HERBAL

TANAMAN OBAT – KEMUNING
Murraya paniculata (L.) Jack.

KLASIFIKASI : Kemuning disebut Murraya paniculata (L.) Jack Termasuk ke dalam famili tumbuhan Rutaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jenar, kamoneng, tajuman, kalajeni, kahabar, karizi, sukik, haumi, kayu gading, kamoni dan palopo.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
Daun : Mengandung cadinene,methyl anthranilate, bisabolene, betha-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicilate, s-quaiazulene, osthole peniculatin,coumurrayin.
Kulit : Mengandung mexotionin,5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin.
Bunga : Scopoletin.
Buah : Semi-alfa-carotenone.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat. Rasa pedas, pahit, hangat. Masuk meridian jantung, lever dan paru-paru. Pematirasa, penenang, anti-radang, menghilangkan bengkak, anti rematik, melancarkan peredaran darah, anti-tiroida.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bisul. Akar kering 30 gram dicuci bersih, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai menjadi 1 gelas, setelah dingin diminum.
2. Rematik, memar terpukul. Akar kering 15 – 30 gram dicuci bersih, kemudian digodok dengan arak dan air, minum.
3. Sakit gigi. Minyak dari kulit batang kemuning yang dibakar, dioleskan kedalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter gigi untuk ditambal.
4. Menguruskan badan. Segenggam penuh daun kemuning ditambah segenggam penuh daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan 1/2 jari kelingking temu giring, ditumbuk halus sambil ditambahkan 1 cangkir air, kemudian diperas dengan sepotong kain. Minum pagi-pagi sebelum makan.
5. Infeksi saluran kencing. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).
6. Datang haid tidak teratur. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).
TANAMAN OBAT – KETEPENG CINA
Cassia alata L.

KLASIFIKASI : Ketepeng cia disebut Cassiaalata L, termasuk ke dalam famili Leguminosae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun kupang,daun kurap, ketepeng badak, ki manila, saya mara atau kupang-kupang.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l : Rein aloe-emodina, rein aloe-emodina-diantron, rein,aloe-emodina, asam krisofanat dan tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebut bahwa tanaman ini memiliki sifat rasa pedas, hangat, insektisidal, menghilangkan gatal-gatal, pencahar, obat cacing, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi diperoleh dari penggunaan daun.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Panu, kurap, eksema. Satu genggam daun ketepeng cina segar ditambah sedikit tawas (atau 1 sendok makan kapur sirih) dilumatkan, kemudian digosokkan kuat-kuat pada kulit yang sakit, 2 x sehari.
2. Sembelit. Daun muda segar 7 lembar ditambah 2 gelas air, didihkan sampai 1 gelas, minum sekaligus.
3. Sariawan. Daun 4 lembar dicuci bersih lalu dikunyah dengan garam secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit, kemudian airnya ditelan ampasnya dibuang.
4. Cacing kremi pada anak. Daun 7 lembar ditambah asam secukupnya (untuk menghilangkan bau) ditambah 2 sendok teh bubuk akar kelembak (Rheumofficinale Baill), direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, saring, sesudah hangat minum.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

TANAMAN OBAT – KI TAJAM / DANDANG GENDIS
Clinacanthus nutansLindau.

KLASIFIKASI :
Ki tajam disebut Clinacanthusnutans Lindau atau Clinacanthus burmanii termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ki tajam, dandang gendis atau gendis.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudahdiketahui antara lain :
– saponin
– polifenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
– mengefektifkan fungsi kelenjar tubuh,
– meningkatkan sirkulasi
– diuretik,
– anti demam.
– anti diare

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Susah kencing.
Daun segar 15 gram,direbus dengan air 1 gelas selama 15 menit, dinginkan kemudian disaring, minum sekaligus.
2. Kencing manis.
Daun segar 7 lembar (sakit ringan / gejala awal) atau 21 lembar (sakit berat ) direbus dengan air 2 gelas sampai tinggal satu gelas, dinginkan, minum dua kali sehari.
3. Disentri.
Daun segar segenggam direbus dengan 5 gelas air jadi 3 gelas, minum 3 x 1 gelas.

Catatan :
– Resep nomordua tidak tercatat dalam literatur tetapi biasa digunakan di Jawa.
– Efek abortivum tanaman ini belum diketahui oleh karena itu wanita hamil sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan stek. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

TANAMAN OBAT – KI TOLOD
Isotoma longiflora Presl.

