Ocinum cannum Termasuk ke dalam famili Ocinaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kemangi satu jenis dengan lampes, kemangi hutan, selasih, kemangi kebo

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l: Minyak atsiri: Osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, amorfena, burnesena, kadinena, kopaena, kubebena, pinena, ter pinena, santalena, sitral, dan kariofilena.
Senyawa lain : Anetol, apigenin, asam askorbat, asam kafeat, eskuletin,eriodiktiol, eskulin, estragol, faenesol, histidin, magnesium, rutin, tanin, ß-carotene, ß-sitosterol. dll.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat: rasa agak manis, dingin, harum, dan menyegarkan, menghilangkan bau badan, dan bau mulut.
Efek zat aktif : 1,8 sineol (seluruh tanaman), anestesi, membantu mengatasi ejakulasi dini, anti kholinesterase, perangsang aktifitas syarafpusat, melebarkan pembuluh darah kapiler (merangsang ereksi), penguat hepar.
Anethol (seluruh tanaman); merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI.
Apigenin (seluruhtanaman); melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkansirkulasi, menekan syaraf pusat, ralaksasi otot polos.
Arginine (daun), memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik.
Asam aspartat (daun); merangsang syaraf, analeptik.
Boron (seluruh tanaman); merangsang keluarnya hormon androgen dan hormon estrogen serta mencegah pengeroposan tulang.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bau badan dan bau keringat. Daun, biji dan akar kemangi ditumbuk halus, diseduh denganair panas, disaring, tambah gula aren, minum pagi dan malam hari.
2. Bau mulut, badan lesu. Lalap daun kemangi.
3. Panas dalam, sariawan. Daun segar atau kering, secukupnya direbus, minum.
4. Peluruh gas perut, peluruh haid dan peluruh Asi. Daun secukupnya segar atau kering direbus, minum.
5. Ejakulasi prematur. Minum rebusan kemangi atau makan kemangi secukupnya.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman menghendaki tempat yang sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – KEMBANG PUKUL EMPAT
Mirabilis jalapa L.

KLASIFIKASI : Kembang pukul empat disebut Mirabilisjalapa L atau Jalapacongesta Moench., atau Nyctago hortensis Bot., termasuk ke dalam famili tumbuhan Nyctaginaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kembang pagi sore, bunga waktu kecil, kederat dan bunga-bunga parengki.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l:
Akar : Betaxantins.
Buah : Zat tepung, lemak, (4,3%), zat lemak, (24,4%), zat asam minyak (46,9%).

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: anti radang, peluruh air seni, memperlancar sirkulasi, menghilangkan hambatan aliran darah. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki sifat tidak berbau, manis, rasa netral, sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologis didapat dari penggunaan akar, daun dan buah.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Acutearthritis. Akar segar direbus, minum. Bila badan panas ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi.
2. Bisul. Sepuluh lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempel pada bisul dan sekelilingnya lalu dibalut.
3. Radang amandel. Akar 9 – 5 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
4. Infeksi saluran kencing/prostatitis. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
5. Kencing manis (DM). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
6. Keputihan (Leucorrhea) Erosi mulut rahim (cervical erosian). Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
7. Radang sendi yang akut. Akar 9 – 15 gr kering atau 15 – 30 gr segar.
Catatan : Wanita hamil dilarang menggunakan obat ini.

1 Komentar

  1. agung berkata,

    Februari 14, 2010 pada 2:41 am

    untuk mengatasi apa yang sausara alami di program kami, ada pada pelatihan yoga, datang aja di sen hatmanani


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.