KLASIFIKASI : Ki Tolod disebut Isotoma longiflora Presl.. atau Laurentia longiflora (L) Petern termasuk ke dalam famili tumbuhan Campanulaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerahki tolod, daun tolod, kendali, sangkobak, aantingan, kitombe, kuweung, ramo keuyeup, manikan, polo, bunga bintang. Nama asingnya Ster van Bethlehem, melksterretje, mort a cabri atau quebec. Dan nama simplisianya Tolod.
SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain: Senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin dan isotomin.
EFEK FARMAKOLOGIS : Getahnya beracun, anti radang, anti neoplastik, anti inflamasi, analgesik dan hemostatik.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, bungadan seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sakit gigi. Dua lembar daun dicuci bersih lalu ditumbuk halus, taruh pada lubang gigi yang sakit.
2. Asma, bronchitis, radang tenggorok. Tiga lembar daun dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan2 kali sehari, pagi dan sore.
3. Luka. Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus, tempelkan pada luka lalu dibalut dengan kain bersih. Ganti 2 – 3 kali sehari.
4. Obat kanker. Daun 3 lembar, berikut batangnya, direbus dengan 5 gelas air hingga menjadi 1 – 2 gelas dengan api kecil. Air rebusan diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari.
Catatan : Tanaman ini beracun. Untuk sekali minum tidak boleh lebih dari 3 lembar daun.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – KROKOT
Portulaca oleracea L.

KLASIFIKASI : Krokot disebut Portulacaoleracea L. atau PortulacaLaevis Wall termasuk ke dalam famili tumbuhan Portulacaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah gelang, re sereyan antara lain jalu-jalu kiki.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Kcl, KSO4, KNO3, Nicotinic acid, tanin, saponin, vit.A,B,C, l-noradrenalin, noradrenalin, dopamin, dopa.

EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa masam. Menurunkan panas (antipyretik), menghilangkan sakit (analgetik), peluruh kencing (diuretik), anti toksik, penenang(sedative), menurunkan gula darah, anti skorbut (karena kekurangan vitamin C), menguatkan jantung (cardiotonic), menghilangkan bengkak dan melancarkan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tumbuhan, segar atau yang telah dikeringkan. Cara mengeringkan; dicuci bersih, diuapkan lalu dijemur kemudian digiling menjadi bubuk untuk disimpan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Radang akut usus buntu.
a. Ambil herba segar segenggam, dicuci bersih lalu ditumbuk dan diperas sampai terkumpul 30 ml. Tambahkan gula putih secukupnya dan air matang yang sudah dingin sampai menjadi 100 ml, minum. Lakukan 3 kali sehari.
b. Krokot dan jombang (Taraxacum officinale) masing-masing 60 gr, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dibagi untuk 3 kali minum.
2. Luka digigit lipan. Herba segar setelah dicuci bersih, ditumbuk halus, lalu diperas. Airnya dipakai untuk mengoles luka bekas gigitan.
3. Borok, eksema, radang kulit. Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk halus, tambahkan sedikit garam. Dipakai untuk menurap bagian yang sakit.
4. Disentri. Herba segar 550 gram diuapkan selama 3 – 4 menit, lalu ditumbuk halus dan diperas, sampai terkumpul air perasannya kira-kira 150 cc. Minum sebanyak 50 cc, sehari 3 kali.
5. Sakitkuning, radang gusi. Krokot200 gram digodok, minum airnya
6. Demam. Krokot direbus sebentar tetapi tidak boleh terlalu matang, makan.
7. Gugup, gelisah. Herba segar dikukus sebentar lalu digiling halus, peras. Minum air perasannya.
8. Jantung berdebar. Tanaman krokot 4 batang dicuci lalu digiling, tambah 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok makan madu, diperas dan disaring lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
9. Bisul. Minum teh krokot setiaphari.
10. Kencing darah. Krokot 100 gram dan daun sendok 25 gram, digodok, minum.
11. Radang payudara.
12. Wasir berdarah.
13. Badan sakit dan pegal.
14. Gangguan sistem saluran kencing. Untuk 11 s/d 14 pemakaian untuk minum, Herba segar 9 – 13 gram digodok dan diminum, atau 60 – 120
gram bahan segar dilumatkan, lalu diperas dan airnya diminum.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai. Sudah dibuat obat paten.
TANAMAN OBAT – KUNYIT
Curcuma longa Linn.

KLASIFIKASI : Kunyit disebut Curcuma longa Linn. Atau C domestica Val. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah kunyir, koneng temen, kunir, cahang, hunik, kunyik, atau kurlai. Nama asingnya tumeric. Nama simplisia rhizoma curcuma longae.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain : Azadirachtin, minyak gliserida, asam asetiloksifuranil-dekahidrotetrametil-oksosiklopentanatolfuran Asetat – keton; heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat, rasa pahit (kecuali daging buah manis), netral, anti diabetis, anti diare, anti piretik dan antibilious, merangsang / mengaktifkan kelenjar-kelenjar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Demam. Rimpang segar 20 gr dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ gelas air matang lalu diaduk merata, peras dengan sepotong kain. Air perasannya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
( Saran 3×1 kapsul per hari )
2. Dispepsia (perut kembung,nyeri, mual, tidak nafsu makan). Rimpang segar 50 g dibersihkan lalu diparut. Tambahkan 3 sendok air, aduk merata lalu dipeas dan disaring, dibagi untuk 3 kali minum.
3. Terlambat haid. Rimpang kunyit dan daun sri gading masing-masing 15 gr, biji pala dan kapulaga 10 g ketumbar, jinten hitam dan cengkeh masing-mssasing 5 g, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai tersisa 1 gelas. Setelah disaring, dibagi untuk tigal kali minum.
4. Eksim. Rimpang yang tua sebesar ibu jari, diparut. Tambahkan satu sendok teh air kapur sirih dan perasan 1 buah jeruk nipis, aduk sampai merata, oleskan pada bagian tubuh yang sakit.
5. Keputihan. Kunyit sebesar ibu jari yang cukup tua dikupas dan diparut. Tambahkan ¾ cangkir larutan air asam dan gula jawa, aduk merata. Peras dengan sepotong kain, minum. Lakukan tiap hari.
6. Radang rahim, radang usus buntu, hepatitis dan sakit kuning. Rimpang ½ jari, cuci, parut. Tambahkan 2 sendok makan air dan 1 sendok makan madu. Peras, saring, minum 3 kali sehari.
7. Gatal akibat cacar air. Ambil segenggam daun asam dan sepotong kunyit. Setelah dicuci, digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan ke bagian yang gatal.
8. Radang gusi. Tiga potong gambir dan ½ jarikunyit dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 2 gelas air, sampai tersisa satu gelas. Pakai untuk kumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.
9. Radang amandel. ½ jari kunyit dicuci, diparut, tambahkan 2 sendok makan air. Aduk sampai merata lalu diperas. Air perasannya ditambah 1 butir kuning telor ayam dan sedikit air kapur sirih. Adonan dikocok merata lalu diminum. Lakukan 1-2 kali sehari.
10. Tekanan darah tinggi. Rimpang ½ jari,diparut, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk, peras dan minum. Lakukan sehari dua sampai tiga kali.
TANAMAN OBAT – LANDEP
Barleriae prionitis L.

KLASIFIKASI :
Landep disebut Barleriae prionitis termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga landak dan jarong kemban.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
– glukosida dan sedikit damar,
– kalium dan silikat.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
Rasa pahit, bau agak lemah, anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rematik, encok.
Daun kering 2 – 5 gram direbus, minum seperti teh.
2. Kurap.
Akar ditumbuk dan ditempelkan untuk kurap.
3. Mencegah kerusakan.
Daun direbus untuk kumur.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan benih atau stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat terbuka atau sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – LANDEP
Barleriae prionitis L.

KLASIFIKASI :
Landep disebut Barleriae prionitis termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bunga landak dan jarong kemban.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :
– glukosida dan sedikit damar,
– kalium dan silikat.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
Rasa pahit, bau agak lemah, anti piretik.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Rematik, encok.
Daun kering 2 – 5 gram direbus, minum seperti teh.
2. Kurap.
Akar ditumbuk dan ditempelkan untuk kurap.
3. Mencegah kerusakan.
Daun direbus untuk kumur.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan benih atau stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibu¬tuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat terbuka atau sedikit terlindung.

TANAMAN OBAT – LENGLENGAN
Leucas lavandufolia Smith.

KLASIFIKASI : Lenglengan disebut Leucas lavandufolia Smith. atau L. linifolia Spreng. termasuk ke dalam famili tumbuhan Labiatae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah paci-paci, daun setan atau plengan.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l. :
Daun : minyak atsiri.
Daun dan akar : saponin, flavonoida dan tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini bersifat; memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Penenang dan antiseptik.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Sukar tidur. Daun segar 15 g dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan dibagi menjadi dua bagian.
2. Sukar tidur, rasa gelisah. Bantal kepala untuk tidur diisi dengan daun yang telah dikeringkan.
3. Epilepsi. Daun segar ¾ genggam,cuci,rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari x ½ gelas.
4. Kejang panas pada anak. Segenggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambah air garam aduk menjadi adonan seperti bubur, lalu gunakan untuk melumur badan anak yang sedang kejang.
5. Sakit kepala gelisah. Daun segar 1 genggam dicuci lalu dgiling halus,tambahkan 1 cangkir air bersih. Dipakai untuk me-ngompres kepala dengan handuk kecil yang dibasahi dengan ramuan tadi. Lakukan 3 kali sehari.
6. Batuk rejan. Satu batang tanaman berikut akarnya dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 x ½ gelas.
7. Difteri. Daun berikut bunga ½ genggam, daun jinten ⅓ genggam, asam trengguli 1 jari, 1 sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas airbersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, dipakai untuk berkumur dalam mulut dan tenggorokan selama 2 – 3 menit, lalu dibuang.
8. Cacing kremi. Daunsegar 3/4 genggam dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x ¾ gelas.
9. Jantung berdebar. Daun 3 genggam dicuci laludirebus dengan 15 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mandi berendam. Lakukan 2 kali sehari.
10. Luka, koreng, kudis. Satu batang tanaman segar dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Dipakai untuk mencuci luka, koreng atau kudis.
TANAMAN OBAT – LIDAH BUAYA
Aloe vera L.

KLASIFIKASI : Lidah buaya disebut Aloevera L atau Abarbadensis Mill.,Aloe vulgaris Lamk. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah letah buaya (Suda) atau ilat baya (Jawa).

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :
– Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin dan aloesin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; pahit, dingin. Berfungsi sebagai Anti radang, pencahar (laxative), parasitide. Herba ini masuk meridian hati dan pankreas. Memperbaiki pankreas.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Daun, bunga, akar dan pemakaian segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing manis (DM). 1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas. Minum 3 x ½ gelas sehabis makan.
2. Batuk rejan. Daun sekitar 15 – 18cm, direbus dan ditambah gula, minum.
3. Syphilis. Bunga lidah buaya ditambah daging, rebus, minum.
4. Cacingan, susah buang air kecil. Akar kering 15-30 gr, direbus, minum.
5. Luka terpukul, luka dalam (muntah darah). Bunga kering 10– 15 gr, direbus, minum.
6. Kencing darah. Daun lidah buaya 15 gr diperas, ditambah 30 gr gula, tambah air beras secukupnya, minum.
7. Wasir. Daun setengah, dibersihkan durinya, dicuci, parut. Tambah ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.
8. Sembelit. Daun separuh, cuci, buang kulit dan durinya. Isi dicincang, seduh dengan ½ cangkir air panas tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

Kontra Indikasi : Wanita hamil atau sedang haid, penderita gangguan sistem pencernaan dan penderita diare, dilarang makan obat ini.
Catatan : Bila akan dikombinasikan dengan obat lain maka bahan ini jangan direbus tetapi harus dibuat pil atau bubuk.
TANAMAN OBAT – MENIRAN
Phyllanthus urinaria Linn

KLASIFIKASI : Meniran disebut Phyllanthusurinaria Linn. untuk yang batangnya berwarna hijau kemerahan, atau Phyllanthus niruri untuk yang batangnya berwarna pucat. Termasuk dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Memeniran atau meniran merah.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : lignan (Filantin, hipofilantin, nirantin, lintetratin), flavonoid (quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutin, kaempferol-4, rhamnopynoside), alkaloid, triterpenoid, asam lemak (asam ricinoleat, asam linoleat, asam linolenat), vitamin C, kalium, damar, tanin, geraniin, phyllanthin dan hypophyllanthin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat: astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, anti hepatotoksik, anti bakteri terhadap Escherichiacoli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldosereductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak asam dan sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Seluruh tanaman yang kering dengan dianginkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nephritic edema. (Radang ginjal dengan protein dalam air seni.) Setengah genggam daun meniran ditambah tiga gelas air; rebus sampai tiga perempatnya, ditambah madu. Sehari 3 kali tiga-perempat gelas minum. (Saran 3x 2 kapsul perhari, minum banyak air)
2. Susah kencing. disertai sakit perut/pinggang. Tanaman segar 7 , rebus 2 gelas sampai 1 gelas. Sehari kali sepertiga gelas. (Saran 2x 1 kapsul per hari, minum banyakair)
3. Nyeri buang air kecil. Lima batang meniran berikut akarnya, direbus dalam 2 gelas air sampai menjadi satu gelas, minum. (Saran 2×1 kapsul per hari, minum banyak air)
4. Batu ginjal. Satu sendok bubur daun kumis kucing ditambah tujuh batang meniran (+ akar) direbus dalam dua gelas air menjadi satu gelas. Sehari 3 kali sepertiga gelas. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
5. Disentri. Herba segar 30 – 60 gram direbus. (Saran 3x 2 kapsul per hari)
6. Hepatitis. Herba segar 30 – 60 gramdirebus. Minum sehari sekali. (Saran 3x 2 kapsul per hari, minum banyak air)
7. Rabun senja. Herba segar 15 – 20 gram tambah hati ayam, tim.
8. Bisul di kelopak mata. Air rebusan meniran untuk cuci mata.
9. Rheumatik. Minum rebusan air meniran. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
10. Digit anjing gila. Herba 4-6gr, direbus, minum. Tempeli luka dengan tanaman digiling dicam¬pur nasi.
11. Sakit ayan. Daun meniran 3/4 genggam, direbus dengan air bersih 5 gelas, sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Minum 3 kali 3/4 gelas per hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)
12. Kencing manis. (Saran 3×1 kapsul per hari)
CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dipindahkan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
TANAMAN OBAT – MIMBA
Azadirachta indica Juss.

KLASIFIKASI : Mimba disebut Azadirachta indica Juss. Termasuk dalam famili tumbuhan Meliaceae. Tanaman ini dengan nama daerah imbo, alembha, memphauh, intaran, margo sier, neem tree, nimba.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini sangat kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antaralain : Azadirachtin, minyak gliserida, asam (asetiloksifuranil, dekahidrotetrametil, oksosiklopentanatolfuran, Asetat, keton (heksahidro, hidroksitetrametil, fenantenon (nimbol)).

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa pahit (kecuali daging buah manis), netral, anti diabetis, anti diare, anti piretik (penurun panas) dan anti bilious, merangsang / mengaktifkan kelenjar-kelenjar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, biji, kulit kayu dan kayu.

UJI KLINIK/PRA KLINIK
1. Uji klinik terhadap penderita scabies (penyakit kulit). Sebanyak 814 penderita diberi campuran antara mimba dan kunyit Curcuma longa menunjukkan kesembuhan 97%. Dan tidak ada efek racun dalam pengamatan.(P.5)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing manis. Tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring dan minum, (3-4 gelas/ hari). Diulang menurut kebutuhan. (Saran 3×1 kapsul per hari)
2. Disentri, diare. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Dinginkan, saring dan minum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
3. Malaria. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagisore. Diulang menurut kebutuhan.
4. Masuk angin. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi sore. Diulang menurut kebutuhan.
5. Eksim, gudig. Cuci dengan air rebusan daun mimba.
6. Sindap, ketombe. Keramas dengan air rebusan daun mimba.
7. Hepatitis, Gagal lever. Kulit batang atau kulit akar,direbus, minum atau, tujuh lembar daun direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, sore. Diulang menurut kebutuhan. ( Saran 3×1 kapsul per hari )
8. Kanker lever. Tujuh lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum pagi, siang, sore. Diulang menurut kebutuhan. ( Saran kapsul 3×1 kapsul per hari )
9. Jerawat. Tujuh lembar daun direbusdengan 3 gelas air hingga tinggal kurang lebih 1 gelas, minum 3×1 gelas perhari. ( Saran 3×1 kapsul per hari )
PERINGATAN : Wanita hamil dilarang minum obat ini. Resep no: 9 berdasarkan pengal
TANAMAN OBAT – MURBEI
Morus alba L.

KLASIFIKASI :
Murbei disebut Morusalba L atau Morus indica L. termasuk ke dalam famili tumbuhan Moraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah murbei, kerto atau kitau.

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
Secara umum tumbuhan ini mengandung : alkaloida, flavonoida dan polifenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
rasa dingin, diuretik, anti demam dan anti hipertensi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Peluruhair seni.
Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.
2. Demam.
Daun segar 50 gram direbus dengan 3,5 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.
3. Malaria.
Daun segar 50 gram direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.
4. Tekanan darah tinggi.
Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.

TANAMAN OBAT – NANAS KERANG
Rheo discolor (L.Her.) Hance.

Nanas kerang dapat tumbuh mencapai tinggi 60 cm. Daun berdaging, bagian bawah ungu, bunga putih, tanaman tegak menaik. Banyak dipakai sebagai tanaman hias. Dibudidayakan di Jawa.

KLASIFIKASI : Nanas Kerang disebut Rheo discolor (L.Her.) Hance atau Rhoeo spathacea Swartz termasuk ke dalam famili tumbuhan Commelinaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama Oyster Plant.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumbuhan ini belum banyak diketahui.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa manis, sejuk, anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare dan membersihkan darah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun dan bunga dalam keadaan segar atau kering.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman inidapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Bronchitis, batuk rejan, batuk berdahak, flu dan disentri.
Bunga 20 – 30 kuntum, direbus, minum.
2. TBC kelenjar, mimisan. Daun15 – 30gram, rebus, minum.
3. Acutebronchitis, muntah darah.
Daun segar 10 helai atau 20 – 30 kuntum bunga ditambah gula batu,ditim.
4. Berak darah (melena). Daun segar 10 – 15 helai atau 20 -50 kuntum bunga kering ditambah gula enau, direbus, dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
Catatan : Wanita hamil dilarang pakai.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan anakan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.

TANAMAN OBAT – PACING
Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith.

KLASIFIKASI : Pacing disebut Costusspeciosus (Koenig) atau Costus loureiri Horan termasuk ke dalam famili tumbuhan Zingiberaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tabar-tabar, setawar, tepung tawar, lingkuwas atau muri-muri.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a.l :
Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one, 5alfa-stimast-9(11)-en3beta, 24-hydroxytriacontan-26-one dan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Kandungan kimia tersebut diatas adalah bahan baku obat kontrasepsi (anti hamil)

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini bersifatmasam, pedas, sejuk, sedikit toxic (beracun). Peluruh air kemih (diuretik), anti toxic, menghilangkan gatal(anti pruritus), peluruh keringat (anti piretik).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan rimpang. Setelah dicuci bersih,dipotong tipis-tipis, kukus, keringkan. Umbi mentah : beracun. Selain itu digunakan juga batangnya.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nephriticedema, air kemih sedikit.Pacing 30 gr, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
2. Mencegah kehamilan. Rimpang kering 10 gr ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
3. Digigit ular. Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
4. Bengkak karena penyakit ginjal akut. Pacing 15 gram direbus, minum.
5. Eczema, gatal-gatal. Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
6. Radang mata. Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian diperas dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3 – 4 kali per hari sebanyak 2 tetes.
7. Mencucidan memperbaiki pertumbuhan rambut. Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur,satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
8. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema). Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
9. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing.
Rimpang kering 3 – 10 gram digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang pakai.

Efeksamping : rimpang mentah beracun, kelebihan dosis akan menimbulkan gejala muntah, mencret dan pusing. Bila terjadi gangguan tersebut di atas, dianjurkan untuk mengunyah 6 gr kayu manis (glycyrrhiza uralensis) dan telan sarinya.

TANAMANOBAT – PATIKAN KEBO
Euphorbia hirta L.

KLASIFIKASI : Patikan kebo disebut Euphorbia hirta L. atau E. capitata Wall. termasuk ke dalamfamili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah daun biji kacang, gelang susu, nangkaan,patikan jawa, kak-sekakan dan sosononga.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain :- Myricyl alkohol,taraxerol, friedlin, betha amyrin, beta sitosterol, beta eufol, euforbol,triterpenoid eufol, tirukalol, eufosterol, hentriacontane, flavonoid, tanin,elagic acid (bunga)..

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman ini memiliki rasa agak pahit dan asam, sejuk, sedikittoxic (beracun). Anti inflamasi, peluruhair seni dan menghilangkan gatal (antipruritic).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA:
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagaiberikut :
1. Disentri. Patikan kebo 15 – 24 gram ditambah gula pasir (bila berdarah) atau gula enau (bila berlendir), tambah air secukupnya, ditim, minum.
2. Melancarkan kencing. Tanaman segar 30- 60 gram, tambah air secukupnya, rebus, minum 2 x sehari
3. Abses paru, bronchitis kronis. Satu genggam tanaman, dilumatkan, tambah air, kemudiandiperas jadi 1/2 mangkuk, minum.
4. Abses payudara. Patikan kebo segar 60 gram ditambah 120 gram tahu putih, di tim, makan.
5. Thypus abdominalis. Herba segar 30 – 150 gram direbus dengan air secukupnya, 3 kali sehari.
6. Tinea pedis, eksim. Herba segar 90 gr ditambah 1/2 liter alkohol 70 %, direndam 3-5 hari, untuk cuci.
7. Radang ginjal ( Pyelitis, nephritis ). Tanaman kering 6-9gram atau segar 30 – 60 gram, rebus, minum.
8. Radang tenggorok. (TB88). Daun secukupnya, disedu dengan air panas, pakai untuk kumur-kumur.
9. Asma. 1 genggam daun patikan kebo kering, direbus dengan 2 – 3 gelas air mendidih, disaring dandiminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.
10. Radang kelenjar susu atau payudara bengkak. Satu genggam daun patikan kebo dan 2 sendok kedelai direbus dengan 3 – 5 gelas air mendidih, diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Catatan : Efek samping : jika terdapat gejala keracunan yaitu mencret, maka pengobatannya yaitu 9 gram kayu manis (Glycyrrizha uralensis) +12 gram Lonicera macrantha DC ditambah 1/2 mangkuk air putih, direbus menjadi 1 mangkuk, minum.

TANAMAN OBAT – PEGAGAN
Centella asiatica

KLASIFIKASI : Pegagan disebut Centella asiatica (L.) Urban, atau Hydrocotyleasiatica termasuk kedalam famili tumbuhan Umbelliferae atau Apiaceae. Nama daerahnya; rumput kaki kuda, antanan gede, panegowang, tikusan, pagaga, piduh, kori-kori, gagan-gagan atau kisu-kisu. Nama di luarnegeri: Gotu kola, takip-kohot, Brahma Buti, Indian Hydrocotyle/ Indian Pennywort.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : Manis,sejuk. Anti infeksi, Anti racun, Penurun panas, Peluruh air seni ( Diuretikum), Anti lepra, Anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit. Anti lepradan anti sifilis berasal daritriterpenoida; asiaticoside dan vellarine. Daun sebagai astringensia dan tonikum. Pegagan dikenal untuk revitalisasi sel tubuh dan untukkesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler).

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA :
1. Infeksi batu sal. kencing/kencing keruh. Rebus 30g segar dgn air berasbilasan II. (Kapsul 3×2 kapsul per hr)
2. Susah kencing. Lumatkan 30 gpegagan segar, tempel di pusar. (Saran 3×1 kapsul per hari)
3. Pembengkakan hati. Rebus240 – 600 g pegagan segar, minum rutin. (Saran 3×3 kapsul per hari)
4. Campak. Rebus 60 – 120 g pegagan segar, minum secara rutin. (Saran3x2 kapsul hari)
5. Bisul. Pegagan segar 30 – 60 gram, direbus, minum. Pegagan segar lumatkan, tempel.
6. Mata merah, bengkak. Pegagan, dilumatkan, diperas,airnya disaring. Teteskan ke mata, 3-4 x sehari.
7. Batuk darah, muntah darah, mimisan. Rebus 60 – 90 g segar, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
8. Batuk kering. Segenggam segar dilumatkan , peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya, minum
9. Demam, Radang amandel, Sakit tenggorok, Bronchitis. Segenggam penuh pegagan segar ditumbuk, tambah sedikt air dan garam,saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.
10. Darah tinggi. Daun 20 lbr pegagan direbus 3gelas jadi 2 1/4, minum 3 kali 1/4 gelas. (Saran 3×2 kapsul/hr)
11. Wasir. Rebus 4 – 5 pohon pegagan, 2gelas, 5 menit. Minum. (Saran 3×2 kapsul hari)
12. Keracunan gelsemium elegans, arsenic. Rebus 15 – 30 gram pegagan segar, minum.
13. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan. Rebus 15-30 g segar, minum (Saran 3×1 kapsul per hari)
14. Lepra. Rebus 15-30 g pegagan segar, minum. Tumbuk 30 gram daun ditambah jinten hitam 25 gr, dan cuka jawa 1 sdm dan tempelkan ke tempat sakit.
15. Panas. Rebus segenggam pegagan bersama 3 butir adas, sepotong kulit batang pulosari, sesiung biji bawang merah, dan tiga cangkir air sampai menjadi satu cangkir, saring, minum.
16. Batuk asma. Tumbuk 1 geng.peg.+ 7 daun randu, + air 1 cangkir + gula batu, saring, minum tiap pagi. Tumbuk pegagan, patikankebo, kencur, + secangkir air, saring, + gula batu, aduk, minum tiap pagi.
17. Sakit kepala. Segenggam daun pegagan rebus + 1/4 sendok jinten + segelas air jadi 1/2, saring, minum.
18. Typhus. Segenggam pegagan, 1/2 genggam daun jintan dan 5 batang tapak liman. Semua dikukus untuk diambil airnya. Minum bersama satu sendok madu.
19. Busung. Segenggam pegagan, 3batang alang-alang, satu potong kulitkamboja. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Minum 3 kali sehari satu cangkir.
20. Keracunan jengkol. Daun 10 – 15 lembar pegagan, direbus dengan 3 gelas air tinggal separuhnya, minum.
21. Ayan. Satu sendok serbuk daun pegagan + gula aren, disedu, saring, minum. (Saran 3×2 kapsul per hari)
22. Revitalisasi sel (luka, luka bakar, borok kulit, pencegahan keloid, bekas luka hipertropi). (Saran 3×1 kapsul/hari)
23. Kesuburan wanita/wajah berseri. 10 gr direbus dengan 3 gelas air tinggal satu gelas minum airnya.
24. Cuci darah. Daun pegagan 30gr, daun katu 15 gr, temulawak 100 gr, k

TANAMAN OBAT – PEPAYA
Carica papaya L.

KLASIFIKASI : Pepaya disebut Carica papaya L. termasuk ke dalam famili Caricaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah pisang patuka, kates, pisang mantela, atau tapaya.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l :
Daun : Enzym papain, alkaloid karpaina, pseudo-karpaina, glikosid, karposid, sakarosa, dekstrosa, levulosa. Alkaloid karpaina mempunyai efek seperti digitalis.
Buah : ß-karotene, pectin, d-galaktosa, 1-arabinosa, papain, papayotimin papain, fitokinase.
Biji : Papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, siklotransferase.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; Rasa pahit, pedas, sejuk, beracun. Masuk meridian liver, lambung dan kandung kencing (vesica urinaria).
Akar: Peluruh kencing, obat cacing, penguat lambung, perangsang kulit.
Biji : Obat cacing, peluruh haid.
Buah matang : Memacuenzym pencernaan, peluruh empedu, menguatkan lambung, anti scorbut.
Buah mengkal :Pencahar ringan (laxative), peluruh kencing (diuretikum), melancarkan ASI,abortivum.
Daun: Menambah nafsu makan, peluruh haid.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kena racun singkong. Buah pepaya muda satutelapak tangan diparut, tambah ½ cangkir air matang dan garam sedikit, peras, saring. Minum 1 hari sekali.
2. Malaria. Daun pepaya secukupnya digiling halus, tambah air masak ¾ cangkir, saring, ditambah garam sedikit. Minum sehari 3 x
3. Cacing kremi. Akar pepaya 2 jari, bawang putih 3 butir, gula enau 2 jari, dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Disaring, minum 2 kali sehari, ¾ gelas.
4. Kurang nafsu makan. Daun agak muda dicuci lalu ditumbuk halus, tambah ¾ cangkir air masak dan satu sendok makan madu. Peras, saring, minum. Lakukan 2 – 3 kali.
5. Radang ginjal, batu ginjal dan sakit kandung kemih. Akar pepaya 3 jari dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 4½ gelas minum air bersih, sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring dan diminum dengan madu seperlunya, 3 kali ¾ gelas.
6. Digigit ular berbisa. Akar pepaya 5 jari dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya seperti bubur, dipakai untuk menurap bekas gigitan ular lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.
7. Sembelit, sakit maag. Buah pepaya masak pohon, kupas, cuci dengan air masak yang diberi garam sedikit, dipotong-potong lalu dimakan. Sehari dua kali sehabis makan.
8. Melancarkan Asi. Daun diremas, dilayukan diatas api. Hangat-hangat diletakkan diatas payudara.
9. Kaki gajah. Daun secukupnya digodok, untuk merendam kaki yang membesar.
10. Koreng kulit, kutil, menghaluskan kulit. Air juice pepaya mengkal diusapkan ke tempat kelainan.
11. Luka Bakar. Getah pepaya muda diusapkan ke luka bakar, menghilangkan sakit dan mencegah lepuh.

TANAMAN OBAT – PURING
Codiaeum variegatum (L.) Bl.

KLASIFIKASI : Puring disebut Codiaeum variegatum(L.) Bl. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah tarimas, pudieng, karoton,katomas atau susurite. Sedangkan nama asing untuk tumbuhan ini Croton atau Garden croton.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kandungan kimianya belum banyak diketahui kecuali getahnya mengandung tanin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina disebutkan tanaman ini memiliki rasa pahit, dingin, beracun. Melancarkan peredaran darah, peluruh keringat dan pencahar ringan. Akar dan kulit batang mempunyai rasa pedas, yang berkurang bila digodok bersama dengan scutellaria.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, ranting muda, akar dan kulit batang.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Perut mulas.
Akar puring sepanjang satu jari ditambah 3 lembar daun sesuru (Euphorbia nerifolia L.) ditumbuk sampai halus, tambahkan air secukupnya lalu disaring dan diminum. Setelah minum ramuan ini akan sedikit diare karena berkhasiat pencahar, tapi sakit perutnya menghilang.
2.Sakit perut pada anak-anak.
Daun puring berwarna kuning yang masih mudadan segar, secukupnya dilumatkan sampai halus, tambahkan sedikit air bersih sampai menjadi bahan seperti bubur. Balurkan pada perut anak.
3. Sifilis. Satu batang puring seutuhnya dicuci bersih lalu digodok dengan 5 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum. Diminum dengan air gula seperlunya.
4. Sukar berkeringat, eksema. Rebus daun secukupnya, minum.
5. Cacingan, nafsu makan berkurang. Rebus ranting muda secukupnya, minum.
6. Sembelit, kejang lambung, kehilangan selera, penyakit saluran kencing pada anak-anak. Rebus akar dan kulit batang secukupnya, minum.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.